Chandra Ekajaya Menaikkan Brand Tas Lokal Panthera

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko geluti bisnis tas

Chandra Ekajaya memang dikenal sebagai sosok yang kini tengah sukses menajalankan sebuah bisnis di bidang fashion yaitu tas yang diberi nama Panthera. Sebelum menjalankan bisnis tersebut, lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur pada 29 tahun silam ini memang tengah sadar bahwa bisnisnya tersebut sangat memiliki kans yang besar dalam industri fashion tanah air.

bisnis tas pengusaha chandra ekajaya

Ketertarikannya pada dunia tas sendiri memang bermula saat Chandra Ekajaya mendapati kesulitan untuk mengganti tas kuliahnya yang ronek. Dari beberapa model tas kuliah yang didapati harganya terlampau mahal untuk ukuran mahasiswa. Usaha yang dilakukannya ini menurutnya juga didasari oleh keinginannya untuk tak lagi membebani ayahnya dengan uang kos dan biaya internet yang mahal. Akhirnya pada tahun 2008, Chandra Ekajaya pun mendirikan bisnis fashion ini.

Lepas menyelesaikan kuliah di jurusan Tata Busana di salah satu Universitas swasta di Semarang ini. Tepat pada tahun 2010 awal, Chandra Ekajaya pun kemudian mendapatkan permintaan akan tas yang meningkat. Dari sinilah, kemudia ia mulai serius dan fokus mengerjakan Panthera.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko geluti bisnis tas

Selain gencar memasarkan secara online, Chandra Ekajaya juga rajin menggelar promo. Dalam sebuah kesempatan tersebut Chandra Ekajaya juga memberikan raincover gratis dan biaya pengiriman gratis. Hal tersebut yang kemudian membuat pemasaran di luar Jawa, seperti di Sumatera, Sulawesi dan Papua menjadi sangat efektif.

Dari upaya dan motivasinya yang tinggi ini, Chandra Ekajaya kini sudah mampu memproduksi sekitar 30 seri Panthera dengan klasifikasi utama berupa tas ransel, travel, raincover, dompet, gym, renang, dan sebagainya. Hal tersebut inilah yang ia lakukan dengan tujuan agar para pelangganya tak bosan dengan produk yang monoton. Selain memasaran via internet dam media sosial, tas-tas trendy dan cantik dari Panthera ini juga dipasarkan Chandra Ekajaya ke berbaga marketplace terkemuka di Indonesia seperti Lazada, Tokopedia, Blibli, Shopee, dan sebagainya.

Kini, berkat usaha kerasnya Chandra Ekajaya berhasil mendapatkan untung hingga Rp 200 juta untuk tiap bulannya. Namun meski telah meraup untung ratusan juta, Chandra Ekajaya pun tak sedikitpun puas dengan penghasilan tersebut. Ia pun berencana bahwa ke depan ia harus mengembangkan bisnisnya tersebut agar dapat dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun dunia.

Chandra Ekajaya Memetik Laba Lewat Bisnis Celengan Limbah

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko memanfaatkan limbah karton raup untung

Chandra Ekajaya ini dikenal sebagai salah seorang pengusah muda yang sukses dengan salah satu bisnisnya yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini memulai bisnisnya tersebut dengan mengenalkan para konsumennya terhadap produk ciptaannya yaitu celengan berbahan dasar limbah. Berawal dari permintaan sang ponakan, Chandra Ekajaya membuatkan sebuah celengan unik yang saat ini berhasil merambah sukses dan kini menjadi produk bisnisnya.

pengusaha chandra ekajaya manfaatkan limbah karton

Awal mula perjumpaan Chandra Ekajaya dengan peluang bisnis pembuatan produk celengan, jsutru berawal dari hal yang tak disengaja. Kini, celengan buatannya telah berhasil menyihir para anak-anak sehingga membuat para generasi masa depan tersebut termotivasi untuk menabung.

