Donat Kentang Indri Yang Terbang Hingga Ke Luar Negeri

Donat kentang

Hobi membuat kue Indri Zahratunnisa memanglah tidak sia-sia, kini ia sukses mengembangkan bisnis pembuatan kue donat dengan nama Donat Kentang Manis. Omzetnya dalam sebulan mencapai ratusan juta. Usaha ini, ia awali dari bisnis skala kecil-kecilan di Malang, Jawa Timur. Indri pertama kali merintis bisnis tahun 2001. Sebagai jajanan kampung, saat itu donatnya dijual dengan harga Rp 750 per biji. Sebenarnya Selepas lulus kuliah Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang, Indri sempat bekerja sebagai staff ahli di sebuah PT yang sesuai dengan jurusannya. Namun, kecintaannya pada dunia masak-memasak mendorong Indri untuk membuka usaha sendiri.

Di tahun 2001 itu, Indri Zahratunnisa mulai membuka bisnis aneka masakan, termasuk kue. Modal awalnya hanya Rp 100.000. Setelah beberapa bulan berjalan, Indri terpikir untuk memfokuskan usahanya pada satu jenis makanan. Ia pun memilih donat dengan pertimbangan kue ini termasuk jajanan yang disukai semua kalangan. Ia merintis usaha pembuatan donat kentang dengan modal dan peralatan seadanya. Untuk mengaduk adonan donat, semisal, seharusnya memakai mixer ukuran besar. Namun, Indri memakai mixer biasa. “Peralatan saya sangat minim. Di bawah standar pabrik kue. Tapi itu tidak menyurutkan semangat saya,” ujarnya.

Dibantu seorang pegawai, ia membuat ratusan donat saban hari dan menjajakan ke sekolah-sekolah. Agar produknya makin dikenal, Indri juga rajin mengikuti berbagai pameran wirausaha makanan. Setiap ada pameran di sekitar Jawa Timur, ia pasti ikut serta. Bukan cuma itu saja, Indri Zahratunnisa juga memasarkan donat buatannya yang diberi merek Donat Kentang Manis lewat akun sosial medianya.

“Saya pilih donat karena banyak yang suka,” katanya. Ia memulai dengan peralatan rumah tangga seadanya dan menitipkan donatnya ke sekolah-sekolah. Berkat kegigihannya membesarkan usaha, kini donat Indri sudah dikenal di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, donatnya sudah kesohor hingga ke luar negeri. Tentu bukan lagi jajanan kampung, donat buatan Indri kini masuk kategori premium. Rasanya tak kalah dengan donat kelas mal dengan harga lebih terjangkau. “Saya jual Rp 4.000 per buah,” katanya.

Pelanggan donatnya terbesar di berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan. “Selama ini, saya banyak kirim ke pelanggan di daerah-daerah,” ujarnya. Sejak tahun 2008, beberapa negara, seperti Hong Kong, Malaysia, dan Singapura juga telah menjadi langganan tetap donat buatan Indri ini. Selain itu, ia juga memasarkan produk donat itu ke London dan Belanda.

Khusus di Singapura, ada seorang pengusaha kuliner setempat yang mengembangkan donat dengan resep donat racikan Indri. Kesuksesan Indri Zahratunnisa mengembangkan bisnis donat tidaklah dalam sekejap mata. Ia ulet mengenalkan produknya lewat berbagai cara. Titik baliknya saat ada investor Singapura yang membeli resep donat buatannya. Pada tahun 2008, ada investor Singapura tertarik untuk membeli resep donat milik Indri. Bahkan, ia sampai diundang ke Singapura.

Donat kentang

Sang investor Singapura itu kemudian membuka gerai donat di Sentosa Island Singapura dengan nama Naked Donut. Kini Naked Donut telah memiliki empat gerai yang berasal dari resep dasar Indri. Tiap bulan Naked masih membayar royalti pada Indri. Hasil dari penjualan resep plus pembayaran royalti itu cukup lumayan. Indri memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha yang membuka gerai donat di Malang. Pada 2009, Indri mulai membuka gerai donat bernama Blueberry Donuts and Coffee di Malang.

