Chandra Ekajaya Tak Minder Bisnis Laundry

Chandra Ekajaya Tak Minder Bisnis Laundry 2

Chandra Ekajaya adalah seorang pengusaha yang paling semangat dalam memperjuangkan bisnis laundry di wilayah Palangka Raya. Ia bersama dengan rekan-rekan yang melakukan bisnis laundry menggelar konferensi tingkat daerah pertama. Kegiatan ini awalnya berawal dari kopi darat atau temu kopi. Mereka sering bertukar pikiran mengenai kendala dalam pengelolaan bisnis laundry. Dari rutinitas pertemuan inilah akhirnya mereka memutuskan untuk membentuk sebuah komunitas pengusaha laundry di wilayah kabupaten tersebut. Selain sharing tentang bagaimana menghadapi kendala dan saling memberikan dukungan, komunitas ini juga mengadakan lokakarya. Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa barang-barang yang dipercayakan untuk dicuci dan dibersihkan kepada pengusaha laundry benar-benar bersih dan menggunakan bahan pembersih dan pewangi yang aman. Dalam workshop ini mereka benar-benar mengerti cara kerja dari pebisnis laundry. Tetapi mengenai formula pembersih dan manajemen operasional bagaimana bisnis laundry berjalan tidak dibagikan kepada masyarakat. Sebab hal itu merupakan rahasia tiap perusahaan.

Chandra Ekajaya Tak Minder Bisnis Laundry

Pengetahuan yang baru selalu muncul saat kopdar yang dilaksanakan oleh komunitas ini. Chandra Ekajaya memberikan penjelasan terkait komunitas ini selaku pendiri dan ketua. Alasan paling dasar mengapa komunitas ini dibentuk adalah untuk menjalin dan menjaga tali silaturahmi antarpengusaha laundry. Selain itu untuk menentukan kebijakan bersama mengenai harga dan bagaimana mewujudkan persaingan yang sehat sehingga menghasilkan hal yang positif bagi para pelaku usaha. Pengusaha Chandra Ekajaya selalu mengatakan bahwa bekerja dengan membentuk suatu komunitas atau asosiasi akan lebih mudah untuk meningkatkan omzet dan pendapatan. Karena dengan adanya komunitas ini maka para pengusaha dan pebisnis yang linier dengan bisnis laundry pasti akan memberikan dukungan ataupun bantuan bagi pebisnis yang membutuhkan. Bila melihat cara kerjanya, sebenarnya pengusaha kelahiran Malang, Jawa Timur ini menggunakan metode dan strategi yang diterapkan oleh etnis Tionghoa di Indonesia. Mereka kuat dalam berjejaring dan saling membantu serta mendukung usaha apapun yang dilakukan oleh golongannya. Inilah semangat yang perlu dan patut ditiru. Jadi justru bukan merasa tersaingi, hanya saja lebih diatur mengenai pembagian keuntungan.

Sarasehan Pengusaha Toko Modern

Sarasehan Pengusaha Toko Modern 2

Toko modern di kabupaten Wonosobo semakin tumbuh dan berkembang, tetapi sayang, pertumbuhan ini tidak diimbangi dengan dukungan masyarakat. Sebab, justru masyarakat yang paling banyak mengeluh karena usaha dengan jenis frenchise dan waralaba. Menurut mereka dengan semakin suburnya toko modern ini maka akan mematikan toko-toko yang dikelola oleh masyarakat. Padahal kekhawatiran ini hanya berdasarkan asumsi. Belum ada fakta ataupun penelitian yang menunjukkan hasil bahwa keberadaan toko modern dalam bentuk waralaba akan mengancam kehidupan masyarakat. Sebab pihak pengusaha dari waralaba ini pun dapat menyesuaikan dengan kondisi dan keinginan masyarakat. Misalnya saja dalam sebuah toko ritel, masyarakat justru dapat menjual produk-produknya di toko tersebut. Tentu saja dengan keuntungan dan profit yang telah disepakati. Maka bila dilihat dari sudut pandang yang lain, justru bisnis waralaba ini akan sangat membantu masyarakat. Maka dari itu yang diperlukan adalah sosialisasi tentang jenis bisnis ini. Karena deru peradaban tidak akan pernah bisa dihindari.

Sarasehan Pengusaha Toko Modern

Para kelompok pengusaha bertemu dengan pebisnis senior, yaitu Chandra Ekajaya. Pengusaha senior ini berjanji akan menjadi juru bicara dengan pemerintah daerah supaya digelar acara sarasehan yang dapat menjembatani cara pandang kedua belah pihak. Menurutnya, ini hanya soal salah paham saja. Jika masyarakat sudah diberikan pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang bisnis waralaba, maka ke depannya masyarakat justru akan mendukung konsep bisnis ini. Pengusaha Chandra Ekajaya menekankan kepada para pengusaha muda supaya mereka dapat menjelaskan secara rinci dan detil kepada masyarakat bagaimana konsep bisnis waralaba. Mereka juga perlu menjelaskan kepada masyarakat supaya masyarakat tahu bahwa mereka bisa berperan, bahkan boleh mendirikan usaha waralaba. Pemerintah pun harus memberikan pelatihan, pembinaan, dan pendidikan supaya masyarakat tidak langsung antipati dengan segala produk globalisasi. Sebab ini akan berpengaruh pada investasi di wilayah tersebut. Jika masyarakat menolak konsep investasi, maka daerah yang hanya mengandalkan APBD biasanya tidak akan pernah maju. Karena negara saat ini sedang dalam kondisi defisit. Maka tidak heran jika banyak daerah yang membuka peluang investasi kepada para pengusaha.