Produk-produknya tersebut memang sangat unik dari kebanyakan produk lainnya. Bahan yang ia gunakan waktu itu adalah dengan sebuah karton bekas berbentuk silinder yang umumnya digunakan untuk gulungan kain atau material lain. Ditambah dengan kreasi flannel aneka warna, maka jadilah sebuah celengan dengan bentuk unik, yang tak hanya memiliki nilai fungsi secara ekonomis namun juga mempunyai sebuah perpaduan visual yang sangat menarik.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko memanfaatkan limbah karton raup untung

Memang terdapat berbagai macam kelebihan produk untuk celengan buatan Chandra Ekajaya jika dibandingkan dengan produk sejenis. Kelebihan yang pertama dari produk celengan buatan Chandra Ekajaya adalah dari daya tahannya. Dengan menggunakan silinder karton yang kuat justru membuat produk celengan miliknya tersebut diklain memiliki daya tahan yang tinggi. Namun, meskipun sangat kuat dan keras, celengan tersebut tetaplah aman untuk digunakan oleh anak-anak.

Dengan harga yang sangat ekonomis yaitu mulai Rp 8000 hingga Rp 25000, Chandra Ekajaya menciptakan produk celengannya dengan kualitas produk yang mumpuni. Terbukti, celengan buatannya tersebut memiliki bahan yang kuat, dan menjadikan tawaran lain bagi para konsumen. Setiap bulannya, Chandra Ekajaya mendapatkan omzet antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta dari bisnis celengannya tersebut.

Meski kerap menorah sukses dalam bisnis celengan, Chandra Ekajaya juga kerap menemui berbagai macam kendala seperti kurangnya tenaga kerja dan strategi pemasaran yang efektif untuk mempopulerkan brand produk dari celengannya ke pasar yang lebih luas.

Yohanes Chandra Ekajaya Manfaatkan Peluang Sambal di Pangsa Pasar Indonesia

pengusaha yohanes chandra ekajaya memanfaatkan sambal

pengusaha yohanes chandra ekajaya memanfaatkan sambal

Yohanes Chandra Ekajaya telah dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang baru-baru ini memetik sukses lewat bisnis sambal yang ia rintis. Dengan kejelian dan pembacaan peluang usaha, akhirnya mengantarkan lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut sukses dalam membuat bisnis dengan produk sambal.

Yohanes Chandra Ekajaya mengawali bisnisnya tersebut justru tak pernah ia duga. Bermula dari beberapa tahun yang lalu, Yohanes Chandra Ekajaya memutuskan untuk meninggalkan kerjanya dan akhirnya ia pun memilih bisnis sebagai caranya untuk mempertahankan hidupnya. Dengan bisnis sambal yang ia pilih, Yohanes Chandra Ekajaya optimis bahwa usahanya tersebut akan menjadi besar.

Yohanes Chandra Ekajaya mulai menjalankan bisnis kulinernya tersebut dengan modal yang sangat kecil yaitu Rp 400 ribu dan akhirnya ia membeli berbagai bahan dan keperluan untuk memasak. Beruntungnya, dengan basis kemampuan memasak yang ia miliki, ia pun dapat membuat berbagai macam makanan serta jajanan.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko tembus pangsa pasar indonesia

Dari bisnis yang dijalankannya memang sangat populer dan sangat potensial untuk pasar Indonesia. Ya, siapa tak suka sambal? Bagi masyarakat Indonesia, sambal adalah primadona dan teman setia saat menyantap makanan. Dengan kreativitas dan strategi yang menarik, Yohanes Chandra Ekajaya membuat sebuah brand untuk produknya yaitu sambal kaleng.

Sambal Kaleng adalah sebuah brand produk sambal buatan Yohanes Chandra Ekajaya yang menghadirkan beraneka raga sambal. Dipromosikan dengan nama Sambal Kaleng, awal mulanya Yohanes Chandra Ekajaya pesimis dengan usahanya tersebut. Namun, berkat dorongan dan keyakinan diri, akhirnya bisnisnya pun terus berjalan dan kini terwujud sekaligus terbukti sukses merajai pangsa kuliner di Indonesia.