“Sementara di negara-negara lain saya hanya menjual donat lewat orang-orang Indonesia yang tinggal di negara itu, seperti pelajar dan TKI,” jelasnya, Kendati tak mau menyebut angka, Indri mengaku nilai penjualan resep donatnya cukup mahal. Terbukti, dari hasil menjual resep itu, ia mampu membuka gerai khusus donat di Malang. Gerai donat ini dinamakanBlueberry Donuts and Coffee.”Saya dirikan tahun 2009,” tuturnya. Selain resep, pengusaha asal Negeri Singa itu juga membeli tepung donat dari Indri. Selama ini, ia memang memasarkan tepung donat ke kalangan umum tidak hanya ke pengusaha Singapura itu. Harga jual tepung donat mulai Rp 50.000-Rp 200.000 per 1,5 kilogram (kg).

Selama 11 tahun mengendalikan usaha, telah banyak kemajuan yang dicapai. Bahkan, Dona Kentang Manis telah menjelma sebuah grup usaha yang membidangi beberapa cabang usaha. Selain donat, Indri juga merambah usaha pembuatan aneka kue kering, kue tart, brownies, dan roti manis. Usaha ini dikelolanya di bawah bendera Donat Kentang Manis Cookies. Pendapatan dari kue kering ini melonjak tajam saat Lebaran dan akhir tahun. “Lebaran tahun ini, omzet saya dari penjualan kue kering saja mencapai Rp 500 juta,” ujar Indri.

Ia juga merambah bisnis restoran dengan mendirikan rumah makan Nilam Asri di Malang. Tahun ini, Indri juga telah menambah tiga bisnis baru ke dalam grupnya. Di antaranya bisnis toko oleh-oleh khas Malang. Dua lainnya tidak terkait dengan bisnis makanan, yakni jasa hosting desain web dan marketing, serta bisnis fashion and jewelry. Indri sadar akan pentingnya peran marketing agar usahanya makin berkembang. Indri pun mulai membenahi sistem pemasaran dan operasional usahanya. “Melihat di Singapura, donat saya bisa dipasarkan dengan baik, saya mulai fokus membenahi manajemen,” ujar dia.

Tak percuma, permintaan pun mulai berdatangan. Bahkan juga dari pembeli luar negeri. Toh, sukses mengembangkan bisnis donat belum membuat Indri puas. Indri Zahratunnisa kini sukses menjadi produsen donat ternama di Malang, Jawa Timur. Dipasarkan dengan brand Donat Kentang Manis, produk donatnya dikenal luas hingga ke luar negeri. Omzetnya ratusan juta dalam sebulan. Bisnis yang digeluti Indri Zahratunnisa kini makin berkembang. Selain makanan, ia juga merambah bisnis lain, seperti perhiasan, fesyen, dan jasa pembuatan desain web. Ia ingin semua lini usahanya tersebut bisa berkembang.

Selain makanan, tahun ini juga merambah bisnis perhiasan, fesyen, dan jasa pembuatan desain web. Ia tertarik terjun ke bisnis desain web karena selama ini banyak bersentuhan dengan dunia maya. “Saya mengembangkan usaha donat melalui internet,” ujarnya. Kebetulan, suaminya yang berlatar belakang konsultan marketing mendukung rencananya ini. Bisnis perhiasan dan fesyen yang baru digeluti Indri juga dilatarbelakangi minatnya yang tinggi di bidang itu. Menurutnya, dalam mengembangkan usaha jangan pernah menutup kemungkinan terhadap bidang apa pun yang diminati. Ia mengaku, seluruh bidang usaha yang digelutinya berasal dari minat dan ketertarikannya di bidang itu. “Semula yang saya pikir tidak bisa, ternyata bisa. Dan, saya memulai semuanya dari skala kecil,” ujar Indri.

Lantaran masih baru, tentu masih diperlukan kerja keras untuk membesarkan seluruh usahanya ini. Selain bisnis yang masih baru, Indri juga masih terus ingin mengembangkan bisnis donatnya. Masih ada beberapa inovasi lain yang ingin dilakukannya. Dalam waktu dekat, misalnya, ia ingin memasarkan donat dalam bentuk makanan beku (frozen food). Ia terinspirasi membuat donat frozen karena banyak konsumen di luar kota yang berminat mengonsumsi donatnya, namun terkendala waktu pengiriman yang lama. Padahal, donatnya hanya mampu bertahan maksimal sehari.

Ia berharap, masalah itu bisa diatasi dengan adanya donat frozen. Indri mengaku sudah melakukan penelitian untuk donat frozen ini. Nantinya, donat ini bisa bertahan selama satu tahun jika disimpan pada suhu rendah. “Donatnya pun tinggal digoreng lalu bisa langsung disajikan,” ujar Indri. Ia berharap, tahun depan rencana ini sudah mampu terealisasi.