Izin Galian C Sulit

Izin-Galian-C-Sulit

Penambangan memang merupakan ladang uang yang sangat menggiurkan. Tetapi untuk permasalahan izinnya pun sangat susah. Sebab saat ini untuk galian tipe C, yang memberikan kewenangan adalah pemerintahan provinsi. Maka dari itu beberapa kelompok pengusaha yang bergerak di sektor pertambangan, khususnya galian tipe C membentuk asosiasi dan melakukan audiensi ke dewan perwakilan rakyat daerah. Sebab menurut kebijakan, regulasi, dan aturan yang baru, maka seluruh kegiatan pertambangan harus mendapatkan izin dari Dinas Pertambangan dan Energi di setiap provinsi. Regulasinya pun sangat ketat. Maka dari para pengusaha yang bergerak di wilayah daerah merasa kesulitan saat mengerjakan proyek. Inilah yang menjadi dasar mereka untuk meminta audiensi ke dprd provinsi. Menurut mereka, saat ini untuk mengurus perizinan pada galian tipe C lebih rumit. Apalagi kompetensi tiap orang di setiap wilayah pasti berbeda. Maka akan sangat susah jika dibuat standar sesuai regulasi. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak menyelahkan para aparat yang melaksanakan perintah.

Izin Galian C Sulit 2

Aparat pasti hanya melaksanakan peraturan yang sudah ditetapkan. Tetapi dari sisi pengusaha, seperti Chandra Ekajaya, kebijakan ini nantinya akan berpengaruh pada penyerapan anggaran. Selain itu para penambang juga mempertanyakan kenapa proyek-proyek yang didanai oleh anggaran pendapatan belanja negara bisa berjalan tanpa harus direpotkan dengan perizinan. Dari segi nasionalisme, tentu saja mengutamakan kepentingan negara tentu lebih mulia bila dibandingkan kepentingan pribadi. Sayangnya, waktu untuk proses pelelangan sudah sangat mendesak dan mepet, sedangkan masih banyak jasa konstruksi yang belum mendapatkan izin galian c. Pengusaha Chandra Ekajaya hanya ingin kepentingan desa saat membangun infrastruktur dipermudah. Sehingga kepentingan bersama ini dapat didahulukan karena menyangkut tentang kesejahteraan masyarakat. Pebisnis ini pun menyayangkan pemerintah karena tidak memberikan sosialisasi terlebih dahulu secara intens kepada para pebisnis ataupun pelaku usaha. Kejadian ini bisa dihindari dengan kerap bertemu dan mencari solusi bersama. Sebab pelaku usaha pun pasti sangat mendukung kegiatan yang memajukan kesejahteraan bangsa dan negara. Oleh sebab itu para pengusaha pasti mendukung serta mempunyai nasionalisme yang tinggi.

Chandra Ekajaya Impor Bahan Baku

Chandra Ekajaya Impor Bahan Baku

Sebagai seorang pengusaha kertas, Chandra Ekajaya mengimpor keping kayu untuk digunakan sebagai bahan mentah industri kertas. Nilai impor ini, dalam setahunnya mencapai 1,5 triliun rupiah per tahunnya. Ini merupakan konsekuensi dari kebijakan yang paling baru dari pemerintah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui menterinya, Siti Nurbaya telah menerapkan kebijakan baru mengenai pembangunan hutan tanaman industri di lahan gambut. Sebab kebanyakan pohon yang nantinya diolah menjadi keping kayu berada di hutan lahan gambut. Pengusaha yang hidup di tanah air Indonesia, pasti akan menuruti kebijakan dari pemerintah Indonesia. Sehingga pasti akan taat dan patuh kepada kebijakan dan regulasi yang berlaku. Meskipun bila dilihat dari sisi yang lain pengusaha harus mengimpor bahan mentah dari luar negeri yang nilainya mencapai 1,5 triliun per tahunnya. Impor ini bertujuan supaya mesin yang digunakan terus beroperasi. Sebab bila sampai tidak beroperasi dalam jangka yang lama, maka biaya perbaikan mesin lebih mahal.

Chandra Ekajaya Impor Bahan Baku 2

Dua bulan yang lalu, tepatnya pada bulan Februari 2017, Siti Nurbaya selaku menteri LHK mengeluarkan regulasi tentang pelaksanaan pemulihan ekosistem gambut. Pengusaha Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa dalam peraturan tersebut terdapat poin yang berisi tentang konservasi dan konsesi hutan tanaman industri. Kebanyakan hutan tanaman industri ini dimasukkan dalam kawasan hutan dengan fungsi ekosistem gambut. Maka dari itu para pengusaha industri harus mengubah atau merevisi rencana kerja usaha. Sebab konsesi yang masuk ke dalam fungsi ekosistem gambut hanya boleh dipanen sekali, setelah itu tidak boleh ditanami kembali karena diadakan pemulihan. Kini banyak pengusaha yang mengimpor bahan mentah keping kayu dari Malaysia dan Thailand. Kertas masih tetap harus diproduksi, karena pendidikan di Indonesia masih memerlukan kertas sebagai media untuk menyalurkan ilmu pengetahuan dalam bentuk buku. Oleh sebab itu kertas-kertas masih diperlukan. Makanya pengusaha industri kertas lebih memilih untuk mengimpor bahan baku supaya industri tetap berjalan. Selain karena alasan pendidikan, industri kertas juga menyerap banyak tenaga kerja. Maka Chandra Ekajaya berkata bahwa sangat rawan jika industri ini diberhentikan secara sepihak.

