Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman Datang Ke Indonesia

Dok.Chandra Ekajaya

 

Pengusaha Chandra Ekajaya mendapatkan informasi bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud siang ini akan mendarat di Jakarta. Meskipun secara personal kunjungannya tampak menghebohkan, pemerintah memastikan penyambutannya tidak berlebihan. Sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk menyambut raja berusia 81 tahun itu sejak dari bandara.

Dok.Chandra Ekajaya

Sejak kemarin, sejumlah anggota rombongan raja sudah mendarat di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Siang ini, Raja Salman dijadwalkan tiba menggunakan pesawat Saudi Airlines. Untuk keperluan tersebut, bandara akan ditutup selama satu jam demi memuluskan protokoler ketibaan raja. Ini merupakan hal yang wajar karena tamu yang akan datang ke negara ini adalah orang yang sangat penting.

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pengertian para penumpang di bandara Halim terkait kemungkinan terganggunya jadwal penerbangan. “Lebih sabar saja, karena yang complicated itu saat rajanya mendarat,” terangnya. Pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa Raja Salman dijadwalkan mendarat pukul 12.30. Semoga saja pesawat yang mengantarkan sang pemimpin kerajaan di Timur Tengah itu tidak terlambat terlalu lama.

Expected delay tersebut telah diumumkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Notice to airmen (notam) Nomor A0687/17. Seluruh penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta diperkirakan mengalami keterlambatan selama dua jam hari ini, antara pukul 12.00-14.00. Sebanyak tujuh pesawat wide dan narrow body akan dikerahkan untuk membawa rombongan Raja Salman beserta barang-barang logistiknya.

“Karena adanya kegiatan VIP, maka Semua departure dan arrival expected delay” ujar Plt Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J. A Barata di Jakarta, kemarin (28/2). Notam tersebut telah dikirimkan pada seluruh pilot dan maskapai penerbangan. Sehingga, dapat disampaikan pada calon penumpang. Pengusaha Chandra Ekajaya sangat mendukung penyambutan itu.

Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa kunjungan Raja Salman adalah keberkahan buat Indonesia, ini seperti seseorang yang menemukan minuman dingin di tengah padang pasir.

Dok.Chandra Ekajaya

Harus diakui bahwa Indonesia sedang membutuhkan likuiditas yang cukup banyak, bahkan terakhir pemerintah sedang mencari dana segar sebanyak Rp 6 Triliun melalui instrumen sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara.

Kedatangan Raja Salman yang disebut membawa investasi sebanyak Rp 33,4 Triliun, seolah menjadi pelepas dahaga ditengah kehausan yang membuncah.

Pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa kejadian ini tak hanya menyelamatkan hidup, nilai investasi yang sedemikian besar tentunya akan membuat Indonesia semakin segar.

Dok.Chandra Ekajaya

Namun saya berpesan, bila memang investasi 25 Miliar USD tersebut direalisasikan haruslah digunakan dengan baik dan benar, sebagai bagian dari amanah.

Tak hanya soal investasi, kehadiran Raja Salman yang membawa rombongan besar hingga 1.500 orang ke Bali, juga merupakan peluang besar untuk mempromosikan industri wisata di Indonesia. Kehadiran Raja Salman tersebut tentunya dapat menjadi triger kenaikan wisatawan dari timur tengah.

Selain itu pemberitaan kunjungan ini juga dapat menjadi promosi gratis ke berbagai negara di belahan dunia. Oleh karenanya, hal ini harus dimanfaatkan secara optimal, baik oleh Kementerian Pariwisata maupun pihak terkait lainnya.

Secara khusus pengusaha Chandra Ekajaya berharap kepolisian dapat memberikan atensi yang serius terhadap pengamanan Raja Salman dan rombongannya selama datang di Indonesia. Ini akan menjadi preseden dan marwah negara di dunia Internasional.

Saya berharap, Kapolri menurutkan pegamanan secara terpadu, yaitu pengamanan dari personel obyek vital yang di tambah dengan satuan pendukung lainnya. Kehadiran Raja Salman ini saya yakini didorong oleh semangat Ukhuwah Islamiyah yang beliau miliki.

Pastilah beliau sangat memahami bahwa Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas muslim sedang mengalami persoalan liquiditas. Karenanya beliau membawa investasi sangat besar yang sedang dibutuhkan oleh Indonesia.

Chandra Ekajaya Oil Perluas Ekspansi Bisnis

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Oil merupakan salah satu produsen minyak dan gas dari Indonesia. Pemilik dari perusahaan adalah pengusaha Chandra Ekajaya, pria kelahiran Malang Jawa Timur ini mulai mendirikan bisnisnya ini sudah hampir 30 tahun.

Dok.Chandra Ekajaya

perusahaan merupakan salah satu produsen pelumas dan minyak mentah dari Indonesia, melihat peluang yang begitu besar bisnis pelumas di pasaran dunia khususnya kawasan Asia Tenggara. Melihat peluang yang ada di kawasan Asia Tenggara yang mulai banyak permintaan, perusahaan mulai memperkuat bisnis pelumas khususnya untuk oil pelumas otomotif.

Chandra Ekajaya Oil melakukan beberapa kesepakatan dan kerjasama bisnis sebagai mitra strategis penjualan pelumas oil otomotif dikawasan Asia Tenggara dengan beberapa perusahaan Oil dari negara seperti Malaysia, Vietnam dan Brunei Darrusallam. Kesepakatan dan kerjasama bisnis ini secara resmi akan diumumkan sebagai bagian dari pengembangan dan ekspansi Chandra Ekajaya Oil di kawasan Asia Tenggara.