Pengusaha Chandra Ekajaya Oke Oce

Dok.Chandra Ekajaya

Oke oce merupakan slogan yang pernah dipakai oleh salah satu pasangan calon gubernur di salah satu provinsi di Indonesia. Ini seperti sebuah slogan magis yang biosa membawa ke jalur kesuksesan. Oke oce adalah usaha counter handphone milih salah satu mantan menteri yang kini berkarir sebagai seorang pengusaha. Ya beliau adalah Chandra ekajaya, yang merupakan seorang pengusaha yang pernah menjabat sebagai seorang menteri.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra ekajaya merupakan seorang yang bisa menjadi pengusaha yang sangat sukses karena dia memang memiliki feeling sebaggai seorang pengusaha. Perkiraanya selalu tepat hampir sekitar 90% dia memiliki perasaan yang tepat tentang kesuksesan. Sukses bagi Chandra ekajaya adalah oke oce. Slogan tersebut nampaknya menjadi slogan yang sangat tepat karena seperti sebuah tanda kesuksesan.

Dok.Chandra Ekajaya

Konter handphone ynag dimilik oleh pengusaha Chandra ekajaya adalah konter yang sangat besar. Tidak tanggung – tanggung dia memiliki banyak pekerja disana. Ini merupakan sesuatu yang sangat layak untuk dibanggakan olehnya. Baginya konter handphone sangatlah penting terutama sebagai penunjang perputaran uang.

Chandra ekajaya sebenarnya sudah memiliki banyak macam usaha. Ini yang perlu untuk diakui, bahwa sebenarnya dia sudah kaya. Kekayaanya tidaklah kurang, apalagi ditambah dengan konter handphone yang dia miliki. Sungguh sangatlah keren dengan apa yang telah ia miliki, nampaknya kemajuan usaha yang digelutinya akan berkembang semakin pesat.

Perkembangan usaha yang digeluti oleh Chandra ekajaya begitu signifikan dari tahun ke tahun. Progresnya sungguh sangat keren, ini tentu juga merupakan hasil daripada proses dia menggeluti usahanya.

Banyak orang berkata dengan proses kita bisa menuai hasil yang sangat maksimal. Teori ini tentunya sangat benar, orang yang mengetahui dan menikmati proses akan mendapat hasil yang luar biasa. dia adalah seorang yang sangat ulet, dia sangat mau belajar hal yang  baru.

 

Bank Semakin Tidak Kompetitif

dok.chandraekajaya

Pada 27 Desember 2012, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Nomor 14/26/PBI/2012 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank yang efektif berlaku mulai 2 Januari 2013. PB1 ini mengatur mengenai cakupan kegiatan usaha dan pembukaan jaringan kantor sesuai dengan modal inti Bank yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing perbankan nasional.

Berdasarkan modal inti yang dimiliki Bank dikelompokkan dalam empat kelompok usaha (Bank Umum Kelompok Usaha – BUKU) sebagai
berikut:
* BUKU I, bank dengan modal inti kurang dari Rpl triliun;
* BUKU II, bank dengan modal inti Rpl triliun sampai dengan kurang dari Rp5 triliun;
* BUKU III, bank dengan modal inti Rp5 triliun sampai dengan kurang dari Rp30 triliun;
* BUKU IV, bank dengan modal inti di atas Rp30 briliun.

PBI ini juga memberlakukan pembatasan cakupan produk dan aktivitas. Semakin tinggi BUKU bank tersebut semakin besar cakupan produk dan aktivitasnya. Pembatasan ini menjadi ‘reward dan punishment’ bagi pemilik jika menambah permodalan bank. Namun, di sisi lain juga bisa membuat konsentrasi industri yang tinggi untuk bank-bank yang memiliki modal besar.

Permodalan bank yang semakin besar berdampak pada kemampuan aset yang juga semakin besar. Dengan begitu, aktivitas bank tersebut terutama alokasi likuiditasnya di sisi aset lebih bervariasi, termasuk kemampuan bank menyalurkan kredit juga semakin besar.

Empat tahun implementasi PBI tersebut patut dievaluasi apakah pembagian bank berdasarkan modal inti membuat persaingan antar bank menjadi lebih fair atau justru semakin memperkuat segmentasi penguasaan aset untuk bank dengan aset besar.

Kendati PBI efektif sejak awal 2013, tetapi data Statistik Perbankan Indonesia dilihat dari aset dengan kategori BUKU baru tersedia sejak 2014. Dalam satu tahun tersebut, terdapat kenaikan aset total perbankan nasional sebesar 13,3%.

