Bagaimana Chandra Ekajaya Torehkan Sukses bersama Tani Mandiri Ketika Tanam Purwoceng

Chandra Ekajaya

Kata mutiara yang selalu tertanam dalam diri pengusaha Chandra Ekajaya kelahiran Malang, Jawa Timur satu ini kata mutiara yang disampaikan oleh Mark Zuckerberg. Seorang CEO jejaring sosial Facebook, berujar bahwa aturan paling sederhana dalam bisnis adalah jika Anda mengerjakan suatu hal yang paling mudah terlebih dahulu, maka sebenarnya Anda telah banyak membuat sebuah kemajuan. Terutama dalam bisnisnya, ia pun merupakan seorang inisiator sekaligus konseptor akan keberhasilan sebuah padepokan tani yang baru-baru ini merebak di kalangan netizen bernama Tani Mandiri. Tani Mandiri merupakan sekelompok petani dari Dieng, Jawa Tengah yang memiliki fokus dalam penanaman tumbuhan penambah vitalitas pria tersebut.

Tanaman yang memiliki manfaat besar dalam menaikkan vitalitas pria itu dikenal dengan nama Purwoceng. Barangkali Anda sering mendengar nama Mak Erot, sebagai salah satu sosok yang mampu meninggikan ukuran mr.P Anda. Nah, di daerah Dieng nama purwoceng pun menjadi salah satu tanaman yang paling bermanfaat dan paling menguntungkan. Itulah upaya bertahun-tahun yang dilakukan oleh mantan buruh kebun apel tersebut, yaitu Chandra Ekajaya dengan membuka sebuah padepokan tani bernama Tani Mandiri. Tani Mandiri merupakan sekelompok petani yang kini menjadi sorotan publik tentang keberhasilannya mengenalkan tumbuhan purwoceng menjadi salah satu obat alternatif yang mendukung aktifitas seksual Anda.

Chandra Ekajaya

Tanaman ajaib yang hanya mampu tumbuh di dataran tinggi ini ditaksir memiliki potensi bisnis yang tinggi. Kesempatan itulah yang dibangun oleh pria berambut kribo tersebut sehingga bisnis ini sempat menjadi primadona baik di kalangan netizen maupun dunia riil. Bisnis Purwoceng milik Chandra Ekajaya tersebut memang kerap dilirik oleh para pengusaha asing untuk menjalin sebuah kerjasama terhadap usaha tani tersebut. Namun, ia tak begitu tertarik mendapatkan tandatangan kontrak meskipun kerjasama tersebut dijalin oleh beberapa industri obat-obatan terbesar di dunia. Pasalnya, tumbuhan tersebut memang sangat sulit dan langka untuk mengembangkannya di daerah- daerah lain. Tumbuhan satu ini pun konon hanya mampu tumbuh di Dataran Dieng.

Secara bisnis, permintaan akan bisnis purwoceng sangatlah besar dan potensial. Namun karena permintaan bisnis tersebut tak dapat terpenuhi, hal itulah yang membuat Chandra Ekajaya terjun ke masyarakat untuk mengajak mereka menanam tumbuhan anomalik tersebut. Untuk memberikan kepercayaan kepada para konsumen, purwoceng pun tak hanya dijual secara mentah. Namun, ia telah mengemasnya menjadi sebuah produk yang lebih menarik secara desain dan secara manajerial bisnis. Dibuat dengan campuran bahan herbal  yang luar biasa, purwoceng aman dikonsumsi oleh banyak orang sampai hari ini.

Dengan label PT. Sehat Kuat, Chandra Ekajaya telah membentuk perusahaan tersebut dan telah beroperasi lebih dari 10 tahun mengenalkan purwoceng sebagai satu-satunya jamu yang paling terpercaya. Sampai hari ini pesanan akan produknya pun dapat dinikmati oleh semua masyarakat di Indonesia dan luar negeri. Setiap bulannya produk tersebut mampu terjual sebanyak 1000 hingga 5000 bungkus purwoceng. Dengan penjualan yang cukup fantastis tersebut, ia pun juga berhasil membuat bisnis tersebut sangat potensial dengan membuktikan diri mampu meraih omzet bulanan mencapai miliaran rupiah. Distribusi purwoceng miliknya pun semakin meluas dengan memanfaatkan reseller yang menawarkan tiap sachet minuman ke daerah-daerah. Ya, itulah kisah sukses bisnis purwoceng yang sangat bermanfaat. Nah, bagi Anda yang membutuhkan stamina ketika hendak melakukan hubungan suami istri, minuman ini akan membantu Anda. Selamat mencoba!

Kisah Inspiratif Chandra Ekajaya Dirikan Q Pizza

Chandra Ekajaya kenalkan Q Pizza

Perempuan yang berjuluk The Iron Lady, Margaret Thatcher pernah memberikan sebuah kata mutiara bahwa kesuksesan adalah campuran dari memiliki bakat untuk bidang yang Anda lakukan dan harus didasari dari upaya bekerja keras dan memiliki tujuan. Dari kutipan tersebut dapat dikatakan sesuai dengan pepatah no pain no gain, bahwa mereka yang tak melakukan kerja keras maka tak dapatlah ia sebuah kesuksesan. Kerja keras dan memiliki tujuan adalah dua hal yang diumpamakan seperti mata uang yang memiliki sisi yang berbeda namun berada dalam sebuah ruang yang sama. Kedua hal tersebut juga menjadi representasi entrepreneur satu ini, yaitu  Chandra Ekajaya. Seorang pengusaha yang dikenal sukses menekuni bisnis kuliner western yaitu pizza.

Dengan brand kulinernya yaitu Q Pizza, ia berhasil menorehkan sebuah kesuksesan yang luar biasa. Dalam hal ini keberhasilan yang ia capai pun tak lepas dari semua pengalaman bisnisnya yang harus berakhir di tengah jalan. Dengan usaha mencoba-coba, disiplin, dan kerja keras membuat pebisnis  muda satu ini pun meraih sukses lewat bisnis berlogo seloyang pizza dengan bendera merah putih. Kini bisnisnya telah merajai dunia kuliner Indonesia dengan kekhasan cita rasa dan nuansa yang sangat Indonesia.

Baca artikel lainnya: Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman

Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini lahir dari keluarga dengan taraf ekonomi yang berkecukupan. Ibunya yang seorang buruh cuci dan ayahnya yang merupakan buruh perkebunan apel membuat Chandra kecil sudah mengenal dunia kerja untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Setiap pukul empat pagi ia harus sudah siap di pasar untuk membantu menata beraneka ragam sayur mayur, dan hasil pertanian untuk dijual di pasar tradisional tersebut. Kemudian tumbuh menjadi remaja, ia pun harus berpisah dengan kedua orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah atasnya yang dibiayai dari usaha kerasnya bekerja sebagai buruh perkebunan apel milik pamannya.