Chandra Ekajaya Pengusaha Sembako

Chandra Ekajaya Pengusaha Sembako

Chandra Ekajaya tidak menjadi seorang pengusaha karena faktor keturunan. Ia menjadi pengusaha karena usaha dan kerja kerasnya dalam mengarungi kehidupan yang penuh karang nan terjal ini. Pada mulanya bekerja di sebuah warung sembako yang kecil. Dari sinilah ia bisa belajar tentang takaran dan harga dari semua barang sembako. Seperti minyak goreng, gula, beras, garam, dan sebagainya. Sayangnya, manajemen dari pemilik warung sembako tersebut kurang baik, sehingga akhirnya warung tersebut bangkrut dan tutup. Karena warung sembako tersebut gulung tikar, akhirnya Chandra Ekajaya harus mencari pekerjaan yang lain. Akhirnya ia bekerja di sebuah perusahaan kertas. Walaupun tidak mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut, karena kerja keras dan ketekunannya, ia dijadikan sebagai manajer di kantor cabang sebuah kabupaten. Dari sini ia belajar tentang dunia manajemen. Setelah sepuluh tahun bekerja di perusahaan tersebut, pengusaha ini memutuskan untuk mengundurkan diri dan mendirikan usaha sendiri. Ia kemudian mendirikan sebuah usaha sembako.

Chandra Ekajaya Pengusaha Sembako 2

Pada mulanya ia mendirikan sebuah rumah yang nantinya akan digunakan juga sebagai warung sembako. Karena daerah tersebut masih sepi, maka dagangannya masih belum terlalu laku. Akhirnya ia mempunyai ide yang sangat brilian. Pengusaha Chandra Ekajaya kemudian membangun 20 rumah di sekitar rumahnya. Lalu rumah-rumah tersebut dikontrakkan dengan harga yang terjangkau. Sasarannya adalah kelas menengah ke bawah yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang. Sehingga nantinya mereka akan membeli sembako di warung miliknya. Cara marketing ini diperolehnya dari perusahaan kertas yang pernah menjadi tempat kerjanya. Prinsip dasarnya adalah membuat pasar supaya barang-barang dagangan atau produksi yang siap jual bisa didistribusikan. Itulah yang menjadi kunci suksesnya. Itulah alasan kenapa banyak warung sembako yang bangkrut dan gulung tikar. Sebab mereka tidak memikirkan tentang pasar. Seharusnya yang mereka pikirkan pertama kali adalah mengenai pasar. Jadi nantinya jelas arah ke mana barang-barang tersebut didistribusikan. Pengusaha Chandra Ekajaya selalu bekerja menggunakan matriks yang jelas dan rencana kerja yang tepat. Sehingga kini usahanya bisa berjalan dengan maksimal dan optimal.

Chandra Ekajaya Kaus Wisata

Chandra-Ekajaya-Wisata

Pengusaha Chandra Ekajaya memulai usaha dengan tiga mesin jahit dan tiga karyawan, kini ia mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat Desa Bantul Kecamatan Pandeglang. Menurut keterangannya, di balik usaha besar pasti ada jejak-jejak perjuangan. Berawal dari keinginan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga, membuat Chandra Ekajaya harus memutar otak untuk mencari penghasilan di luar pekerjaannya. Waktu luangnya dimanfaatkan untuk merintis usaha konveksi. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu pun mantap terjun dunia usaha pada tahun 2000. Saat itu ia hanya berpikir bahwa masih banyak waktu luang yang bisa dikerjakan untuk mendapat rezeki halal. Saat itu ia tidak mempunyai modal yang besar. Ia hanya mampu menyediakan tiga mesin jahit. Untuk mempromosikan produk CE Kaos, dia memanfaatkan media sosial yang sifatnya gratis. Ia gencar mempromosikan usahanya di media sosial yang dapat menjangkau Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Blora, nasional, dan bahkan internaisonal. Setelah promosi yang gencar tersebut, ada salah satu penjahit dari pabrik besar yang melamar kerja kepadanya.

Chandra Ekajaya Kaus Wisata

Mulai dari kejadian itulah pesanan pembuatan kaus dan seragam segera berdatangan. Pengusaha Chandra Ekajaya mengingat bahwa pesanan pertama lebih banyak seragam didominasi oleh salah satu universitas swasta di Bangka. Nominalnya saat itu sekitar Rp 20 juta. Dari tiga karyawan, ia akhirnya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di desanya. Kini, dia mampu memberdayakan 50 karyawan karena pesanan kaus dan seragam sangat banyak. Ia sangat beryukur karena bisa membantu tetangga yang membutuhkan pekerjaan. Omzet yang dihasilkannya pun cukup menggiyurkan. Lebih tinggi dibanding gaji yang diterimanya sebagai PNS. Pengusaha Chandra Ekajaya mempunyai keinginan besar untuk memotivasi rekan-rekannya PNS agar kreatif menciptakan usaha. Sehingga tidak mencari-cari penghasilan dari hal-hal yang kurang benar seperti korupsi. Saat ini dia mengembangkan kaus wisata yang memiliki nilai jual tinggi dan dibutuhkan banyak orang. Kaus-kaus tersebut dijual di tempat-tempat yang strategis dan memang sudah terkenal sebagai tempat wisata. Ia melakukan kerjasama dengan beberapa pihak yang terkait.

 

Bagaimana Chandra Ekajaya Torehkan Sukses bersama Tani Mandiri Ketika Tanam Purwoceng

Chandra Ekajaya

Kata mutiara yang selalu tertanam dalam diri pengusaha Chandra Ekajaya kelahiran Malang, Jawa Timur satu ini kata mutiara yang disampaikan oleh Mark Zuckerberg. Seorang CEO jejaring sosial Facebook, berujar bahwa aturan paling sederhana dalam bisnis adalah jika Anda mengerjakan suatu hal yang paling mudah terlebih dahulu, maka sebenarnya Anda telah banyak membuat sebuah kemajuan. Terutama dalam bisnisnya, ia pun merupakan seorang inisiator sekaligus konseptor akan keberhasilan sebuah padepokan tani yang baru-baru ini merebak di kalangan netizen bernama Tani Mandiri. Tani Mandiri merupakan sekelompok petani dari Dieng, Jawa Tengah yang memiliki fokus dalam penanaman tumbuhan penambah vitalitas pria tersebut.