Lewat Sambal Kaleng miliknya, Yohanes Chandra Ekajaya berhasil mengembangkan beraneka ragam varian sambal seperti terasi, petai, tantang,bawang, matah, dan sebagainya. Bumbunya pun tak mengandung MSG, melainkan hanya menggunakan garam khusus dan gula dengan kualitas pilihan.

Soal rasa, Sambal Kaleng buatanya dapat dibandingnkan dengan produk-produk sambal lainnya. Kini omzet hingga ratusan juta rupiah berhasil ia peroleh dan berhasil ia perjualbelikan. Dengan strategi dari mulut ke mulut, Yohanes Chandra Ekajaya sukses menyumbang tak kurang dari 30 persen dari total penjualan bisnis tersebut. Meski sukses, Yohanes Chandra Ekajaya akan terus meningkatkan skala bisnisnya bahkan hingga pasar luar negeri..

Yohanes Chandra Ekajaya Sang Kreator Batik Ndeso yang Sukses Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

pengusaha yohanes chandra ekajaya meraup untung dari batik

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko sukses lewat batik

Yohanes Chandra Ekajaya memang menjadi salah satu sosok bisnis inspiratif yang dikenal melalui salah satu bisnisnya yang kini sukses merajai dunia fashion. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut memang dikenal memiliki berbagai macam bisnis fashion dengan kualitas produk yang sangat mumpuni.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya dapat dikatakan merupakan salah seorang lelaki yang kreatif dan memiliki tingkat kecerdasan dalam memanfaatkan sebuah peluang usaha. Ia pun dikenal sebagai pencipta berbagai macam desain dan produk fashion. Memang, kisahnya berkenalan dengan dunia fashion ia temui ketia masih duduk di bangku SMA. Yohanes Chandra Ekajaya memang mencintai dunia tersebut, dimana ia pun kerap mendesain sebuah busana maupun produk-produk fashion dengan sangat stylish dan elegan.

pengusaha yohanes chandra ekajaya meraup untung dari batik

Melihat potensi tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya pun tak sedikitpun menyia-nyiakan keterampilan yang diberikan oleh sang pecipta itu. Dengan nama Batik Ndeso, Yohanes Chandra Ekajaya mulai mengembangkan produknya tersebut kemudian memasarkannya lewat teman-teman dan berbagai media lain. Awalnya memang hanya skala kecil yaitu sekitar 30 baju saja. Namun kini setelah bisnis tersebut semakin populer dan ramai konsumenm tak kurang sekitar 500 potong baju harus dikerjaknnya beserta tim untuk memenuhi pesanan dalam target sebulan.

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan rahasia sukses dari seorang entrepreneur berambu kribo tersebut. Yohanes Chandra Ekajaya ini mendesain produk-produknya tersebut untuk ditransformasikan ke dalam bentuk riil berupa pakaian batik bermotif indah. Kini, Yohanes Chandra Ekajaya telah berhasil mempekerjakan sekitar 40 karyawan dan ia pun berhasil meraup untung hingga ratusan juta rupiah lewat salah satu bisnisnya tersebut.

Namun, meski sukses mempopulerkan produknya, Yohanes Chandra Ekajaya tak sedikitpun berpuas diri dengan produknya tersebut. Ia meyakini bahwa di depan iklim persaingan akan semakin terasa. Oleh karena itu, Yohanes Chandra Ekajaya pun terus mengembangkan produk fashion tersebut baik secara segi kualitas produk, keterjangkauan harga, desain produk, serta segi strategi pemasaran secara lebih baik. Harapannya dengan upaya-upaya tersebut, produk fashion milik Yohanes Chandra Ekajaya dapat dikenal luas oleh masyarakat domestik atau bisa pula oleh masyarakat seluruh dunia.