Ia dikenal memiliki sifat disiplin dan rajin dalam melakukan pekerjaannya. Setiap pekerjaan yang ia garap selalu rapi dan tuntas, sehingga pamannya pun mempercayakan kepadanya untuk memegang bisnis apel pamannya dengan berlaku sebagai seorang mandor kebun. Disana ia melakukan berbagai hal yang dilakukan oleh para mandor kebanyakan, yaitu untuk memantau kinerja ratusan buruh kebun yang ada di lahan apel milik pamannya tersebut. Kini usaha perkebunan apel milik pamannya pun telah dikenal luas oleh pasar, dimana produk apel milik pamannya tersebut selalu menghasilkan buah yang memuaskan. Dagingnya yang lembut serta manisnya yang sangat istimewa membuat apel milik pamannya menjadi primadona di pasar apel Indonesia.

Terhitung sukses menjalankan bisnis perkebunan apel milik pamannya, Chandra pun tak terasa telah merampungkan sekolahnya di bangku SMA. Pada saat itu, ia pun pamit untuk meninggalkan kebun apel pamannya untuk melanjutkan studinya di bangku kuliah sekaligus memberikan tambahan pada pengalaman bisnisnya. Pengalaman-pengalaman tersebut pun menuai hasil positif, dimana ketika ia memutuskan merantau di Semarang, Jawa Tengah dengan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta, ia membuat sebuah bisnis yang sangat menarik di bidang kuliner. Bisnis tersebut berupa reseller makanan ringan dan jajanan pasar untuk didistribusikan ke toko, kantin, dan beberapa tempat perbelanjaan lainnya.

Dari sanalah pengalaman bisnisnya pun terus tumbuh dan membuahkan hasil, dimana lewat jajanan pasar miliknya ia berhasil meraup untung yang luar biasa. Separuh dari pendapatan pun diperuntukkannya untuk membuka lahan bisnis dan memenuhi kebutuhan hidup, serta sisanya pun sebagian dikirimkan kepada orangtuanya sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi yang ditanggung oleh ayahnya.

Tak terasa menjalankan bisnis tersebut selama hampir tiga tahun, ia pun mendapatkan surat peringatan untuk membayar uang tanggungang kuliah. Karena keterbatasan biaya yang tengah dialaminya, dengan berat hati ia pun melepaskan kesempatan kuliahnya tersebut dan lebih memilih untuk fokus dalam dunia bisnis. Sembari menggarap distribusi makanan tradisional atau jajanan pasar ke beberapa tempat, ia pun berniat membuka sebuah usaha mandiri di bidang yang sama yaitu kuliner.

Pada saat itu ia tengah lewat ke pusat kota dan melihat ada sebuah restoran yang ramai, dan ternyata adalah restoran pizza. Dari sanalah ide bisnis tersebut muncul dan akhirnya dikerjakan olehnya menjadi sebuah brand produk yang kini sangat populer di Indonesia. Dari tangan kreatifnya ia pun berhasil meracik sebuah produk kuliner berupa sajian khas Italia, yaitu Pizza. Ya, tentu kalian pernah mendengar pizza bukan? Atau barangkali mencoba begitu nikmatnya makanan yang berbentuk bulat dan ditaburi dengan aneka toping tersebut. Hanya saja harganya yang mahal pun menjadi kendala konsumen untuk dapat menyatap makanan bercita rasa tinggi itu. Dari peristiwa itulah ia pun mencoba meracik resep berkualitas untuk membuat seloyang pizza dengan sensasi dan cita rasa khas Indonesia.

Lewat Q Pizza, ia pun membuat seloyang pizza dengan penuh cinta dan menggunakan bahan-bahan baku pilihan. Selain itu, rasa rempah yang terasa sangat Indonesia pun juga dijadikannya sebagai bahan untuk membuat makanan primadona tersebut. Selama hampir 9 tahun ia membangun brand produknya tersebut hingga akhirnya mampu diminati oleh para konsumen hari ini. Para konsumen tersebut memilih Q Pizza karena sensasi yang ditawarkannya pun begitu sangat menarik. Dalam hal ini, kemenarikan pizza buatannya pun terletak pada bumbu kunci yang tak dimiliki oleh produsen kuliner satu ini.

Baca artikel lainnya: Pengusaha Chandra Ekajaya Oke Oce

Dengan taburan rempah-rempah yang menghangatkan tubuh, ia pun meraciknya dengan sangat teliti, dimana trial dan error pun tak luput dari eksperimen yang dibuatnya. Dalam hal ini, mereka pun membuat sebuah keputusan yang luar biasa dengan membuat Q Pizza sebagai sebuah brand produk yang kaya akan kualitas rasa yang sangat terpercaya. Untuk satu loyang pizza miliknya pun dibanderol dengan harga yang sangat ekonomis, yaitu antara Rp 45 ribu hingga Rp 120 ribu. Beraneka macam varian rasa seoerti, sosis, daging sapi, tuna, dan sayuran menjadi nilai tambah bagi produk Q Pizza. Produk ini pun juga berhasil memancarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan berbagai cabang yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Kini, lewat keuntungan yang diperoleh dari Q Pizza, ia pun mengaku mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Saat ini Q Pizza juga telah menjelma sebuah bisnis kuliner yang tumbuh secara pesat. Keras kerasnya itu pun membuahkan hasil dengan semakin menjamurnya cabang dari produk tersebut hingga 25 cabang yang berada di seluruh Indonesia. Dari semua cabang, setiap bulannya ia pun berhasil menembus keuntungan hingga milyaran rupiah. Dengan keuntungan tersebut, ia pun tak tinggal diam dengan menerima secara otomatis keuntungan bisnisnya. Dari hasil riset yang ditunjukkan, ia pun terus mengembangkan produk-produknya agar lebih inovatif sekaligus mengajak mereka untuk mampu bermitra bersama Q Pizza. Ya, itulah kisah bisnis yang paling inovatif buatan wirausahawan muda Chandra Ekajaya. Kapan kamu? Simak arikel lainnya mengenai berbagai tips sukses dengan bisnis.

Pengusaha Muda Chandra Ekajaya Jutawan Katering Mahasiswa

dok.pengusaha chandraekajaya

Setinggi tingginya jabatan tetaplah kalian seorang karyawan, Sekecil kecilnya pengusaha kalian adalah Bos nya. Kata kata itu sering kita dengar dari pengusaha yang sudah tutup usia “Bob Sadino”.

Ada yang terlahir kaya dan membuka bisnis, ada juga seorang pengusaha yang memulainya dari nol. Memulai sebuah bisnis yang sangat memutar otak, mencari apa yang akan di buka, mendapat modal dari mana, dimana tempat yang pas untuk membuka bisnisnya, pemasaran produknya, memikirkan bagaimana nantinya kalau bangkrut atau usahanya tidak jalan, memikirkan hal itu seorang pengusaha pastinya memerlukan waktu yang lama dan sangat menguras waktu.

Seorang pengusaha tidak bisa tidur, selalu bengong, setiap hari hanya memikirkan ide dan modal,  mengingat ingin menunjang kehidupan yang lebih baik lagi dan memikirkan untuk hari tua yang indah dan bisa jadi cerita. Pengusaha yang baik harus memikirkan semua itu dengan matang agar tidak salah langkah.  Tetap harus memikirkan aksi nya, seorang pengusaha jangan takut mencoba, dengan kegagalan kegagalan yang dialami akan membuat seorang pengusaha pemula akan menguatkan karakternya.