Tanaman yang memiliki manfaat besar dalam menaikkan vitalitas pria itu dikenal dengan nama Purwoceng. Barangkali Anda sering mendengar nama Mak Erot, sebagai salah satu sosok yang mampu meninggikan ukuran mr.P Anda. Nah, di daerah Dieng nama purwoceng pun menjadi salah satu tanaman yang paling bermanfaat dan paling menguntungkan. Itulah upaya bertahun-tahun yang dilakukan oleh mantan buruh kebun apel tersebut, yaitu Chandra Ekajaya dengan membuka sebuah padepokan tani bernama Tani Mandiri. Tani Mandiri merupakan sekelompok petani yang kini menjadi sorotan publik tentang keberhasilannya mengenalkan tumbuhan purwoceng menjadi salah satu obat alternatif yang mendukung aktifitas seksual Anda.

Chandra Ekajaya

Tanaman ajaib yang hanya mampu tumbuh di dataran tinggi ini ditaksir memiliki potensi bisnis yang tinggi. Kesempatan itulah yang dibangun oleh pria berambut kribo tersebut sehingga bisnis ini sempat menjadi primadona baik di kalangan netizen maupun dunia riil. Bisnis Purwoceng milik Chandra Ekajaya tersebut memang kerap dilirik oleh para pengusaha asing untuk menjalin sebuah kerjasama terhadap usaha tani tersebut. Namun, ia tak begitu tertarik mendapatkan tandatangan kontrak meskipun kerjasama tersebut dijalin oleh beberapa industri obat-obatan terbesar di dunia. Pasalnya, tumbuhan tersebut memang sangat sulit dan langka untuk mengembangkannya di daerah- daerah lain. Tumbuhan satu ini pun konon hanya mampu tumbuh di Dataran Dieng.

Secara bisnis, permintaan akan bisnis purwoceng sangatlah besar dan potensial. Namun karena permintaan bisnis tersebut tak dapat terpenuhi, hal itulah yang membuat Chandra Ekajaya terjun ke masyarakat untuk mengajak mereka menanam tumbuhan anomalik tersebut. Untuk memberikan kepercayaan kepada para konsumen, purwoceng pun tak hanya dijual secara mentah. Namun, ia telah mengemasnya menjadi sebuah produk yang lebih menarik secara desain dan secara manajerial bisnis. Dibuat dengan campuran bahan herbal  yang luar biasa, purwoceng aman dikonsumsi oleh banyak orang sampai hari ini.

Dengan label PT. Sehat Kuat, Chandra Ekajaya telah membentuk perusahaan tersebut dan telah beroperasi lebih dari 10 tahun mengenalkan purwoceng sebagai satu-satunya jamu yang paling terpercaya. Sampai hari ini pesanan akan produknya pun dapat dinikmati oleh semua masyarakat di Indonesia dan luar negeri. Setiap bulannya produk tersebut mampu terjual sebanyak 1000 hingga 5000 bungkus purwoceng. Dengan penjualan yang cukup fantastis tersebut, ia pun juga berhasil membuat bisnis tersebut sangat potensial dengan membuktikan diri mampu meraih omzet bulanan mencapai miliaran rupiah. Distribusi purwoceng miliknya pun semakin meluas dengan memanfaatkan reseller yang menawarkan tiap sachet minuman ke daerah-daerah. Ya, itulah kisah sukses bisnis purwoceng yang sangat bermanfaat. Nah, bagi Anda yang membutuhkan stamina ketika hendak melakukan hubungan suami istri, minuman ini akan membantu Anda. Selamat mencoba!

Kisah Inspiratif Chandra Ekajaya Dirikan Q Pizza

Chandra Ekajaya kenalkan Q Pizza

Perempuan yang berjuluk The Iron Lady, Margaret Thatcher pernah memberikan sebuah kata mutiara bahwa kesuksesan adalah campuran dari memiliki bakat untuk bidang yang Anda lakukan dan harus didasari dari upaya bekerja keras dan memiliki tujuan. Dari kutipan tersebut dapat dikatakan sesuai dengan pepatah no pain no gain, bahwa mereka yang tak melakukan kerja keras maka tak dapatlah ia sebuah kesuksesan. Kerja keras dan memiliki tujuan adalah dua hal yang diumpamakan seperti mata uang yang memiliki sisi yang berbeda namun berada dalam sebuah ruang yang sama. Kedua hal tersebut juga menjadi representasi entrepreneur satu ini, yaitu  Chandra Ekajaya. Seorang pengusaha yang dikenal sukses menekuni bisnis kuliner western yaitu pizza.

Dengan brand kulinernya yaitu Q Pizza, ia berhasil menorehkan sebuah kesuksesan yang luar biasa. Dalam hal ini keberhasilan yang ia capai pun tak lepas dari semua pengalaman bisnisnya yang harus berakhir di tengah jalan. Dengan usaha mencoba-coba, disiplin, dan kerja keras membuat pebisnis  muda satu ini pun meraih sukses lewat bisnis berlogo seloyang pizza dengan bendera merah putih. Kini bisnisnya telah merajai dunia kuliner Indonesia dengan kekhasan cita rasa dan nuansa yang sangat Indonesia.

Baca artikel lainnya: Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman

Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini lahir dari keluarga dengan taraf ekonomi yang berkecukupan. Ibunya yang seorang buruh cuci dan ayahnya yang merupakan buruh perkebunan apel membuat Chandra kecil sudah mengenal dunia kerja untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Setiap pukul empat pagi ia harus sudah siap di pasar untuk membantu menata beraneka ragam sayur mayur, dan hasil pertanian untuk dijual di pasar tradisional tersebut. Kemudian tumbuh menjadi remaja, ia pun harus berpisah dengan kedua orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah atasnya yang dibiayai dari usaha kerasnya bekerja sebagai buruh perkebunan apel milik pamannya.