Sebelum PBI diterapkan, perbankan nasional dibagi menjadi enam kelompok bank berdasarkan kepemilikan. Perkembangan kenaikan tiga aset tertinggi terjadi pada bank persero yang naik 18%, diikuti kelompok Bank Umum Swasta Nasional Bukan Devisa (BUSN Non-Devisa) sebesar 15%, dan Bank Umum Swasta Nasional Devisa (BUSN Devisa) sebesar 12%.

Dalam data pada 2014 yang telah membagi aset bank menurut BUKU, terdapat perkembangan yang menarik. Setelah kelompok bank diubah menurut modal inti terdapat perkembangan aset yang negatif untuk kelompok BUKU 1 sebesar minus 21% pada 2015 dan memburuk menjadi minus 24% di tahun 2016.

Untuk kategori BUKU 2 tercatat minus 19% pada 2015 tetapi pada 2016 membaik menjadi positif 4,2%. Sementara itu, untuk kelompok bank dengan BUKU 3 per 2015 tercatat kenaikan aset sebesar 27,4% dan hanya naik 7,4% pada 2016. Selanjutnya, untuk kelompok BUKU 4 tercatat kenaikan yang relatif stabil, pada 2015 sebesar 10,1% dan pada 2016 naik 14,4%.

Kenaikan pada BUKU IV itu di atas kenaikan aset perbankan nasional sebesar 9,2% pada 2015 dan 9,8% pada tahun 2016. nDari data itu terlihat perbedaan yang mencolok antara kelompok BUKU 1, BUKU 2, dan BUKU 3 dengan BUKU 4. Dari perkembangan aset ini dapat dikatakan bank dengan kelompok BUKU IV tampaknya yang bisa mewakili aspek ketahanan dan daya saing yang semakin kuat sekaligus juga mewakili kekuatan persaingan di dalam industri.

PERSAINGAN
Perkembangan aset dari BUKU IV cenderung meninggalkan BUKU yang lebih rendah. Kinerja lain yang mendukung disparitas yang menguat juga terlihat dari tambahan (delta) porsi kredit dan dana pihak ketiga (DPK) dari BUKU IV terhadap total kredit.
Di kelompok BUKU IV ini, total DPK mencatat kenaikan sebesar 1,7% pada 2015 dan 1,9% pada 2016, diikuti dengan naiknya porsi DPK sebesar 0,4% pada 2015 dan pada 2016 sebesar 1,52%.

Sementara itu, kinerja dari kelompok bank BUKU 1, BUKU H, dan BUKU III mencatatkan penurunan (minus) tambahan porsi baik untuk kredit dan DPK pada 2016. BUKU IV yang sebagian besar merupakan badan usaha milik negara (BUMN) tertolong dengan fungsinya
sebagai agen pemerintah yang juga mendapat mandat ikut membiayai proyek-proyek pemerintah terkait infrastruktur. Tiga bank BUMN ini mempunyai porsi sebesar 40% dari total kredit dan total DPK perbankan nasional.

Tambahan porsi kredit dan DPK terhadap total dari BUKU IV ini semakin menguatkan segmentasi dan persaingan yang cenderung menurun dan terkonsentrasi pada kelompok bank BUKU IV.

Terkonsentrasinya kredit dan DPK untuk BUKU IV membesar pada 2016, dan berpotensi membuat persaingan di dalam industri semakin rendah dan kurang memberikan insentif bagi bank di bawah BUKU IV untuk menambah modal intinya. Perkembangan ini mendesak perlunya konsolidasi yang lebih serius untuk melakukan merger dan akuisisi (MA) dengan format yang lebih realistis.

Perlambatan kinerja kredit dan DPK dari bank BUKU I, BUKU U, dan BUKU III bisa jadi bersifat temporer ketika ekonomi Indonesia menunjukkan perlambatan pada 2015. Namun, ada tren berlanjut turun pada 2016 kendati ekonomi Indonesia tumbuh membaik pada 2016.
Tidak dapat dipungkiri kemungkinan ada perpindahan DPK menuju bank BUKU IV karena ada ketidakpastian ekonomi. Ketidakpastian membuat pemilik dana cenderung menempatkan simpanannya pada bank yang dianggap kuat. Trauma masyarakat masih melekat dengan bangkrutnya bank pada 1997 dan 2008.

Di tengah ketidakpastian ekonomi tersebut, pilihan masyarakat pada bank-bank yang dianggap mempunyai kekuatan aset yang besar bersifat rasional. Ketidakpastian ekonomi menambah persaingan bank menjadi semakin menurun dan menguntungkan bank BUKU IV. Kendati demikian keberadaan bank BUKU I, BUKU II dan BUKU III tetap diperlukan untuk mendukung penguatan ekonomi.