Berikut ini menceritakan seorang pengusaha yang sangat menginspiratif karena memang dia memulai usaha dari nol hingga menjadi seorang jutawan dia adalah Chandra ekajaya yang sukses dengan bisnis kuliner yaitu catering mahasiswa. Dia menceritakan mengapa pasarnya yang di target seorang mahasiswa, karena sorang mahasiswa istilahnya raja yang baru naik tahta, hujan sidikit malas untuk keluar kamar untuk beli makan, capek baru pulang dari kampus malas untuk mencari makan, ini adalah kesempatan buat kami untuk membuat sebuah bisnis memanfaatkan para mahasiswa yang malas.

Pengusaha yang memulai usahanya pada tahun 2013 dengan dua orang teman satu kampus dan satu kontrakan. Berawal dari malam hari saat mereka bertiga berkumpul, waktu hujan, hanya dengan bercerita dan memainkan gitar Febri berbicara kalau dirinya lapar dengan nada mengharap dia bilang kalau saja ada tukang catering murah dan bisa diantar enak ini.  Augit  dengan biasa saja menanggapi iya enak cateringnya yang tidak enak, canda dan tawa menghiasi malam hujan kala itu. Para calon calon pengusaha ini belum menyadari apa yang telah diucapkan itu adalah sebuah jalan menuju kesuksesan.

Chandra Ekajaya mulai memikirkan pekataan teman temannya semalaman, tidur tidak nyenyak hanya berkedip kedip tidak merasakan kantuk saat terpikir sebuah ide untuk membuka catering untuk mahasiswa tersebut. Ke esokan hari dia membangunkan para sahabanya tersebut, dengan dua gelas kopi aceh gayo tanpa gula  dia memulai pembicaraan “Kalau kita buka usaha catering untuk mahasiswa kira kira laku apa tidak ya? Lumayan lho kalau dihitung hitung labanya, aku yang masak deh” Febri dan Augit terdiam dan memikirkan ide tersebut. Dengan nada tegas kedua orang temannya menjawab kalau tidak kita coba mana mungkin bisa tahu bro!.

Oke kita buat konsepnya tegas calon pengusaha sukses tersebut. Pertama kita harus desain selebarannya dulu nih biar besok bisa kita sebar kata Febri, selesai mengerjakan desain lalu Augit segera mencetak dan menggandakannya. Ya disini bisnis catering untuk mahasiswa dimulai. Mereka memikirkan apa saja yang di butuhkan, tempat untuk menyebar brosur tersebut, dan lain sebagainya. Mereka butuh kompor gas beserta tabung, peralatan memasak, dan tempat yang baik untuk makanan catering nya. Tempat untuk pemasaran pertama yaitu kampus kampus terdekat, mengunggah di sosial media masing masing.

Kita pemasaran seminggu dulu, dalam seminggu kita berhasil mengumpulkan berapa calon konsumen kata ketua calon pengusaha tersebut. Setiap harinya ketiga sahabat itu pergi ke kampus kampus dengan membagi dikampus mana saja. Febri siap dengan mencatat dan membalas saat calon konsumen bertanya atau yang mau daftar. Satu hari berlalu, dua hari berlalu, tiga hari berlalu, dalam tiga hari ini sudah berapa orang yang mendaftar? 8 orang tapi lumayan ada yang memesan sehari 3 kali makan. Kalau di hitung per satu hari makan sudah ada 10 orang. Oke lumayan kita hubungi lagi untuk meminta uang mukanya.

Dari 8 orang atau jika dihitung sekali makan ada 10 orang, per-porsi makan kita hargai Rp. 8000 uang yang didapat jadi Rp. 240000, kita belikan dulu sterofoam 100 biji, plastik ½ kilo 1 bungkus, dan plastik wadah besar 1 bungkus sisanya buat pesan menu diwarung. Sebelum mereka masak menu sendiri mereka memang beli dulu di warung langganan mereka yang terkenal murah. Setelah seminggu terkumpul semua pelanggan pertamanya berjumlah 18 orang dan semua sudah memberikan uang muka. Semua uang terkumpul kurang lebih Rp. 500000 untuk 3 hari makan 18 orang. Setelah 3 hari berlalu dan semua pelanggannya  membayar lunas uang terkumpul semua uang masih Rp. 600000.

Setiap hari tiga sahabat ini membungkus makanan, mengantarkan dan masih terus memasarkan produknya. Minggu ke dua pengusaha ini ketambahan pelanggan semua pelanggannya menjadi 30 orang. Tidak lupa juga pengusaha ini menanyakan ke pelanggan apa yang kurang apa yang pelu  ditambah. Ternyata banyak juga mahasiswa yang antusias dengan bisnis catering yang pengusaha ini jalankan setiap minggu nya terus bertambah. Lewat kecerdasan berfikir pengusaha ini cuma membungkus dan hanya mengantarkan tidak susah susah memasak keuntungan sebulan pertamanya mencapai Rp. 3500000.

Melihat semua ini pengusaha yang sudah tidak meminta uang kiriman dari orang tua, semua tercukupi, uang bensin, makan, rokok, jajan, kontrakan bisa terpenuhi, mereka juga mengantarkan kehidupan yang lebih baik ke warung yang mereka belanja. Bulan bulan selanjutnya mereka berinisiatif untuk merekrut karyawan sebagai tukang antar makanan, bulan ketiga mereka mempunyai dua tukang antar yang di janjikan gaji Rp.600000 per bulan. Semakin banyak pelanggan cateringnya, ternyata pasarnya tidak hanya ke mahasiswa tetapi juga para karyawan kantor dan para guru-guru yang melihat dari sosial media.

Keberhasilannya tampak didepan mata, karena warung yang sering mereka belanja juga menambah karyawan. Chandra ekajaya mulai tampak lega dengan semua usahanya bersama dengan kedua sahabatnya. Mereka bertiga sudah menjadi pengusaha catering yang kebanjiran pesanan. Yang awalnya cuma buat sampingan ternyata bisa mencukupi kebutuhannya sehari hari malah malah bisa menabung. Di tahun pertama pengusaha ini membeli dua motor untuk karyawan pengantar makanan. Yang sebelumnya menggunakan motor pribadi sekarang menggunakan motor milik ketiga pengusaha tersebut. Tidak lupa untuk menaikkan gaji mereka menjadi Rp. 800000 perbulan.

Melewati pergantian tahun juga mahasiswa baru berdatangan bisnis catering terus merangsak naik. Ketiga pengusaha ini terus memasarkan produknya dan apa yang terjadi terlihat seperti rejeki nomplok untuk ketiga pengusaha ini. 400 box makanan setiap hari dia antarkan. Mereka juga merekrut empat karyawan lagi omset perbulannya mencapai Rp. 20 juta perbulan. Kesuksesan dalam berbisnis berimbas dengan kesuksesannya di bidang akademik. Ketiga pengusaha ini melanjutkan kuliahnya untuk mengganti karena selama tiga semester mereka tinggalkan untuk membangun bisnis kulinernya. Dengan dua semester mereka jalani dan semua lulus dengan gelar sarjana masing masing.