Yohanes Chandra Ekajaya Mendulang Rupiah Lewat Kerajinan Limbah Pinus

Bisnis Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Manfaatkan Limbah Pinus

 

Pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Gunakan Limbah Pinus

Yohanes Chandra Ekajaya menganggap bahwa setiap orang menganggap bahwa limbah merupakan masalah utama bagi masyarakat. Namun, bagi Yohanes Chandra Ekajaya limbah justru dipahami sebagai salah satu peluang usaha yang sangat potensial. Terbukti, Yohanes Chandra Ekajaya menggunakan limbah tersebut untuk menjadikan sebuah barang-barang bernilai jual cukup tinggi. Dengan memanfaatkan limbah pinus, Yohanes Chandra Ekajaya menyulap menjadi sebuah barang kerajinan yang berharga dan tenju memiliki nilai jual yang tinggi.

Namun, sebelum mengenyam sukses, Yohanes Chandra Ekajaya menggeluti bisnis kerajinan tangan ini. Tentu tak serta merta ia pun meraihnya tanpa ada usaha. Penasaran mengenai kisah lengkapnya? Berikut kisahnya…

Yohanes Chandra Ekajaya sebenarnya merupakan seorang pria yang sangat suka dengan kebiasan otak-atik. Lelaki yang belum genap 30 tahun ini memiliki ide awal untuk memulai bisnisnya dengan sangat tekun. Ia menuturkan bahwa bisnis kerajinan tangan tersebut memang tanpa modal, karena ia hanya memanfaatkan limbah pinus dari sisa olahan pabrik yang kebetulan adalah milik kerabatnya.

Bisnis Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Manfaatkan Limbah Pinus

Ketika masih awal menekuni bisnis ini, ia hanya mengerjakannya sendiri. Yohanes Chandra Ekajaya berperan sebagai seorang desainer. Dalam waktu sebulan, Yohanes Chandra Ekajaya mampu menghasilkan ratusan jenis produk mulai dari aksesoris rumah tangga, media edukasi, dan sebagainya.

Harga yang dibanderol untuk produknya pun sangatlah variatif, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 1,8 juta. Yohanes Chandra Ekajaya menyadari bahwa seiring tumbuhnya bisnis yang ia kelola, lama-lama Yohanes Chandra Ekajaya pun tak sanggup mengerjakan semua pesanan dari para konsumen. Pada akhirnya, ia pun mengambil sekitar sepuluh orang sebagai karyawan untuk membantu pekerjaannya tersebut.

Dalam memasarkan bisnisnya, Yohanes Chandra Ekajaya tak hanya menawarkan produknya tersebut secara offline. Namun, ia pun juga memasarkan produknya dengan cara melakukan promosi online. Salah satu upaya promosi yang ia pilih Yohanes Chandra Ekajaya adalah dengan membuat websiten dan melakukan promosi melaluu media sosial. Media sosial tersebut ia gunakan karena sangat cocok dan mampu menunjang untuk keperluan promosi produk yang ia tawarkan.

Kini, Yohanes Chandra Ekajaya telah berhasil mendulang omzet bulanan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta. Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa omzet tersebut masih terhitung masuk omzet biasa dan belum termasuk pada musim-musim lainnya yang tentu saja dapat mendulang pundi-pundi rupiah lebih besar.

Yohanes Chandra Ekajaya Membuat Kolam Ikan Dengan Modal Kecil

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko tambah kolam ikan

kolam ikan yohanes chandra ekajaya

Hobi memelihara ikan merupakan hobi yang menyenangkan, apalagi jika mempunyai tempat yang luas dan indah. Selain di aquarium ada beberapa tempat yang enak untuk memelihara dan memandang ikan hias kita, yaitu di kolam.

Kali ini Yohanes Chandra Ekajaya akan berbagi sedikit tips membuat kolam ikan sendiri dengan sangat sederhana. Masih berfikir dengan biaya pembuatannya yang mahal, kurang tau bagaimana caranya, dan apa semua bahan yang harus di sediain. Tak perlu pusing! Dengan lahan di depan rumah yang sempit, sobat bisa menumpuk batu bata menjadi kolam ikan Minimalis sederhana. Mau Tau Caranya ? Baca berikut.