Disparitas pertumbuhan aset terutama antara BUKU I dan BUKU IV menunjukkan segmentasi yang semakin menguat di antara kelompok bank tersebut. Pernah dilakukan studi perbankan Indonesia ketika perbankan masih dibagi menurut kepemilikan (Widyastuti dan Armanto, 2013).

Studi tersebut mencatat pasca-Arsitektur Perbankan Indonesia (API) ada kecenderungan tingkat persaingan yang menurun. Selain itu, struktur industri pada saat periode konsolidasi berada dalam kompetisi monopolistik menjadi cenderung menuju monopoli atau oligopoli yang berkolusi setelah diterapkan API.

API merupakan upaya Bank Indonesia untuk membuat bank semakin ter-konsolidasi dan penguatan permodalan. Arah dan tujuan API diperkuat dengan pengelompokan bank menurut BUKU.

Untuk itu, otoritas perlu mencari jalan keluar bagaimana membuat tingkat persaingan semakin meningkat di tengah preferensi masyarakat saat ini dan menunjukkan keberpihakan yang lebih besar untuk penguatan bank di bawah BUKU IV.

Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman Datang Ke Indonesia

Dok.Chandra Ekajaya

 

Pengusaha Chandra Ekajaya mendapatkan informasi bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud siang ini akan mendarat di Jakarta. Meskipun secara personal kunjungannya tampak menghebohkan, pemerintah memastikan penyambutannya tidak berlebihan. Sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk menyambut raja berusia 81 tahun itu sejak dari bandara.

Dok.Chandra Ekajaya

Sejak kemarin, sejumlah anggota rombongan raja sudah mendarat di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Siang ini, Raja Salman dijadwalkan tiba menggunakan pesawat Saudi Airlines. Untuk keperluan tersebut, bandara akan ditutup selama satu jam demi memuluskan protokoler ketibaan raja. Ini merupakan hal yang wajar karena tamu yang akan datang ke negara ini adalah orang yang sangat penting.

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pengertian para penumpang di bandara Halim terkait kemungkinan terganggunya jadwal penerbangan. “Lebih sabar saja, karena yang complicated itu saat rajanya mendarat,” terangnya. Pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa Raja Salman dijadwalkan mendarat pukul 12.30. Semoga saja pesawat yang mengantarkan sang pemimpin kerajaan di Timur Tengah itu tidak terlambat terlalu lama.

Expected delay tersebut telah diumumkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Notice to airmen (notam) Nomor A0687/17. Seluruh penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta diperkirakan mengalami keterlambatan selama dua jam hari ini, antara pukul 12.00-14.00. Sebanyak tujuh pesawat wide dan narrow body akan dikerahkan untuk membawa rombongan Raja Salman beserta barang-barang logistiknya.

“Karena adanya kegiatan VIP, maka Semua departure dan arrival expected delay” ujar Plt Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J. A Barata di Jakarta, kemarin (28/2). Notam tersebut telah dikirimkan pada seluruh pilot dan maskapai penerbangan. Sehingga, dapat disampaikan pada calon penumpang. Pengusaha Chandra Ekajaya sangat mendukung penyambutan itu.

Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa kunjungan Raja Salman adalah keberkahan buat Indonesia, ini seperti seseorang yang menemukan minuman dingin di tengah padang pasir.

Dok.Chandra Ekajaya

Harus diakui bahwa Indonesia sedang membutuhkan likuiditas yang cukup banyak, bahkan terakhir pemerintah sedang mencari dana segar sebanyak Rp 6 Triliun melalui instrumen sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara.

Kedatangan Raja Salman yang disebut membawa investasi sebanyak Rp 33,4 Triliun, seolah menjadi pelepas dahaga ditengah kehausan yang membuncah.

Pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa kejadian ini tak hanya menyelamatkan hidup, nilai investasi yang sedemikian besar tentunya akan membuat Indonesia semakin segar.

Dok.Chandra Ekajaya

Namun saya berpesan, bila memang investasi 25 Miliar USD tersebut direalisasikan haruslah digunakan dengan baik dan benar, sebagai bagian dari amanah.

Tak hanya soal investasi, kehadiran Raja Salman yang membawa rombongan besar hingga 1.500 orang ke Bali, juga merupakan peluang besar untuk mempromosikan industri wisata di Indonesia. Kehadiran Raja Salman tersebut tentunya dapat menjadi triger kenaikan wisatawan dari timur tengah.