Sangat membanggakan karena pengusaha ini telah membeli rumah dengan uang keuntungan dari catering seharga Rp. 400 juta dan saat acara wisuda ketiga orang tuanya tidak susah susah mencari hotel. Tidak sampai disini semua kerja keras pengusaha ini telah rasakan menjadi jutawan, menjadi seorang Bos dan mempunyai banyak karyawan. Tahun ketiga pengusaha ini bisa membeli mobil mewah seharga Rp. 300 juta. Karena kedua orang temannya menikah dan sudah bekerja Pengusaha Chandra ekajaya menjalankan usahanya sendiri dan tetap membayar royalty kepada dua sahabatnya, awalnya menolak karena kedua sahabatnya sudah tidak mengurusi usaha kateringnya tersebut tapi pengusaha muda tersebut tetap memberi royalty karena tidak melupakan dulunya mereka bertiga yang membangun.

Tahun  tahun terberatnya karena sudah ditinggalkan kedua sahabatnya pengusaha ini kualahan menjalankan usahanya. Saran dari sang sahabat untuk mencari seorang marketing online, admin dan sekretaris yang mencatat semua pemasukan dan pengeluaran catering. Tidak berpikir panjang pengusaha muda tersebut merekrut orang orang terdekatnya untuk ketiga posisi tersebut. Sifat sifat manusia berbeda beda karena sang karyawan berposisi marketing tidak bisa maksimal pengusaha muda tersebut memberhentikannya. Sebab nantinya berhubungan dengan pendapatan. Dengan segala cara pengusaha muda ini mencari karyawan yang bisa diandalkan.

Tidak jauh jauh ternyata kekasihnya sendiri yang menempati posisi kosong dalam jajaran catering. Dengan demikian catering sudah tidak pincang lagi. Kesuksesan tidak bisa dicapai dengan instan, semua dilakukan dengan penuh kerja keras dan  pengorbanan. Pengusaha muda ini meninggalkan akademiknya untuk menjalankan bisnisnya. Bekerja keras mengantarkan produknya sendiri dengan motor tidak mengenal panas ataupun hari sedang hujan. Kehidupan yang berkecukupan sekarang ini adalah buah dari kerja keras yang pernah dia jalani. Sangat membanggakan bisa membayar ibadah haji kedua orang tua, membeli rumah, mobil.

Pengusaha muda ini kemudian melebarkan sayapnya untuk membuka sebuah Café di Yogyakarta, untuk tetap eksis di dunia bisnis. Namun minimnya pengalaman café jarang sekali yang datang. Sehari pemasukan hanya Rp. 200000 sangat sangat rendah. Pengusaha tersebut mencari seorang yang bisa memegang manajemen café nya dan siap menggaji besar jika bisa meramainakan cafenya tersebut dengan minimal pendapatan 1 juta perhari. Dengan keteguhan hati dan menunggu karena sudah berusaha utuk memasarkan produk café nya tersebut dengan promo promo yang sangat menarik tetapi sama saja belum mendongkrak café nya.

Pengusaha muda tersebut tetap membuka café nya agar pelanggan yang sudah ada tidak pindah ke yang lain atau meninggalkannya. Suatu ketika teman lamanya datang dan bilang kepada pengusaha tersebut usaha café nya telah diganggu orang jahil yang melbatkan makhluk halus, pengusaha tersebut langsung mencari cara agar terlepas dari gangguan gangguan yang ada di cafenya tersebut. Dengan datang ke tempat seorang kiai yang atas masukan dari soerang karyawannya yang bernama Pungkas, pengusaha itu langsung menemui kiai tersebut dan menceritakan semua kejadian yang ad di café.

“Saya tidak mendapatkan ini dengan bermimpi atau berpikir tentang hal itu. Aku sampai di sini dengan melakukan hal itu”. “Kalau Anda tidak pergi setelah apa yang Anda inginkan, Anda tidak akan pernah memilikinya. Jika Anda tidak meminta, jawabannya selalu tidak ada. Jika Anda tidak melangkah maju, Anda selalu di tempat yang sama”. “Saya menikmati kebebasan dalam mengendalikan kapal. Saya suka mengendalikan elemen, membuat angin dan ombak, serta air bagi pekerjaan saya”. “Kita harus memiliki tema, tujuan, maksud dalam hidup kita. Jika Anda tidak tahu di mana sasaran, Anda tidak memiliki tujuan. Tujuan saya adalah hidup saya sedemikian rupa ketika aku mati, seseorang bisa mengatakan dia peduli”.

“Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat paling penting yang pernah saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar dalam hidup. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal – hal-hal ini hanya jatuh jauh dalam menghadapi kematian, meninggalkan apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa Anda akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir Anda memiliki sesuatu untuk kalah. Anda sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda”“Saya belajar, bukan eksekutif yang baik. Saya seorang pengusaha, dan saya kreatif. Saya harus pergi dan melakukan apa yang ingin saya lakukan”

Semua itu kata kata yang selalu Pengusaha ini pegang teguh untuk keberhasilannya. Selamat dan Salam Sukses!

Dia pernah masuk ke dalam panama papers sebagai Pengusaha  https://panamapapers.icij.org/

Pengusaha Bisnis Waralaba

Waralaba

Pebisnis pemula saat ini kebanyakan menjatuhkan pilihannya kepada bisnis waralaba. Hal ini wajar sebab jenis bisnis ini sedang menjadi salah satu magnet investasi. Bagi Chandra Ekajaya yang belum mengerti dunia bisnis, waralaba atau frenchise adalah jawaban tepat. Karena dengan menjajal bisnis ini maka siapa saja mampu menjadi seorang pengusaha walaupun tidak mempunyai cukup pengetahuan dalam dunia bisnis.

Chandra Ekajaya Bisnis Waralaba
Dok. Istimewa

Dunia bisnis adalah dunia yang tegas. Ia memang menawarkan keuntungan yang banyak, tetapi ia pun juga menawarkan kerugian yang tak sedikit. Bagaimana pun juga bisnis itu seperti kehidupan, ia adalah pertaruhan dimana seorang manusia harus menentukan pilihan-pilihannya ke depan.

Memiliki hati baja adalah sebuah syarat utama untuk menjadi seorang pengusaha. Sebab bila nyalinya kecil, maka sudah bisa dipastikan sejak awal ia akan bangkrut dan usahanya akan kandas. Bisnis akan selalu berjalan bersisihan dengan deru peradaban. Ia harus terus menerus menyesuaikan dirinya dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Oleh karena itu bisnis waralaba memberikan kemudahan supaya pengusaha awam dapat membentuk mental dan nyalinya untuk menjajal bisnis yang lebih besar. Dalam model ini pun pemilik waralabaa yang berperan sebagai pemberi tidak mengenal diskriminasi dalam memilih calon mitra atau rekanan usahanya. Sebab pedoman utamanya adalah keuntungan bersama, supaya nantinya bisnis waralaba tersebut dapat berkembang dengan sangat pesat.