Beberapa bahan yang harus sobat sedian antara lain:

  1. Sisa Batu Bata
  2. Plastik
  3. Semen dan pasir kalau ada

Dengan lahan yang sudah tersedia, sobat bisa langsung menggalinya sendiri baik berbentuk persegi, segitiga, persegi panjang untuk menghemat biaya. Setelah dirasa cukup agak dalam, plastik yang sudah tersedia tadi bisa taruh di dalam galian tersebut. Kemudian dengan sisa bata tadi, langsung saja taruh di samping atas lubang galian ini.

Untuk semen dan pasirnya, sobat bisa memakai untuk membuat dinding bagian dalam lubang tersebut, ini hanya untuk cara membuat kolam ikan dari beton. Fungsi plastik tadi untuk meminimalisir keretakan dinding dan dasaran kolam. Jika pengen lebih indah dan cantik, bisa sobat kasih tumbuhan air seperti, eceng gondok dan lainnya.

Jangan lupa lagi, pada samping tumpukan bata yang sudah jadi tadi, bisa sobat kasih jenis tanaman hias atau Aquascape. Yang lebih bermanfaat lagi jika ada tanaman seperti buah-buahan pot kecil. Ini merupakan hal yang banyak di manfaatkan oleh para pembisnis kata Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko tambah kolam ikan

Jika memang tak ada semen dan pasir, sobat bisa menumpuk batu bata tersebut dengan serapi mungkin, usahakan dengan rapat antara satu sama lain tak ada celah yang bocor sedikit saja.

Cara membuat kolam ikan agar tidak bocor, plastik yang baik dan berkualitas bagus biasanya bermerek Trash Bag atau plastik ikan (Packing Fish) yang warnanya bening, dan pada umumnya juga jenis plastik ini sudah digunakan para pengusaha ikan. Untuk mendapatkan plastik tersebut, sobat bisa dapatkan pada toko perikanan yang agak besar atau toko lainnya terdekat kota sobat, banyak tersedia.

Pemilihan jenis plastik ini disesuaikan dengan dengan jenis ikan yang ingin anda pelihara. Untuk ikan jenis Aligator atau hewan karnivora lebih baik Anda menggunakan plastik yang lebih tahan dari sobekan sehingga kolam tidak bocor.

Langkah terakhirnya sobat bisa langsung memasukkan jenis ikan air tawar yag sudah sobat sediakan untuk dipelihara ke dalam kolam, jangan lupa untuk ngasih air bersih yang secukupnya. Untuk menambah keindahan serta kecantikan kolam dan ikan, sobat bisa menambahkan jenis tanaman hias air  seperti Teratai dan Eceng Gondok.

tu tadi beberapa tips dari Yohanes Chandra Ekajaya, untuk membuat koalm ikan sederhana namun tetap terlihat indah dengan biaya yang sangat minim.

Yohanes Chandra Ekajaya Sang Raja Buah Segar

pengusaha yohanes chandra ekajaya gemar makan buah segar

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko rambah sektor buah sebagai bisnis baru

Yohanes Chandra Ekajaya adalah seorang pebisnis muda sukses Indonesia yang terkenal lewat  salah satu produk yang membuatnya dikenal di dunia bisnis tanah air. Bisnis tersebut memang awal mulanya dirintis di Kota Sidoarjo, Jawa Timur dan saat ini berhasil berkembang menjadi salah satu perusahaan raksasa yang menggarap di bidang jual beli buah segar.

Yohanes Chandra Ekajaya adalah seorang pebisnis serta distributor buah segar yang mampu mendistribusikan barang dagangannya menggunakan mobil. Awal mula didirikannya perusahaan tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya memilih target pasarnya yaitu kalangan ekspatriat yang tinggal di daerah-daerah terpencil.