Selain itu pemberitaan kunjungan ini juga dapat menjadi promosi gratis ke berbagai negara di belahan dunia. Oleh karenanya, hal ini harus dimanfaatkan secara optimal, baik oleh Kementerian Pariwisata maupun pihak terkait lainnya.

Secara khusus pengusaha Chandra Ekajaya berharap kepolisian dapat memberikan atensi yang serius terhadap pengamanan Raja Salman dan rombongannya selama datang di Indonesia. Ini akan menjadi preseden dan marwah negara di dunia Internasional.

Saya berharap, Kapolri menurutkan pegamanan secara terpadu, yaitu pengamanan dari personel obyek vital yang di tambah dengan satuan pendukung lainnya. Kehadiran Raja Salman ini saya yakini didorong oleh semangat Ukhuwah Islamiyah yang beliau miliki.

Pastilah beliau sangat memahami bahwa Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas muslim sedang mengalami persoalan liquiditas. Karenanya beliau membawa investasi sangat besar yang sedang dibutuhkan oleh Indonesia.

Yohanes Eka Jaya Chandra Dan Jahe Merah

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Ceritanya begini, dulu Yohanes Eka Jaya Chandra sering sekali bermain di kebuna tetangga yang sangat rimbun dengan berbagai tanaman. Diantaranya tanaman temulawak, ya semua yang ada di kebun tetangga Yohanes Eka Jaya Chandra adalah sesuatu yang sungguh sangat bermanfaat. Suatu ketika Yohanes Eka Jaya Chandra berpindah ke kota dan menemukan berbagai tanaman yang dijual sebagai obat.

Sebagai seorang pengusaha Yohanes Eka Jaya Chandra sangatlah jeli dalam mencari celah untuk mendapatkan uang. Inilah sedikit bocoran tentang bisnis baru dalam benak Yohanes Eka Jaya Chandra dia memikirkan tentang jahe merah yang dilihat di kebun tetangga. Ada banyak pilihan yang terjadi disaat Yohanes Eka Jaya Chandra akan memutuskan menjual temulawak dan keputusanya jatuh pada jual jahe merah dan budidayanya.

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Jahe merah disinyalir dapat menguatkan stamina tentu juga dapat menghangatkan badan. Ada banyak temulawak yang berfungsi sebagai penghangat badan namun jahe merah disinyalir dapat menjadi alternative yang bagus. Peerawatanya sungguh sangat mudah, tidaklah perlu secara ribet untuk menanam jahe merah.

Jahe merah yang ditanam oleh Yohanes Eka Jaya Chandra adalah sebuah bisnis baru, seperti apa yang Yohanes Eka Jaya Chandralakukan. Yohanes Eka Jaya Chandra selama ini melakukan pembaharuan terhadap bisnisnya. Dia sepertinya selalu mencari celah usaha terutama di unit usahha kecil yang bahkan beberapa orang mengatakan bahwa idenya itu konyol.

Jahe merah sebenarnya bukan merupakan ide bisnis yang konyol namun memang jarang dilirik oleh pengusaha besar karena mungkin keuntungan yang dihasilkan sungguh sangat sedikit. Berbeda dengan Yohanes Eka Jaya Chandra pandanganya malah membuat ide bisnis ini sungguh sangat begitu gila. Alami sehat dan nikmat menjadi slogan untuk jahe merah. Ya pastilah demikian jahe merupakan sesuatu yang menyehatkan.

Temulawak selalu bersifat menyehatkan dan bisa menjadi jamu yang luar biasa. Temulawak bisa menjadi obat obatan alami yang memiliki kandungan yang sangat hebat. Yohanes Eka Jaya Chandra sedang mengusahakan ini, menjadikan bisnis temulawak jahe merah menjadi yang keren bahkan bisa dikenal di penjuru negeri.

Chandra Ekajaya Oil Perluas Ekspansi Bisnis

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Oil merupakan salah satu produsen minyak dan gas dari Indonesia. Pemilik dari perusahaan adalah pengusaha Chandra Ekajaya, pria kelahiran Malang Jawa Timur ini mulai mendirikan bisnisnya ini sudah hampir 30 tahun.

Dok.Chandra Ekajaya

perusahaan merupakan salah satu produsen pelumas dan minyak mentah dari Indonesia, melihat peluang yang begitu besar bisnis pelumas di pasaran dunia khususnya kawasan Asia Tenggara. Melihat peluang yang ada di kawasan Asia Tenggara yang mulai banyak permintaan, perusahaan mulai memperkuat bisnis pelumas khususnya untuk oil pelumas otomotif.