Bisnis waralaba sebenarnya muncul dari ide-ide kreatif generasi muda. Mereka melakukan inovasi dalam memasarkan serta mendistribusikan produk barang atau jasa, sehingga keuntungan yang mereka dapatkan lebih masif. Selain itu karena ingin produknya dikenal lebih luas, maka membuka cabang dengan sistem yang sekarang dikenal dengan waralaba merupakan sebuah keuntungan.

Gerobak Waralaba Chandra Ekajaya
Dok. Istimewa

Dengan sistem seperti ini maka pemilik brand akan semakin untung karena merek dagang miliknya semakin dikenal oleh masyarakat. Kemudian pengusaha awam pun mendapatkan keuntungan dalam bentuk finansial. Untuk jenis-jenisnya sendiri, waralaba itu sangat variatif. Misalnya saja jenis pendidikan seperti Primagama, kuliner seperti KFC, mini outlet seperti Kebab Turki, dan sebagainya.

Tetapi memang ada efek yang tidak mengenakkan bagi pengusaha yang tidak dapat berdamai dengan zaman. Misalnya saja pebisnis di sektor internet cafe atau warnet, bisnis mereka memang berkembang dengan sangat cepat di tahun 2010an. Sayangnya beberapa tahun setelahnya ia ditelan oleh perkembangan teknologi dengan munculnya gadget atau smart phone yang canggih.

Hal tersebut bukanlah kesalahan pengusaha yang lebih kuat atau pun pengusaha yang lemah. Ini hanyalah masalah sudut pandang dimana mereka memandang ke depan atau hanya pada masa kini. Deru peradaban memang kejam, dan ia tidak akan pernah pilih kasih. Waralaba kini adalah salah satu jenis usaha yang mampu bersinergi dengan perkembangan zaman.

 

 

Donat Kentang Indri Yang Terbang Hingga Ke Luar Negeri

Donat kentang

Hobi membuat kue Indri Zahratunnisa memanglah tidak sia-sia, kini ia sukses mengembangkan bisnis pembuatan kue donat dengan nama Donat Kentang Manis. Omzetnya dalam sebulan mencapai ratusan juta. Usaha ini, ia awali dari bisnis skala kecil-kecilan di Malang, Jawa Timur. Indri pertama kali merintis bisnis tahun 2001. Sebagai jajanan kampung, saat itu donatnya dijual dengan harga Rp 750 per biji. Sebenarnya Selepas lulus kuliah Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang, Indri sempat bekerja sebagai staff ahli di sebuah PT yang sesuai dengan jurusannya. Namun, kecintaannya pada dunia masak-memasak mendorong Indri untuk membuka usaha sendiri.

Di tahun 2001 itu, Indri Zahratunnisa mulai membuka bisnis aneka masakan, termasuk kue. Modal awalnya hanya Rp 100.000. Setelah beberapa bulan berjalan, Indri terpikir untuk memfokuskan usahanya pada satu jenis makanan. Ia pun memilih donat dengan pertimbangan kue ini termasuk jajanan yang disukai semua kalangan. Ia merintis usaha pembuatan donat kentang dengan modal dan peralatan seadanya. Untuk mengaduk adonan donat, semisal, seharusnya memakai mixer ukuran besar. Namun, Indri memakai mixer biasa. “Peralatan saya sangat minim. Di bawah standar pabrik kue. Tapi itu tidak menyurutkan semangat saya,” ujarnya.

Dibantu seorang pegawai, ia membuat ratusan donat saban hari dan menjajakan ke sekolah-sekolah. Agar produknya makin dikenal, Indri juga rajin mengikuti berbagai pameran wirausaha makanan. Setiap ada pameran di sekitar Jawa Timur, ia pasti ikut serta. Bukan cuma itu saja, Indri Zahratunnisa juga memasarkan donat buatannya yang diberi merek Donat Kentang Manis lewat akun sosial medianya.

“Saya pilih donat karena banyak yang suka,” katanya. Ia memulai dengan peralatan rumah tangga seadanya dan menitipkan donatnya ke sekolah-sekolah. Berkat kegigihannya membesarkan usaha, kini donat Indri sudah dikenal di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, donatnya sudah kesohor hingga ke luar negeri. Tentu bukan lagi jajanan kampung, donat buatan Indri kini masuk kategori premium. Rasanya tak kalah dengan donat kelas mal dengan harga lebih terjangkau. “Saya jual Rp 4.000 per buah,” katanya.

Pelanggan donatnya terbesar di berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan. “Selama ini, saya banyak kirim ke pelanggan di daerah-daerah,” ujarnya. Sejak tahun 2008, beberapa negara, seperti Hong Kong, Malaysia, dan Singapura juga telah menjadi langganan tetap donat buatan Indri ini. Selain itu, ia juga memasarkan produk donat itu ke London dan Belanda.

Khusus di Singapura, ada seorang pengusaha kuliner setempat yang mengembangkan donat dengan resep donat racikan Indri. Kesuksesan Indri Zahratunnisa mengembangkan bisnis donat tidaklah dalam sekejap mata. Ia ulet mengenalkan produknya lewat berbagai cara. Titik baliknya saat ada investor Singapura yang membeli resep donat buatannya. Pada tahun 2008, ada investor Singapura tertarik untuk membeli resep donat milik Indri. Bahkan, ia sampai diundang ke Singapura.

Donat kentang

Sang investor Singapura itu kemudian membuka gerai donat di Sentosa Island Singapura dengan nama Naked Donut. Kini Naked Donut telah memiliki empat gerai yang berasal dari resep dasar Indri. Tiap bulan Naked masih membayar royalti pada Indri. Hasil dari penjualan resep plus pembayaran royalti itu cukup lumayan. Indri memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha yang membuka gerai donat di Malang. Pada 2009, Indri mulai membuka gerai donat bernama Blueberry Donuts and Coffee di Malang.

“Sementara di negara-negara lain saya hanya menjual donat lewat orang-orang Indonesia yang tinggal di negara itu, seperti pelajar dan TKI,” jelasnya, Kendati tak mau menyebut angka, Indri mengaku nilai penjualan resep donatnya cukup mahal. Terbukti, dari hasil menjual resep itu, ia mampu membuka gerai khusus donat di Malang. Gerai donat ini dinamakanBlueberry Donuts and Coffee.”Saya dirikan tahun 2009,” tuturnya. Selain resep, pengusaha asal Negeri Singa itu juga membeli tepung donat dari Indri. Selama ini, ia memang memasarkan tepung donat ke kalangan umum tidak hanya ke pengusaha Singapura itu. Harga jual tepung donat mulai Rp 50.000-Rp 200.000 per 1,5 kilogram (kg).

Selama 11 tahun mengendalikan usaha, telah banyak kemajuan yang dicapai. Bahkan, Dona Kentang Manis telah menjelma sebuah grup usaha yang membidangi beberapa cabang usaha. Selain donat, Indri juga merambah usaha pembuatan aneka kue kering, kue tart, brownies, dan roti manis. Usaha ini dikelolanya di bawah bendera Donat Kentang Manis Cookies. Pendapatan dari kue kering ini melonjak tajam saat Lebaran dan akhir tahun. “Lebaran tahun ini, omzet saya dari penjualan kue kering saja mencapai Rp 500 juta,” ujar Indri.