Ia dikenal memiliki sifat disiplin dan rajin dalam melakukan pekerjaannya. Setiap pekerjaan yang ia garap selalu rapi dan tuntas, sehingga pamannya pun mempercayakan kepadanya untuk memegang bisnis apel pamannya dengan berlaku sebagai seorang mandor kebun. Disana ia melakukan berbagai hal yang dilakukan oleh para mandor kebanyakan, yaitu untuk memantau kinerja ratusan buruh kebun yang ada di lahan apel milik pamannya tersebut. Kini usaha perkebunan apel milik pamannya pun telah dikenal luas oleh pasar, dimana produk apel milik pamannya tersebut selalu menghasilkan buah yang memuaskan. Dagingnya yang lembut serta manisnya yang sangat istimewa membuat apel milik pamannya menjadi primadona di pasar apel Indonesia.

Terhitung sukses menjalankan bisnis perkebunan apel milik pamannya, Chandra pun tak terasa telah merampungkan sekolahnya di bangku SMA. Pada saat itu, ia pun pamit untuk meninggalkan kebun apel pamannya untuk melanjutkan studinya di bangku kuliah sekaligus memberikan tambahan pada pengalaman bisnisnya. Pengalaman-pengalaman tersebut pun menuai hasil positif, dimana ketika ia memutuskan merantau di Semarang, Jawa Tengah dengan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta, ia membuat sebuah bisnis yang sangat menarik di bidang kuliner. Bisnis tersebut berupa reseller makanan ringan dan jajanan pasar untuk didistribusikan ke toko, kantin, dan beberapa tempat perbelanjaan lainnya.

Dari sanalah pengalaman bisnisnya pun terus tumbuh dan membuahkan hasil, dimana lewat jajanan pasar miliknya ia berhasil meraup untung yang luar biasa. Separuh dari pendapatan pun diperuntukkannya untuk membuka lahan bisnis dan memenuhi kebutuhan hidup, serta sisanya pun sebagian dikirimkan kepada orangtuanya sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi yang ditanggung oleh ayahnya.

Tak terasa menjalankan bisnis tersebut selama hampir tiga tahun, ia pun mendapatkan surat peringatan untuk membayar uang tanggungang kuliah. Karena keterbatasan biaya yang tengah dialaminya, dengan berat hati ia pun melepaskan kesempatan kuliahnya tersebut dan lebih memilih untuk fokus dalam dunia bisnis. Sembari menggarap distribusi makanan tradisional atau jajanan pasar ke beberapa tempat, ia pun berniat membuka sebuah usaha mandiri di bidang yang sama yaitu kuliner.

Pada saat itu ia tengah lewat ke pusat kota dan melihat ada sebuah restoran yang ramai, dan ternyata adalah restoran pizza. Dari sanalah ide bisnis tersebut muncul dan akhirnya dikerjakan olehnya menjadi sebuah brand produk yang kini sangat populer di Indonesia. Dari tangan kreatifnya ia pun berhasil meracik sebuah produk kuliner berupa sajian khas Italia, yaitu Pizza. Ya, tentu kalian pernah mendengar pizza bukan? Atau barangkali mencoba begitu nikmatnya makanan yang berbentuk bulat dan ditaburi dengan aneka toping tersebut. Hanya saja harganya yang mahal pun menjadi kendala konsumen untuk dapat menyatap makanan bercita rasa tinggi itu. Dari peristiwa itulah ia pun mencoba meracik resep berkualitas untuk membuat seloyang pizza dengan sensasi dan cita rasa khas Indonesia.

Lewat Q Pizza, ia pun membuat seloyang pizza dengan penuh cinta dan menggunakan bahan-bahan baku pilihan. Selain itu, rasa rempah yang terasa sangat Indonesia pun juga dijadikannya sebagai bahan untuk membuat makanan primadona tersebut. Selama hampir 9 tahun ia membangun brand produknya tersebut hingga akhirnya mampu diminati oleh para konsumen hari ini. Para konsumen tersebut memilih Q Pizza karena sensasi yang ditawarkannya pun begitu sangat menarik. Dalam hal ini, kemenarikan pizza buatannya pun terletak pada bumbu kunci yang tak dimiliki oleh produsen kuliner satu ini.

Baca artikel lainnya: Pengusaha Chandra Ekajaya Oke Oce

Dengan taburan rempah-rempah yang menghangatkan tubuh, ia pun meraciknya dengan sangat teliti, dimana trial dan error pun tak luput dari eksperimen yang dibuatnya. Dalam hal ini, mereka pun membuat sebuah keputusan yang luar biasa dengan membuat Q Pizza sebagai sebuah brand produk yang kaya akan kualitas rasa yang sangat terpercaya. Untuk satu loyang pizza miliknya pun dibanderol dengan harga yang sangat ekonomis, yaitu antara Rp 45 ribu hingga Rp 120 ribu. Beraneka macam varian rasa seoerti, sosis, daging sapi, tuna, dan sayuran menjadi nilai tambah bagi produk Q Pizza. Produk ini pun juga berhasil memancarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan berbagai cabang yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Kini, lewat keuntungan yang diperoleh dari Q Pizza, ia pun mengaku mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Saat ini Q Pizza juga telah menjelma sebuah bisnis kuliner yang tumbuh secara pesat. Keras kerasnya itu pun membuahkan hasil dengan semakin menjamurnya cabang dari produk tersebut hingga 25 cabang yang berada di seluruh Indonesia. Dari semua cabang, setiap bulannya ia pun berhasil menembus keuntungan hingga milyaran rupiah. Dengan keuntungan tersebut, ia pun tak tinggal diam dengan menerima secara otomatis keuntungan bisnisnya. Dari hasil riset yang ditunjukkan, ia pun terus mengembangkan produk-produknya agar lebih inovatif sekaligus mengajak mereka untuk mampu bermitra bersama Q Pizza. Ya, itulah kisah bisnis yang paling inovatif buatan wirausahawan muda Chandra Ekajaya. Kapan kamu? Simak arikel lainnya mengenai berbagai tips sukses dengan bisnis.