Chandra Ekajaya Oil melakukan beberapa kesepakatan dan kerjasama bisnis sebagai mitra strategis penjualan pelumas oil otomotif dikawasan Asia Tenggara dengan beberapa perusahaan Oil dari negara seperti Malaysia, Vietnam dan Brunei Darrusallam. Kesepakatan dan kerjasama bisnis ini secara resmi akan diumumkan sebagai bagian dari pengembangan dan ekspansi Chandra Ekajaya Oil di kawasan Asia Tenggara.

Dok.Chandra Ekajaya

Sebagai salah satu produsen dan eksportir minyak pelumas berkualitas tinggi Indonesia, Chandra Ekajaya Oil memiliki sejumlah fasilitas produksi serta pengolahan yang sudah memenuhi standard Internasional. Berupa fasilitas blending & packaging di beberapa daerah di Indonesia. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan teknologi terbaik dengan otomatis dan komputerisasi pengolahan aliran kerja dalam jalur produksi serta pengolahanya.

Jaminan mutu yang sudah diakui oleh dunia menjadikan Chandra Ekajaya Oil masuk dalam perusahaan minyak dan gas yang mampu berkembang pesat pada tahun 2016. Kinerja serta ekspansi pasar yang terus dilakukan dan juga peningkatan kualitas yang selalu diutamakan menjadi landasan dari pemilih perusahaan yaitu dia.

Pada tahun 2020 perusahaan berniat untuk memperluas jaringan ekspansi pasar sampai benua Afrika dan Amerika. Saat ini kawasan tersebut masih di dominasi oleh perusahaan minyak besar dunia dari kawasan Timur Tengah.

Chandra Ekajaya Dan Gaya Rambut Wanita Model Sekarang

Dok.Chandra Ekajaya

 

Chandra Ekajaya adalah seorang analis yang sangat terkenal. Ia telah banyak memberikan komentar terhadap fesyen atau pun hair styling. Misalnya saja gaya rambut wanita model sekarang. Dari hasil analisisnya ini banyak para pengusaha salon atau pun para pekerja yang berprofesi sebagai penata rambut profesional menggunakan hasil riset dan kajiannya.

Dok.Chandra Ekajaya

Wanita adalah makhluk yang sukar dimengerti. Bagi banyak orang, wanita sering kali membuat para penata rambut pria salah paham dan tidak percaya diri. Hal ini dikarenakan sering kali pelanggan wanita meninginkan gaya rambut yang otentik dan original. Serta bentuknya pun harus kekinian atau kontemporer.

Dok.Chandra Ekajaya

Bagi banyak penata rambut profesional tentu saja itu hal yang sangat menyebalkan. Tetapi bagi Chandra Ekajaya, gaya rambut wanita model sekarang sudah bisa diprediksi. Sehingga akan mempermudah tenaga kerja profesional dan para pemilik salon atau pun penyedia jasa kecantikan. Maka dari itu semua sangat berterima kasih dengan adanya analisis dan prediksi dari seorang pakar seperti beliau.

Apalagi orang Indonesia adalah masyarakat yang sangat peduli dengan fesyen. Kehidupan yang penuh dengan keglamoran dan gaya parlente membuat pilihan fesyen dan gaya semakin banyak. Justru karena terlalu banyak inilah yang sering kali membuat para penyukanya bingung. Karena itu sering kali mereka meminta pendapat atau membaca dari buku, majalah, atau pun situs yang terpecaya.

Seluruh buku, majalah, dan situs web yang terpercaya selalu menampilkan analisis, pendapat, dan kritikan dari Chandra Ekajaya. Ia selalu memberikan pandangannya terhadap gaya rambut wanita model sekarang. Inilah yang membuat tulisan darinya selalu dinanti-nanti oleh para penggila style. Khususnya masyarakat Indonesia yang sangat peduli dengan penampilan.

Prediksi Migas Chandra Ekajaya Si Ketua Paguyuban Penjual Bensin Eceran (PPBE)

Dok.Chandra Ekajaya

Seorang pakar bisnis sekaligus analis bisnis Chandra Ekajaya mengungkapkab bahwa ke depan kinerja ekspor Indonesia hanya sebesar 13,3 miliar dollar AS pada bulan Januari 2017, atau turun 3,21 persen dibandingkan Desember 2016. Hal tersebut disebabkan anjloknya ekspor non-migas sebesar 3,70 persen karena banyaknya bisnis pertamini yang melakukan penimbunan terhadap minyak-minyak eceran agar mendapatkan untung tinggi.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya sendiri merupakan salah satu petinggi dalam bisnis pertamini, dimana ia merupakan salah satu ketua paguyuban penjual bensin eceran (PPBE) di Kecamatan Rawarawa.