Ia juga merambah bisnis restoran dengan mendirikan rumah makan Nilam Asri di Malang. Tahun ini, Indri juga telah menambah tiga bisnis baru ke dalam grupnya. Di antaranya bisnis toko oleh-oleh khas Malang. Dua lainnya tidak terkait dengan bisnis makanan, yakni jasa hosting desain web dan marketing, serta bisnis fashion and jewelry. Indri sadar akan pentingnya peran marketing agar usahanya makin berkembang. Indri pun mulai membenahi sistem pemasaran dan operasional usahanya. “Melihat di Singapura, donat saya bisa dipasarkan dengan baik, saya mulai fokus membenahi manajemen,” ujar dia.

Tak percuma, permintaan pun mulai berdatangan. Bahkan juga dari pembeli luar negeri. Toh, sukses mengembangkan bisnis donat belum membuat Indri puas. Indri Zahratunnisa kini sukses menjadi produsen donat ternama di Malang, Jawa Timur. Dipasarkan dengan brand Donat Kentang Manis, produk donatnya dikenal luas hingga ke luar negeri. Omzetnya ratusan juta dalam sebulan. Bisnis yang digeluti Indri Zahratunnisa kini makin berkembang. Selain makanan, ia juga merambah bisnis lain, seperti perhiasan, fesyen, dan jasa pembuatan desain web. Ia ingin semua lini usahanya tersebut bisa berkembang.

Selain makanan, tahun ini juga merambah bisnis perhiasan, fesyen, dan jasa pembuatan desain web. Ia tertarik terjun ke bisnis desain web karena selama ini banyak bersentuhan dengan dunia maya. “Saya mengembangkan usaha donat melalui internet,” ujarnya. Kebetulan, suaminya yang berlatar belakang konsultan marketing mendukung rencananya ini. Bisnis perhiasan dan fesyen yang baru digeluti Indri juga dilatarbelakangi minatnya yang tinggi di bidang itu. Menurutnya, dalam mengembangkan usaha jangan pernah menutup kemungkinan terhadap bidang apa pun yang diminati. Ia mengaku, seluruh bidang usaha yang digelutinya berasal dari minat dan ketertarikannya di bidang itu. “Semula yang saya pikir tidak bisa, ternyata bisa. Dan, saya memulai semuanya dari skala kecil,” ujar Indri.

Lantaran masih baru, tentu masih diperlukan kerja keras untuk membesarkan seluruh usahanya ini. Selain bisnis yang masih baru, Indri juga masih terus ingin mengembangkan bisnis donatnya. Masih ada beberapa inovasi lain yang ingin dilakukannya. Dalam waktu dekat, misalnya, ia ingin memasarkan donat dalam bentuk makanan beku (frozen food). Ia terinspirasi membuat donat frozen karena banyak konsumen di luar kota yang berminat mengonsumsi donatnya, namun terkendala waktu pengiriman yang lama. Padahal, donatnya hanya mampu bertahan maksimal sehari.

Ia berharap, masalah itu bisa diatasi dengan adanya donat frozen. Indri mengaku sudah melakukan penelitian untuk donat frozen ini. Nantinya, donat ini bisa bertahan selama satu tahun jika disimpan pada suhu rendah. “Donatnya pun tinggal digoreng lalu bisa langsung disajikan,” ujar Indri. Ia berharap, tahun depan rencana ini sudah mampu terealisasi.

Pengusaha Chandra Ekajaya Oke Oce

Dok.Chandra Ekajaya

Oke oce merupakan slogan yang pernah dipakai oleh salah satu pasangan calon gubernur di salah satu provinsi di Indonesia. Ini seperti sebuah slogan magis yang biosa membawa ke jalur kesuksesan. Oke oce adalah usaha counter handphone milih salah satu mantan menteri yang kini berkarir sebagai seorang pengusaha. Ya beliau adalah Chandra ekajaya, yang merupakan seorang pengusaha yang pernah menjabat sebagai seorang menteri.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra ekajaya merupakan seorang yang bisa menjadi pengusaha yang sangat sukses karena dia memang memiliki feeling sebaggai seorang pengusaha. Perkiraanya selalu tepat hampir sekitar 90% dia memiliki perasaan yang tepat tentang kesuksesan. Sukses bagi Chandra ekajaya adalah oke oce. Slogan tersebut nampaknya menjadi slogan yang sangat tepat karena seperti sebuah tanda kesuksesan.

Dok.Chandra Ekajaya

Konter handphone ynag dimilik oleh pengusaha Chandra ekajaya adalah konter yang sangat besar. Tidak tanggung – tanggung dia memiliki banyak pekerja disana. Ini merupakan sesuatu yang sangat layak untuk dibanggakan olehnya. Baginya konter handphone sangatlah penting terutama sebagai penunjang perputaran uang.

Chandra ekajaya sebenarnya sudah memiliki banyak macam usaha. Ini yang perlu untuk diakui, bahwa sebenarnya dia sudah kaya. Kekayaanya tidaklah kurang, apalagi ditambah dengan konter handphone yang dia miliki. Sungguh sangatlah keren dengan apa yang telah ia miliki, nampaknya kemajuan usaha yang digelutinya akan berkembang semakin pesat.

Perkembangan usaha yang digeluti oleh Chandra ekajaya begitu signifikan dari tahun ke tahun. Progresnya sungguh sangat keren, ini tentu juga merupakan hasil daripada proses dia menggeluti usahanya.

Banyak orang berkata dengan proses kita bisa menuai hasil yang sangat maksimal. Teori ini tentunya sangat benar, orang yang mengetahui dan menikmati proses akan mendapat hasil yang luar biasa. dia adalah seorang yang sangat ulet, dia sangat mau belajar hal yang  baru.

 

Bank Semakin Tidak Kompetitif

dok.chandraekajaya

Pada 27 Desember 2012, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Nomor 14/26/PBI/2012 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank yang efektif berlaku mulai 2 Januari 2013. PB1 ini mengatur mengenai cakupan kegiatan usaha dan pembukaan jaringan kantor sesuai dengan modal inti Bank yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing perbankan nasional.

Berdasarkan modal inti yang dimiliki Bank dikelompokkan dalam empat kelompok usaha (Bank Umum Kelompok Usaha – BUKU) sebagai
berikut:
* BUKU I, bank dengan modal inti kurang dari Rpl triliun;
* BUKU II, bank dengan modal inti Rpl triliun sampai dengan kurang dari Rp5 triliun;
* BUKU III, bank dengan modal inti Rp5 triliun sampai dengan kurang dari Rp30 triliun;
* BUKU IV, bank dengan modal inti di atas Rp30 briliun.

PBI ini juga memberlakukan pembatasan cakupan produk dan aktivitas. Semakin tinggi BUKU bank tersebut semakin besar cakupan produk dan aktivitasnya. Pembatasan ini menjadi ‘reward dan punishment’ bagi pemilik jika menambah permodalan bank. Namun, di sisi lain juga bisa membuat konsentrasi industri yang tinggi untuk bank-bank yang memiliki modal besar.