Pengusaha Muda Chandra Ekajaya Jutawan Katering Mahasiswa

dok.pengusaha chandraekajaya

Setinggi tingginya jabatan tetaplah kalian seorang karyawan, Sekecil kecilnya pengusaha kalian adalah Bos nya. Kata kata itu sering kita dengar dari pengusaha yang sudah tutup usia “Bob Sadino”.

Ada yang terlahir kaya dan membuka bisnis, ada juga seorang pengusaha yang memulainya dari nol. Memulai sebuah bisnis yang sangat memutar otak, mencari apa yang akan di buka, mendapat modal dari mana, dimana tempat yang pas untuk membuka bisnisnya, pemasaran produknya, memikirkan bagaimana nantinya kalau bangkrut atau usahanya tidak jalan, memikirkan hal itu seorang pengusaha pastinya memerlukan waktu yang lama dan sangat menguras waktu.

Seorang pengusaha tidak bisa tidur, selalu bengong, setiap hari hanya memikirkan ide dan modal,  mengingat ingin menunjang kehidupan yang lebih baik lagi dan memikirkan untuk hari tua yang indah dan bisa jadi cerita. Pengusaha yang baik harus memikirkan semua itu dengan matang agar tidak salah langkah.  Tetap harus memikirkan aksi nya, seorang pengusaha jangan takut mencoba, dengan kegagalan kegagalan yang dialami akan membuat seorang pengusaha pemula akan menguatkan karakternya.

Berikut ini menceritakan seorang pengusaha yang sangat menginspiratif karena memang dia memulai usaha dari nol hingga menjadi seorang jutawan dia adalah Chandra ekajaya yang sukses dengan bisnis kuliner yaitu catering mahasiswa. Dia menceritakan mengapa pasarnya yang di target seorang mahasiswa, karena sorang mahasiswa istilahnya raja yang baru naik tahta, hujan sidikit malas untuk keluar kamar untuk beli makan, capek baru pulang dari kampus malas untuk mencari makan, ini adalah kesempatan buat kami untuk membuat sebuah bisnis memanfaatkan para mahasiswa yang malas.

Pengusaha yang memulai usahanya pada tahun 2013 dengan dua orang teman satu kampus dan satu kontrakan. Berawal dari malam hari saat mereka bertiga berkumpul, waktu hujan, hanya dengan bercerita dan memainkan gitar Febri berbicara kalau dirinya lapar dengan nada mengharap dia bilang kalau saja ada tukang catering murah dan bisa diantar enak ini.  Augit  dengan biasa saja menanggapi iya enak cateringnya yang tidak enak, canda dan tawa menghiasi malam hujan kala itu. Para calon calon pengusaha ini belum menyadari apa yang telah diucapkan itu adalah sebuah jalan menuju kesuksesan.

Chandra Ekajaya mulai memikirkan pekataan teman temannya semalaman, tidur tidak nyenyak hanya berkedip kedip tidak merasakan kantuk saat terpikir sebuah ide untuk membuka catering untuk mahasiswa tersebut. Ke esokan hari dia membangunkan para sahabanya tersebut, dengan dua gelas kopi aceh gayo tanpa gula  dia memulai pembicaraan “Kalau kita buka usaha catering untuk mahasiswa kira kira laku apa tidak ya? Lumayan lho kalau dihitung hitung labanya, aku yang masak deh” Febri dan Augit terdiam dan memikirkan ide tersebut. Dengan nada tegas kedua orang temannya menjawab kalau tidak kita coba mana mungkin bisa tahu bro!.

Oke kita buat konsepnya tegas calon pengusaha sukses tersebut. Pertama kita harus desain selebarannya dulu nih biar besok bisa kita sebar kata Febri, selesai mengerjakan desain lalu Augit segera mencetak dan menggandakannya. Ya disini bisnis catering untuk mahasiswa dimulai. Mereka memikirkan apa saja yang di butuhkan, tempat untuk menyebar brosur tersebut, dan lain sebagainya. Mereka butuh kompor gas beserta tabung, peralatan memasak, dan tempat yang baik untuk makanan catering nya. Tempat untuk pemasaran pertama yaitu kampus kampus terdekat, mengunggah di sosial media masing masing.

Kita pemasaran seminggu dulu, dalam seminggu kita berhasil mengumpulkan berapa calon konsumen kata ketua calon pengusaha tersebut. Setiap harinya ketiga sahabat itu pergi ke kampus kampus dengan membagi dikampus mana saja. Febri siap dengan mencatat dan membalas saat calon konsumen bertanya atau yang mau daftar. Satu hari berlalu, dua hari berlalu, tiga hari berlalu, dalam tiga hari ini sudah berapa orang yang mendaftar? 8 orang tapi lumayan ada yang memesan sehari 3 kali makan. Kalau di hitung per satu hari makan sudah ada 10 orang. Oke lumayan kita hubungi lagi untuk meminta uang mukanya.

Dari 8 orang atau jika dihitung sekali makan ada 10 orang, per-porsi makan kita hargai Rp. 8000 uang yang didapat jadi Rp. 240000, kita belikan dulu sterofoam 100 biji, plastik ½ kilo 1 bungkus, dan plastik wadah besar 1 bungkus sisanya buat pesan menu diwarung. Sebelum mereka masak menu sendiri mereka memang beli dulu di warung langganan mereka yang terkenal murah. Setelah seminggu terkumpul semua pelanggan pertamanya berjumlah 18 orang dan semua sudah memberikan uang muka. Semua uang terkumpul kurang lebih Rp. 500000 untuk 3 hari makan 18 orang. Setelah 3 hari berlalu dan semua pelanggannya  membayar lunas uang terkumpul semua uang masih Rp. 600000.