Sejumlah golongan barang ekspor bahkan anjlok hingga lebih dari 20 persen. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) seperti yang dilansir dari kompas.com, pada Kamis (16/2), dari total 10 golongan barang ekspor, 4 diantaranya turun.

Penurunan ekspor paling drastis terjadi pada golongan bijih, kerak, dan abu logam mencapai 27 persen. Nilainya anjlok dari 440 juta dollar pada Desember 2016, menjadi 318,8 juta dollar pada Januari 2017.

Dok.Chandra Ekajaya

Golongan barang ekspor lainnya yang turun signifikan adalah ikan dan udang yang mencapai 23,7 persen. Nilainya 282,9 juta dollar pada Desember 2016, jadi hanya 215 juta dollar pada Januari 2017.

Di tempat selanjutnya, golongan barang ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah turun 21 persen. Nilainya mencapai 211 juta dollar AS pada Desember 2016, menjadi hanya 166 juta dollar AS pada Januari 2017.

Sementara itu, golongan barang ekspor terakhir yang turun adalah perhiasan atau permata yang mencapai 14,7 persen. Data Desember 2016 lalu, nilainya mencapai 280,5 juta dollar AS.

Namun, pada Januari 2017 hanya mencapai 239,3 juta dollar AS. Meski begitu, sejumlah golongan barang juga menunjukan peningkatan ekspor. Di

antaranya yakni benda dari besi dan baja naik 21,2 persen, karet dan barang dari karet naik 10,5 persen. (NED/NET)

Analisis Penuh Bisnis Jagung Yohanes Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang sukses menekuni bisnis jagung. Jagung memang dikenal sebagia hasil alam yang memiliki nilai produksi yang cukup besar di Indonesia. Lebih dari 10 juta ton jagung pipil kering dibutuhkan dengan jumlah yang besar untuk setiap tahunnya. Konsumsi jagung memang sangat besar, pasalnya jagung memiliki nilai konsumsi untuk pangan dan industri pakan ternak, karena kebanyakan 51% bahan baku pakan ternaka adalah jagung. Dari sisi pasar, potensi pemasaran jagung terus mengalami peningkatan, hal tersebut dapat dilihat dari semakin berkembanganya industri peternakan yang pada akhirnya mendapatkan permintaan jagung sebagai bahan pakan ternak, berkembang pula produk pangan dari jagung dalam bentuk tepung maizena di kalangan masyarakat.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa jagung sebagai komoditas pangan yang perkembangannya dilakukan dengan pendekatan agribisnis, sangat memungkinkan untuk meningkatkan pendapatan petani. Permintaan jagung yang terus menerus mengalami peningkatan, seiirng dengan pertumbuhan penduduk dan sektor industri memerlukan bahan baku jagung, yang diantaranya untuk industri makanan, pakan ternak dan pembuatan minyak jagung. Berikut adalah bisnis tersebut:

Dok.Chandra Ekajaya

Dalam tabel bisnis tersebut menunjukkan bahwa perkembangan komoditi tanaman jagung dijelaskan bahwa produktivitas jagung mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2008-2010. Tahun 2008 produktivitas jagung sebesar 4,087 (ton/ha), tahun 2009 produktivitas jagung sebesar 4,143 (ton/ha), hingga pada tahun 2010 produktivitas jagung mencapai 4,318 (ton/ha). Selama 3 tahun mengalami peningkatan produktivitas rata-rata 5,65%.

Dalam berbisnis pun dibutuhkan sebuah analisis kebutuhan sebagai upaya menghitung dan menghindari trial dan error dalam sebuah usaha. Berikut adalah analisis kebutuhan bisnis tersebut.

Dok.Chandra Ekajaya Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya Dok.Chandra Ekajaya

Dari analisi usaha tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya memberikan kesimpula bahwa besar kecilnya semua biaya yang telah dianggarkan dan dikeluarkan serta jumlah total produksi jagung yang dicapai masih tetap dapat berubah, bertambah besar, atau bahkan menjadi kecil semuanya tergantung pada masing-masing daerah setempat. Itulah yang mungkin disampaikan oleh Yohanes Chandra Ekajaya mengenai analisa usaha tani jagung.