Permodalan bank yang semakin besar berdampak pada kemampuan aset yang juga semakin besar. Dengan begitu, aktivitas bank tersebut terutama alokasi likuiditasnya di sisi aset lebih bervariasi, termasuk kemampuan bank menyalurkan kredit juga semakin besar.

Empat tahun implementasi PBI tersebut patut dievaluasi apakah pembagian bank berdasarkan modal inti membuat persaingan antar bank menjadi lebih fair atau justru semakin memperkuat segmentasi penguasaan aset untuk bank dengan aset besar.

Kendati PBI efektif sejak awal 2013, tetapi data Statistik Perbankan Indonesia dilihat dari aset dengan kategori BUKU baru tersedia sejak 2014. Dalam satu tahun tersebut, terdapat kenaikan aset total perbankan nasional sebesar 13,3%.

Sebelum PBI diterapkan, perbankan nasional dibagi menjadi enam kelompok bank berdasarkan kepemilikan. Perkembangan kenaikan tiga aset tertinggi terjadi pada bank persero yang naik 18%, diikuti kelompok Bank Umum Swasta Nasional Bukan Devisa (BUSN Non-Devisa) sebesar 15%, dan Bank Umum Swasta Nasional Devisa (BUSN Devisa) sebesar 12%.

Dalam data pada 2014 yang telah membagi aset bank menurut BUKU, terdapat perkembangan yang menarik. Setelah kelompok bank diubah menurut modal inti terdapat perkembangan aset yang negatif untuk kelompok BUKU 1 sebesar minus 21% pada 2015 dan memburuk menjadi minus 24% di tahun 2016.

Untuk kategori BUKU 2 tercatat minus 19% pada 2015 tetapi pada 2016 membaik menjadi positif 4,2%. Sementara itu, untuk kelompok bank dengan BUKU 3 per 2015 tercatat kenaikan aset sebesar 27,4% dan hanya naik 7,4% pada 2016. Selanjutnya, untuk kelompok BUKU 4 tercatat kenaikan yang relatif stabil, pada 2015 sebesar 10,1% dan pada 2016 naik 14,4%.

Kenaikan pada BUKU IV itu di atas kenaikan aset perbankan nasional sebesar 9,2% pada 2015 dan 9,8% pada tahun 2016. nDari data itu terlihat perbedaan yang mencolok antara kelompok BUKU 1, BUKU 2, dan BUKU 3 dengan BUKU 4. Dari perkembangan aset ini dapat dikatakan bank dengan kelompok BUKU IV tampaknya yang bisa mewakili aspek ketahanan dan daya saing yang semakin kuat sekaligus juga mewakili kekuatan persaingan di dalam industri.

PERSAINGAN
Perkembangan aset dari BUKU IV cenderung meninggalkan BUKU yang lebih rendah. Kinerja lain yang mendukung disparitas yang menguat juga terlihat dari tambahan (delta) porsi kredit dan dana pihak ketiga (DPK) dari BUKU IV terhadap total kredit.
Di kelompok BUKU IV ini, total DPK mencatat kenaikan sebesar 1,7% pada 2015 dan 1,9% pada 2016, diikuti dengan naiknya porsi DPK sebesar 0,4% pada 2015 dan pada 2016 sebesar 1,52%.

Sementara itu, kinerja dari kelompok bank BUKU 1, BUKU H, dan BUKU III mencatatkan penurunan (minus) tambahan porsi baik untuk kredit dan DPK pada 2016. BUKU IV yang sebagian besar merupakan badan usaha milik negara (BUMN) tertolong dengan fungsinya
sebagai agen pemerintah yang juga mendapat mandat ikut membiayai proyek-proyek pemerintah terkait infrastruktur. Tiga bank BUMN ini mempunyai porsi sebesar 40% dari total kredit dan total DPK perbankan nasional.

Tambahan porsi kredit dan DPK terhadap total dari BUKU IV ini semakin menguatkan segmentasi dan persaingan yang cenderung menurun dan terkonsentrasi pada kelompok bank BUKU IV.

Terkonsentrasinya kredit dan DPK untuk BUKU IV membesar pada 2016, dan berpotensi membuat persaingan di dalam industri semakin rendah dan kurang memberikan insentif bagi bank di bawah BUKU IV untuk menambah modal intinya. Perkembangan ini mendesak perlunya konsolidasi yang lebih serius untuk melakukan merger dan akuisisi (MA) dengan format yang lebih realistis.

Perlambatan kinerja kredit dan DPK dari bank BUKU I, BUKU U, dan BUKU III bisa jadi bersifat temporer ketika ekonomi Indonesia menunjukkan perlambatan pada 2015. Namun, ada tren berlanjut turun pada 2016 kendati ekonomi Indonesia tumbuh membaik pada 2016.
Tidak dapat dipungkiri kemungkinan ada perpindahan DPK menuju bank BUKU IV karena ada ketidakpastian ekonomi. Ketidakpastian membuat pemilik dana cenderung menempatkan simpanannya pada bank yang dianggap kuat. Trauma masyarakat masih melekat dengan bangkrutnya bank pada 1997 dan 2008.

Di tengah ketidakpastian ekonomi tersebut, pilihan masyarakat pada bank-bank yang dianggap mempunyai kekuatan aset yang besar bersifat rasional. Ketidakpastian ekonomi menambah persaingan bank menjadi semakin menurun dan menguntungkan bank BUKU IV. Kendati demikian keberadaan bank BUKU I, BUKU II dan BUKU III tetap diperlukan untuk mendukung penguatan ekonomi.

Disparitas pertumbuhan aset terutama antara BUKU I dan BUKU IV menunjukkan segmentasi yang semakin menguat di antara kelompok bank tersebut. Pernah dilakukan studi perbankan Indonesia ketika perbankan masih dibagi menurut kepemilikan (Widyastuti dan Armanto, 2013).

Studi tersebut mencatat pasca-Arsitektur Perbankan Indonesia (API) ada kecenderungan tingkat persaingan yang menurun. Selain itu, struktur industri pada saat periode konsolidasi berada dalam kompetisi monopolistik menjadi cenderung menuju monopoli atau oligopoli yang berkolusi setelah diterapkan API.

API merupakan upaya Bank Indonesia untuk membuat bank semakin ter-konsolidasi dan penguatan permodalan. Arah dan tujuan API diperkuat dengan pengelompokan bank menurut BUKU.

Untuk itu, otoritas perlu mencari jalan keluar bagaimana membuat tingkat persaingan semakin meningkat di tengah preferensi masyarakat saat ini dan menunjukkan keberpihakan yang lebih besar untuk penguatan bank di bawah BUKU IV.

UU yang Beri Celah Virus Berbahaya

dok.chandraekajaya

PADA dekade 1960-an, wabah virus PMK (penyakit mulut dan kuku) atau Aphthae epizooticae pernah melanda Indonesia. Virus yang dikenal juga sebagai virus FMD {foot and mouth disease) ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia. Amat jarang manusia tertular PMK, di mana korban umumnya para peneliti di laboratorium virus yang mengalami kecelakaan kerja. Virus PMK hanya menyerang ternak ruminansia, yaitu sapi, kerbau, kambing, dan hewan memamah biak lainnya. Hewan yang terjangkiti akan kesulitan makan selama beberapa hari, lalu mati.