Dengan label Rumah Buah Kang Eka tersebut memang sangat melegenda dalam industri jual beli buah. Rumah Buah Kang Eka memang menawarkan konsep berjualan yang baru yaitu membuat toko khusus buah segara yang diyakini mampu mendatangkan para konsumen.

pengusaha yohanes chandra ekajaya gemar makan buah segar

Buah segar memang diambil sebanyak tiga kali selama seminggu, lalu didinginkan lewa sebuah lemari pendingin dengan suhu yang ditentunkan agar  buah. Yohanes Chandra Ekajaya juga menawarkan sejumlah layanan menarik seperti pelayanan untuk para konsumen yang berbelanja ke Rumah Sayur Kang Eka akan memperoleh layanan  gratis berupa dibawakan barang belanjaannya tersebut hingga ke mobil.

Kini, Yohanes Chandra Ekajaya lewat Rumah Sayur Kang Jaya telah berhasil membuka sekitar 70 gerai yang setiap gerainya meraup omzet berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta untuk tiap harinya. Jadi, untuk tiap bulannya, Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan omzet hingga milyaran rupiah untuk setiap bulannya.

Tak puas hingga bisnis tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya pun juga memasok beraneka buah segara ke beberapa resto siap saji yang membutuhkan buah segar, dan sebagainya. Diluar bisnis buah, Yohanes Chandra Ekajaya juga masih memiliki usaha lain yaitu resto, Saat ini, Yohanes Chandra Ekajaya juga telah merintis sebuah usaha resto di kawasan Jakarta dan berbagai kota-kota besar yang bernama Pondok Buah.

Beberapa petani plasma yang terdidik pun juga sengaja dibuat oleh Yohanes Chandra Ekajaya untuk menguatkan sektor bisnis utamanya. Ke depan, Yohanes Chandra Ekajaya akan mengembangkan beraneka macam produk agar mampu diterima oleh semua konsumen baik di pasar domestik maupun mancanegara.

Yohanes Chandra Ekajaya Budidaya Ikan Nila Menggiurkan Modal Kecil Untung Besar

pengusaha yohanes chandra ekajaya raup untung jutaan rupiah dari ikan nila

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko pengusaha ikan nika sukses

Berawal dari hobinya memancing, Yohanes Chandra Ekajaya memulai awal budidaya ikan nila nya denga 5 petak kolam. Budidayanya berada di kawasan Lembang, Bandung, kawasan ini dipilih karena wilayahnya di rasa cocok dengan pertumbuhan ikan nila.

Bisnisnya ini dimulai pada tahun 2009 lalu, usahanya membudidayakan ikan nila dengan memanfaatkan tambak atau kolam yang tadinya di gunakan untuk budidaya ikan mas. Memilih ikan nila karena dirasa perkembangan nya lebih cepat dari pada ikan mas, dan permintaan pasaran sangat tinggi untuk ikan ini dan akhirnya memutuskan untuk semakin giat menggeluti bisnis budidaya ikan nila.

Bisnisnya ini tidak sendiri, Yohanes Chandra Ekajaya menggandeng kelompok budidaya ikan setempat. Awal mulanya untuk membuka usaha ini, Yohanes Chandra Ekajaya membuka bisninsya dengan modal 1juta rupiah untuk membeli benih 5rb ikan nila dan pakan. Dari hasil awalnya ini saat panen Yohanes Chandra Ekajaya mampu memanen 6-8 kuintal dengan harga saat itu 12 ribu rupiah/kg, dengan dikurangi modal awal yang digunakan saat awal, dia mampu mengantongi keuntungan sebesar 8rb rupiah bersih.

pengusaha yohanes chandra ekajaya raup untung jutaan rupiah dari ikan nila

Melihat hasilnya yang lumayan memuaskan, kemudian Yohanes Chandra Ekajaya kembali menebar benih 15 ribu ekor ke sebidang petak kolam. Dengan asumsi menebar 5 ribu saja dapat banyak, mungkin dengan menebar 15 ribu. Untuk pemanenanya, ikan nila membutuhkan waktu 4-5 bulan dari benih yang tadinya hanya beratnya 100-200gram/ekor menjadi 300gram/ekor.