Setiap hari tiga sahabat ini membungkus makanan, mengantarkan dan masih terus memasarkan produknya. Minggu ke dua pengusaha ini ketambahan pelanggan semua pelanggannya menjadi 30 orang. Tidak lupa juga pengusaha ini menanyakan ke pelanggan apa yang kurang apa yang pelu  ditambah. Ternyata banyak juga mahasiswa yang antusias dengan bisnis catering yang pengusaha ini jalankan setiap minggu nya terus bertambah. Lewat kecerdasan berfikir pengusaha ini cuma membungkus dan hanya mengantarkan tidak susah susah memasak keuntungan sebulan pertamanya mencapai Rp. 3500000.

Melihat semua ini pengusaha yang sudah tidak meminta uang kiriman dari orang tua, semua tercukupi, uang bensin, makan, rokok, jajan, kontrakan bisa terpenuhi, mereka juga mengantarkan kehidupan yang lebih baik ke warung yang mereka belanja. Bulan bulan selanjutnya mereka berinisiatif untuk merekrut karyawan sebagai tukang antar makanan, bulan ketiga mereka mempunyai dua tukang antar yang di janjikan gaji Rp.600000 per bulan. Semakin banyak pelanggan cateringnya, ternyata pasarnya tidak hanya ke mahasiswa tetapi juga para karyawan kantor dan para guru-guru yang melihat dari sosial media.

Keberhasilannya tampak didepan mata, karena warung yang sering mereka belanja juga menambah karyawan. Chandra ekajaya mulai tampak lega dengan semua usahanya bersama dengan kedua sahabatnya. Mereka bertiga sudah menjadi pengusaha catering yang kebanjiran pesanan. Yang awalnya cuma buat sampingan ternyata bisa mencukupi kebutuhannya sehari hari malah malah bisa menabung. Di tahun pertama pengusaha ini membeli dua motor untuk karyawan pengantar makanan. Yang sebelumnya menggunakan motor pribadi sekarang menggunakan motor milik ketiga pengusaha tersebut. Tidak lupa untuk menaikkan gaji mereka menjadi Rp. 800000 perbulan.

Melewati pergantian tahun juga mahasiswa baru berdatangan bisnis catering terus merangsak naik. Ketiga pengusaha ini terus memasarkan produknya dan apa yang terjadi terlihat seperti rejeki nomplok untuk ketiga pengusaha ini. 400 box makanan setiap hari dia antarkan. Mereka juga merekrut empat karyawan lagi omset perbulannya mencapai Rp. 20 juta perbulan. Kesuksesan dalam berbisnis berimbas dengan kesuksesannya di bidang akademik. Ketiga pengusaha ini melanjutkan kuliahnya untuk mengganti karena selama tiga semester mereka tinggalkan untuk membangun bisnis kulinernya. Dengan dua semester mereka jalani dan semua lulus dengan gelar sarjana masing masing.

Sangat membanggakan karena pengusaha ini telah membeli rumah dengan uang keuntungan dari catering seharga Rp. 400 juta dan saat acara wisuda ketiga orang tuanya tidak susah susah mencari hotel. Tidak sampai disini semua kerja keras pengusaha ini telah rasakan menjadi jutawan, menjadi seorang Bos dan mempunyai banyak karyawan. Tahun ketiga pengusaha ini bisa membeli mobil mewah seharga Rp. 300 juta. Karena kedua orang temannya menikah dan sudah bekerja Pengusaha Chandra ekajaya menjalankan usahanya sendiri dan tetap membayar royalty kepada dua sahabatnya, awalnya menolak karena kedua sahabatnya sudah tidak mengurusi usaha kateringnya tersebut tapi pengusaha muda tersebut tetap memberi royalty karena tidak melupakan dulunya mereka bertiga yang membangun.

Tahun  tahun terberatnya karena sudah ditinggalkan kedua sahabatnya pengusaha ini kualahan menjalankan usahanya. Saran dari sang sahabat untuk mencari seorang marketing online, admin dan sekretaris yang mencatat semua pemasukan dan pengeluaran catering. Tidak berpikir panjang pengusaha muda tersebut merekrut orang orang terdekatnya untuk ketiga posisi tersebut. Sifat sifat manusia berbeda beda karena sang karyawan berposisi marketing tidak bisa maksimal pengusaha muda tersebut memberhentikannya. Sebab nantinya berhubungan dengan pendapatan. Dengan segala cara pengusaha muda ini mencari karyawan yang bisa diandalkan.

Tidak jauh jauh ternyata kekasihnya sendiri yang menempati posisi kosong dalam jajaran catering. Dengan demikian catering sudah tidak pincang lagi. Kesuksesan tidak bisa dicapai dengan instan, semua dilakukan dengan penuh kerja keras dan  pengorbanan. Pengusaha muda ini meninggalkan akademiknya untuk menjalankan bisnisnya. Bekerja keras mengantarkan produknya sendiri dengan motor tidak mengenal panas ataupun hari sedang hujan. Kehidupan yang berkecukupan sekarang ini adalah buah dari kerja keras yang pernah dia jalani. Sangat membanggakan bisa membayar ibadah haji kedua orang tua, membeli rumah, mobil.

Pengusaha muda ini kemudian melebarkan sayapnya untuk membuka sebuah Café di Yogyakarta, untuk tetap eksis di dunia bisnis. Namun minimnya pengalaman café jarang sekali yang datang. Sehari pemasukan hanya Rp. 200000 sangat sangat rendah. Pengusaha tersebut mencari seorang yang bisa memegang manajemen café nya dan siap menggaji besar jika bisa meramainakan cafenya tersebut dengan minimal pendapatan 1 juta perhari. Dengan keteguhan hati dan menunggu karena sudah berusaha utuk memasarkan produk café nya tersebut dengan promo promo yang sangat menarik tetapi sama saja belum mendongkrak café nya.