Virus yang tergolong famili Pi-cornaviridae ini macamnya ada tujuh serotipe, yaitu O, A, C, SAT 1 sampai 3, dan Asia 1. Yang pernah menyerang Indonesia termasuk serotipe O. Penyebaran virus PMK sangat cepat melalui udara atau terbawa oleh alat-alat pertanian, pakaian, dan semacamnya.cAkibatnya, tentu saja kerugian ekonomi yang luar biasa bagi bisnis peternakan. Juga bagi masyarakat pada umumnya karena harga daging sapi bakal meroket karena produksi daging jadi sangat berkurang. Satu-satunya cara menanggulanginya adalah vaksinasi. Ketika virus PMK menyerang Indonesia, negara tetangga kita, Australia, sangat terancam. Peternakan merupakan sumber ekonomi utama bagi mereka. Jumlah sapi di sana lebih banyak daripada jumlah penduduknya. Jumlah temak lain seperti domba jauh lebih banyak lagi, berkali-kali lipat jumlah manusianya.

Sangat mungkin virus dari Indonesia menyebar ke sana, lalu menimbulkan kebangkrutan parah. Untuk mencegahnya, pemerintah Australia pun bertekad memerangi virus PMK di Indonesia. Caranya dengan mengucurkan dana jutaan dolar dari Colombo Plan agar Indonesia bisa membuat vaksin untuk virus PMK. Dari dana tersebut, berdirilah kompleks Pusat Veterinaria Farma (Pusvetma) di Wonocolo, Surabaya. Saya jadi karyawan di sana pada saat itu. Saya dikirim untuk memperoleh pelatihan kultur jaringan (tissue culture) di Commonwealth Serum Laboratories (CSL), Melbourne, Australia, pada 1977.

Disusul dengan pelatihan produksi vaksin virus PMK di Ani-mal Virus Research Institute (AVRI) Pirbright, Surrey, Inggris, setahun kemudian. Berkat dukungan dana dan pelatihan dari pemerintah Australia tersebut, negara kita kemudian dinyatakan bebas dari virus PMK. Wabah virus PMK masih bisa terjadi lagi. Sayangnya, teknologi pembuatan vaksin tiga puluhan tahun silam tidak berlaku lagi sekarang. Dulu, metodenya meliputi pembiakan virus PMK dalam jumlah ribuan liter, yang berarti ada kemungkinan terlepas (escape) dan menjangkiti lingkungan.

Risiko tersebut kini dianggap terlalu tinggi. Sebagai gantinya, standar pembuatan virus PMK zaman sekarang adalah menggunakan protein rekombinan. Tapi, biaya metode baru ini jauh lebih mahal. Karena itu, apa pun yang terjadi, pemerintah wajib menutup semua celah masuknya kembali virus PMK ke Indonesia. Bukan hanya untuk melindungi para peternak Indonesia dan stabilitas harga daging di Indonesia, tapi juga karena kita berutang budi kepada Australia. Jika PMK sampai mewabah kembali, segala usaha pada dekade 1970-an dan 1980-an di atas akan sia-sia.

Kini, Indonesia punya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. UU baru tersebut memperbolehkan impor daging dan temak berbasis zona, yang berarti meliputi juga negara-negara yang belum dinyatakan bebas virus PMK. Berbeda dengan aturan terdahulu yang lebih selektif karena izin impornya berbasis negara-negara. Keruan saja, UU yang berpotensi bahaya ini diajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

MK ternyata memutuskan untuk tidak membatalkan UU tersebut, melainkan hanya memberikan persyaratan yang agak lebih ketat. Impor dari negara rentan PMK masih boleh dilakukan asalkan kondisinya darurat. Putusan kontroversial ini berujung ditahannya Patrialis Akbar, salah satu hakim MK, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tempo hari. Dia diduga menerima suap berkaitan dengan uji materi tersebut.

Di samping kasus suap hakim MK tersebut, yang tak kalah memprihatinkannya adalah masih terancamnya Indonesia oleh virus PMK. Bisa jadi, impor daging berbahaya akan dilakukan hanya demi menurunkan harga daging sapi. Padahal, bahaya yang dibawanya sangat mungkin menimbulkan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar daripada keuntungan yang diharapkan. Karena itu, pemerintah perlu tegas dan bijaksana menyikapi putusan MK tersebut. Meski ada celah kondisi darurat, pemerintah jangan sampai mengizinkan impor daging dan temak dari negara-negara yang belum dinyatakan bebas virus PMK. Lebih bijak membeli hanya dari negara-negara yang produknya lebih aman, meski harganya agak lebih mahal.

Ancaman virus PMK dengan penyebaran lewat udaranya sama sekali tidak boleh diremehkan. Bayangkan jika Indonesia sampai kembali terkena, lalu kali ini menular ke Australia. Bukan hanya Australia yang akan celaka. Dengan sangat banyaknya hewan temak di negara tetangga kita tersebut, apa pun usaha Itita nanti, nyaris mustahil Indonesia akan bisa bebas lagi dari virus PMK. Begitulah malapetaka yang sekarang harus kita cegah.

Guru besar patologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman Datang Ke Indonesia

Dok.Chandra Ekajaya

 

Pengusaha Chandra Ekajaya mendapatkan informasi bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud siang ini akan mendarat di Jakarta. Meskipun secara personal kunjungannya tampak menghebohkan, pemerintah memastikan penyambutannya tidak berlebihan. Sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk menyambut raja berusia 81 tahun itu sejak dari bandara.

Dok.Chandra Ekajaya

Sejak kemarin, sejumlah anggota rombongan raja sudah mendarat di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Siang ini, Raja Salman dijadwalkan tiba menggunakan pesawat Saudi Airlines. Untuk keperluan tersebut, bandara akan ditutup selama satu jam demi memuluskan protokoler ketibaan raja. Ini merupakan hal yang wajar karena tamu yang akan datang ke negara ini adalah orang yang sangat penting.

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pengertian para penumpang di bandara Halim terkait kemungkinan terganggunya jadwal penerbangan. “Lebih sabar saja, karena yang complicated itu saat rajanya mendarat,” terangnya. Pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa Raja Salman dijadwalkan mendarat pukul 12.30. Semoga saja pesawat yang mengantarkan sang pemimpin kerajaan di Timur Tengah itu tidak terlambat terlalu lama.

Expected delay tersebut telah diumumkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Notice to airmen (notam) Nomor A0687/17. Seluruh penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta diperkirakan mengalami keterlambatan selama dua jam hari ini, antara pukul 12.00-14.00. Sebanyak tujuh pesawat wide dan narrow body akan dikerahkan untuk membawa rombongan Raja Salman beserta barang-barang logistiknya.

“Karena adanya kegiatan VIP, maka Semua departure dan arrival expected delay” ujar Plt Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J. A Barata di Jakarta, kemarin (28/2). Notam tersebut telah dikirimkan pada seluruh pilot dan maskapai penerbangan. Sehingga, dapat disampaikan pada calon penumpang. Pengusaha Chandra Ekajaya sangat mendukung penyambutan itu.