Untuk pemasaranya saja, ikan nila memang sangat tinggi dipasaran. Hal ini dikarenakan ikan ini memang menjadi ikan konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia. Ikan nila di distribusikan di super market, pasar atau menjual langsung di tempat pelelangan ikan. Untuk ikan nila yang dijual di super market harus memiliki standard yang tinggi dan sudah di sesuaikan baik ukuran dan bobotnya.

Yohanes Chandra Ekajaya kini rutin memasarkan produknya ke berbagai wilayah di Indonesia. Tak hanya itu, untuk semakin meningkatkan kualitas ikan nila yang dibudidayakan. Yohanes Chandra Ekajaya bersama kelompok budidaya ikan sekitar rutin melakukan pertemuan mingguan untuk mebahas mengenai perkembangan budidaya ikan, strategi pemasaran serta keluhan-keluhan yang terjadi di lapangan. Dan juga mengadakan pertmuan rutin dengan dinas perikanan dan kelautan agar semakin mengerti tentang bagaimana budidaya ikan nila yang baik,benar dan tentunya menguntungkan.

Yohanes Chandra Ekajaya Jalang Kote Super Pedas Khas Makasar

resep jalangkote pedas yohanes chandra ekajaya

resep jalang kote J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Jalang Kote adalah salah satu makanan ringan khas Makasar yang mirip dengan kue Pastel pada umumnya yang cukup membedakan adalah pada sausnya yang terkenal super pedas, Yohanes Chandra Ekajaya pernah mencicipi pedasnya Jalang Kote  disaat berkunjung kerumah sahabat karibnya selama seminggu di Makasar.

Pada kesempatan kali ini Yohanes Chandra Ekajaya sedikit berbagi resep membuat Jalang Kote khas Makasar yang terkenal super pedas, berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan beserta langkah-langkahnya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mebuat kulit jalang kote khas Makasar:

  • 1kg tepung terigu protein sedang.
  • 4 butir telur ayam
  • 4 sendok makan margarin.
  • 2 sendok teh garam.
  • 1 liter minyak goreng.

Bahan-bahan untuk membuat isi jalang kote khas Makasar:

  • 4 buah kentang dipotong dadu kecil-kecil.
  • 4 buah wortel dipotong dadu kecil-kecil.
  • 400 gram daging sapi cincang.
  • 300 gram mihun direndam hingga lunak.
  • 10 butir telur ayam direbus masing-masing dipotong menjadi 5 bagian.
  • 200 gram touge yang sudah direbus sejenak.
  • 50 gram saoun direndam hingga lunak.
  • 2 batang bawang perai tipis-tipis.
  • Minyak goreng secukupnya.
  • 50 ml air.
  • Merica secukupnya.

Bahan-bahan untuk membuat bumbu jalang kote khas Makasar:

  • 8 butir bawang merah diiris tipis.
  • 6 siung bawang putih diris tipis.
  • 1 sendok teh merica bubuk.
  • ½ sendok teh pala bubuk.
  • Garam secukupnya.
  • Gula pasir secukupnya.
  • Bumbu kaldu bubuk secukupnya.

Saus untuk pelengkap jalang kote khas Makasar:

  • 8 siung bawang putih.
  • 6 butir bawang merah.
  • 20 buah cabai rawit.
  • 8 buah cabai merah.
  • 1 sendok teh cuka.
  • 1 sendok makan gula pasir.
  • 400 ml air.
  • ½ sendok teh garam.

resep jalangkote pedas yohanes chandra ekajaya

Langkah-langkah membuat jalang kote khas Makasar:

  1. Langkah pertama panaskan 3 sendok minyak goreng, tumis bawang merah bawang putih hingga harum masukkan bawang perai, cincangan wortel dan kentang.
  2. Tuangkan sedikit air matang, masukan bumbu lainnya kecuali irisan telur rebus, kemudian masak hingga matang sambil diaduk merata.
  3. Buat kulit jalangkote dengan mencampurkan tepung terigu, 2 sendok margarin, telur dan tambahkan sedikit demi sedikit air aduk hingga merata tambahkan sedikit garam. Agar adonan tindak lembek dan lengket gunakan air secukupnya hingga pas kemudian buat adonan dengan ketebalan 3mm gilas dengan botol bekas dengan diameter 10cm.
  4. Isi kulit yang sudah kita gilas dengan bahan isian dan sepotong telur diatasnya lipat kedua sisi rekantkan dengan putih telur berbentuk setengah lingkaran rapikan tepinya hingga tidak ada celah, lakukan hingga adonan isi dan kulit habis.
  5. Panasi minyak goreng dengan nyala api sedang, goreng hingga adonan habis dan berwarna kuning kecoklatan.
  6. Buat saus dengan mencampurkan semua bahan terkecuali air dan cujka dengan diblender kemudian tumis dengan api sedang tambahkan air dan cuka secukupnya.
  7. Jalang kote siap untuk disajikan beserta saus super pedas.

Cukup mudah bukan membuat Jalang kote Yohanes Chandra Ekajaya semoga dapat menjadi salah satu refrensi menu camilan teman minum kopi atau teh disore hari. Bagi yang tidak begitu suka masakan yang sangat pedas dapat mengurangi takaran cabai saat membuat saus pelengkap sajiannya.

Yohanes Chandra Ekajaya Melenggangkan Sop Buntut di Kancah Nasional

Pengusaha Sop Buntut Yohanes Chandra Ekajaya

Bisnis Sop Buntut Pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang pengusaha muda Indonesia yang baru-baru ini membuka sebuah bisnis bernama Sop Buntut Kang Eka. Dengan porsi yang luar biasa serta rasanya yang istimewa, kenikmatan sop buntut yang penuh dengan sensasi dan cita rasa ini memang menjadi buah bibir masyarakat sekaligus pecinta kuliner tanah air.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa usaha yang berdiri di tahun 2009 ini tengah mengembangkan bisnisnya dengan menawarkan kemitraan di tahun 2010. Saat ini, cabang Sop Buntut Kang Eka telah melegenda dan telah memiliki sekitar lima cabang. Dengan rasa dan racikan bumbu yang luar biasa, akhirnya menu Sop Buntut Kang Eka tersebut memang telah memberikan kualitas bintang lima.

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa menu-menu tersebut dibanderol dengan harga mulai Rp 12 ribu hingga Rp 55 ribu untuk setiap porsinya. Untuk minuman, tersedia beberapa pilihan seperti jus jambu madu, stroberi milkshake, leci, es kopyor susu dan sebagainya. Harganya pun juga sangat variatif mulai Rp 17 ribu hingga Rp 26 ribu untuk setiap gelas.

Pengusaha Sop Buntut Yohanes Chandra Ekajaya

Dalam kemitraan tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya menawarkan berbagai paket investasi mulai dari Rp 142 juta. Investasi tersebut memang mengusung konsep restoran dengan luas tempat sekitar 120 meter persegi. Tempat tersebut dapat menampung sekitar 55 kursi katanya. Kemitraan tersebut tak memungut franchise fee dan royalti fee. Invcstasi tersebut diantaranya dapat dipakai untuk membuat konsultasi fee senilai Rp 14 juta.

Selebihnya, digunakan untuk membeli peralatan mitra senilai Rp 69 juta. Mitra tersebut akan mendapatkan peralatan lengkap, termasuk kulkas, freezer, dan meja kursi. Lalu pembelian bahan baku awal tersebut senilai Rp 21 juta, renovai tempat Rp 19 juta, serta banner dan neonbox senilai Rp 13 juta. Estimasi omzet mitra tersebut Rp 2,5 juta sehari atau setara dengan Rp 75 juta untuk setiap bulannya. Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa nantinya bisnisnya tersebut akan dikembangkan lebih lanjut agar dapat menjangkau pasar domestik dan luar negeri.