Pengusaha muda tersebut tetap membuka café nya agar pelanggan yang sudah ada tidak pindah ke yang lain atau meninggalkannya. Suatu ketika teman lamanya datang dan bilang kepada pengusaha tersebut usaha café nya telah diganggu orang jahil yang melbatkan makhluk halus, pengusaha tersebut langsung mencari cara agar terlepas dari gangguan gangguan yang ada di cafenya tersebut. Dengan datang ke tempat seorang kiai yang atas masukan dari soerang karyawannya yang bernama Pungkas, pengusaha itu langsung menemui kiai tersebut dan menceritakan semua kejadian yang ad di café.

“Saya tidak mendapatkan ini dengan bermimpi atau berpikir tentang hal itu. Aku sampai di sini dengan melakukan hal itu”. “Kalau Anda tidak pergi setelah apa yang Anda inginkan, Anda tidak akan pernah memilikinya. Jika Anda tidak meminta, jawabannya selalu tidak ada. Jika Anda tidak melangkah maju, Anda selalu di tempat yang sama”. “Saya menikmati kebebasan dalam mengendalikan kapal. Saya suka mengendalikan elemen, membuat angin dan ombak, serta air bagi pekerjaan saya”. “Kita harus memiliki tema, tujuan, maksud dalam hidup kita. Jika Anda tidak tahu di mana sasaran, Anda tidak memiliki tujuan. Tujuan saya adalah hidup saya sedemikian rupa ketika aku mati, seseorang bisa mengatakan dia peduli”.

“Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat paling penting yang pernah saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar dalam hidup. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal – hal-hal ini hanya jatuh jauh dalam menghadapi kematian, meninggalkan apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa Anda akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir Anda memiliki sesuatu untuk kalah. Anda sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda”“Saya belajar, bukan eksekutif yang baik. Saya seorang pengusaha, dan saya kreatif. Saya harus pergi dan melakukan apa yang ingin saya lakukan”

Semua itu kata kata yang selalu Pengusaha ini pegang teguh untuk keberhasilannya. Selamat dan Salam Sukses!

Dia pernah masuk ke dalam panama papers sebagai Pengusaha  https://panamapapers.icij.org/

Pengusaha Bisnis Waralaba

Waralaba

Pebisnis pemula saat ini kebanyakan menjatuhkan pilihannya kepada bisnis waralaba. Hal ini wajar sebab jenis bisnis ini sedang menjadi salah satu magnet investasi. Bagi Chandra Ekajaya yang belum mengerti dunia bisnis, waralaba atau frenchise adalah jawaban tepat. Karena dengan menjajal bisnis ini maka siapa saja mampu menjadi seorang pengusaha walaupun tidak mempunyai cukup pengetahuan dalam dunia bisnis.

Chandra Ekajaya Bisnis Waralaba
Dok. Istimewa

Dunia bisnis adalah dunia yang tegas. Ia memang menawarkan keuntungan yang banyak, tetapi ia pun juga menawarkan kerugian yang tak sedikit. Bagaimana pun juga bisnis itu seperti kehidupan, ia adalah pertaruhan dimana seorang manusia harus menentukan pilihan-pilihannya ke depan.

Memiliki hati baja adalah sebuah syarat utama untuk menjadi seorang pengusaha. Sebab bila nyalinya kecil, maka sudah bisa dipastikan sejak awal ia akan bangkrut dan usahanya akan kandas. Bisnis akan selalu berjalan bersisihan dengan deru peradaban. Ia harus terus menerus menyesuaikan dirinya dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Oleh karena itu bisnis waralaba memberikan kemudahan supaya pengusaha awam dapat membentuk mental dan nyalinya untuk menjajal bisnis yang lebih besar. Dalam model ini pun pemilik waralabaa yang berperan sebagai pemberi tidak mengenal diskriminasi dalam memilih calon mitra atau rekanan usahanya. Sebab pedoman utamanya adalah keuntungan bersama, supaya nantinya bisnis waralaba tersebut dapat berkembang dengan sangat pesat.

Bisnis waralaba sebenarnya muncul dari ide-ide kreatif generasi muda. Mereka melakukan inovasi dalam memasarkan serta mendistribusikan produk barang atau jasa, sehingga keuntungan yang mereka dapatkan lebih masif. Selain itu karena ingin produknya dikenal lebih luas, maka membuka cabang dengan sistem yang sekarang dikenal dengan waralaba merupakan sebuah keuntungan.

Gerobak Waralaba Chandra Ekajaya
Dok. Istimewa

Dengan sistem seperti ini maka pemilik brand akan semakin untung karena merek dagang miliknya semakin dikenal oleh masyarakat. Kemudian pengusaha awam pun mendapatkan keuntungan dalam bentuk finansial. Untuk jenis-jenisnya sendiri, waralaba itu sangat variatif. Misalnya saja jenis pendidikan seperti Primagama, kuliner seperti KFC, mini outlet seperti Kebab Turki, dan sebagainya.

Tetapi memang ada efek yang tidak mengenakkan bagi pengusaha yang tidak dapat berdamai dengan zaman. Misalnya saja pebisnis di sektor internet cafe atau warnet, bisnis mereka memang berkembang dengan sangat cepat di tahun 2010an. Sayangnya beberapa tahun setelahnya ia ditelan oleh perkembangan teknologi dengan munculnya gadget atau smart phone yang canggih.

Hal tersebut bukanlah kesalahan pengusaha yang lebih kuat atau pun pengusaha yang lemah. Ini hanyalah masalah sudut pandang dimana mereka memandang ke depan atau hanya pada masa kini. Deru peradaban memang kejam, dan ia tidak akan pernah pilih kasih. Waralaba kini adalah salah satu jenis usaha yang mampu bersinergi dengan perkembangan zaman.