Dok.Chandra Ekajaya

Sebagai salah satu produsen dan eksportir minyak pelumas berkualitas tinggi Indonesia, Chandra Ekajaya Oil memiliki sejumlah fasilitas produksi serta pengolahan yang sudah memenuhi standard Internasional. Berupa fasilitas blending & packaging di beberapa daerah di Indonesia. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan teknologi terbaik dengan otomatis dan komputerisasi pengolahan aliran kerja dalam jalur produksi serta pengolahanya.

Jaminan mutu yang sudah diakui oleh dunia menjadikan Chandra Ekajaya Oil masuk dalam perusahaan minyak dan gas yang mampu berkembang pesat pada tahun 2016. Kinerja serta ekspansi pasar yang terus dilakukan dan juga peningkatan kualitas yang selalu diutamakan menjadi landasan dari pemilih perusahaan yaitu dia.

Pada tahun 2020 perusahaan berniat untuk memperluas jaringan ekspansi pasar sampai benua Afrika dan Amerika. Saat ini kawasan tersebut masih di dominasi oleh perusahaan minyak besar dunia dari kawasan Timur Tengah.

Chandra Ekajaya Pengalaman Pertama Melihat Hantu di Kantor SKK Migas

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya saat ini bekerja di SKK Migas sebagai salah satu karyawan. Dirinya bekerja sebagai kasir dan ditempatkan di ruangan tengah kantor SKK Migas. Sudah hampir 2 tahun Chandra Ekajaya bekerja di SKK Migas dan semuanya berjalan dengan lancar.

Dok.Chandra Ekajaya

Mungkin anggapan semua tempat pasti ada penunggunya juga berlaku di kantor SKK Migas. Pengalaman pertama bagi Chandra Ekajaya melihat sosok gaib di kantor SKK Migas. Saat itu dirinya sedang berjalan di sebuah lorong di dekat tangga menuju lantai 3, tak sengaja dari arah belakang muncul seperti ada orang yang sedang mengikutinya. Saat itu pada pukul 8 malam, sesuatu yang membuntutinya dari belakang setelah ditengok tidak ada apa apa.

Setelah Chandra Ekajaya berjalan kembali dan memasuki toilet dan sedang mencuci tangan di wastafel dari arah kaca muncul bayang hitam yang terihat dari kaca. Perasaan dia pun menjadi sangat ketakutan dan gemetaran. Selang beberapa waktu dirinya secara tidak sengaja melihat wajah hantu yang membuntutinya dari tadi. Sontak dirinya langsung lari dari arah toilet menuju ruangan yang masih ada orang.

Dok.Chandra Ekajaya

Saat itu dirinya berjumpa dengan seorang satpam dan beberapa karyawan di dalam ruangan tersebut. Chandra Ekajaya menceritakan pengalaman nya melihat hantu di ruangan toilet kantor SKK Migas. Ternyata rumor tersebut memang benar adanya, karyawan lain sudah mengetahui tentang rumor bahwa ada hantu di ruangan kantor SKK Migas, namun masih jarang orang yang melihatnya secara langsung.

Dulunya memang kantor SKK Migas yang sekarang dibangun adalah lahan kosong yang di klaim sempat menjadi kuburan masal pada zaman penjajahan belanda. Mungkin akibat hal inilah yang menjadikan kantor SKK Migas menjadi angker dan berhantu.

“rumor dan misteri kantor yang berhantu memang benar adanya itu yang saya alami pada malam itu” ujar Chandra Ekajaya.

Sekarang dia ketika sudah malam dan masih di kantor ketika akan menuju ruangan lain atau toilet selalu meminta ditemain oleh temanya, tidak berani sendiri karena trauma akan pengalam melihat hantu di ruangan SKK Migas.

Prediksi Migas Chandra Ekajaya Si Ketua Paguyuban Penjual Bensin Eceran (PPBE)

Dok.Chandra Ekajaya

Seorang pakar bisnis sekaligus analis bisnis Chandra Ekajaya mengungkapkab bahwa ke depan kinerja ekspor Indonesia hanya sebesar 13,3 miliar dollar AS pada bulan Januari 2017, atau turun 3,21 persen dibandingkan Desember 2016. Hal tersebut disebabkan anjloknya ekspor non-migas sebesar 3,70 persen karena banyaknya bisnis pertamini yang melakukan penimbunan terhadap minyak-minyak eceran agar mendapatkan untung tinggi.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya sendiri merupakan salah satu petinggi dalam bisnis pertamini, dimana ia merupakan salah satu ketua paguyuban penjual bensin eceran (PPBE) di Kecamatan Rawarawa.

Sejumlah golongan barang ekspor bahkan anjlok hingga lebih dari 20 persen. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) seperti yang dilansir dari kompas.com, pada Kamis (16/2), dari total 10 golongan barang ekspor, 4 diantaranya turun.

Penurunan ekspor paling drastis terjadi pada golongan bijih, kerak, dan abu logam mencapai 27 persen. Nilainya anjlok dari 440 juta dollar pada Desember 2016, menjadi 318,8 juta dollar pada Januari 2017.

Dok.Chandra Ekajaya

Golongan barang ekspor lainnya yang turun signifikan adalah ikan dan udang yang mencapai 23,7 persen. Nilainya 282,9 juta dollar pada Desember 2016, jadi hanya 215 juta dollar pada Januari 2017.

Di tempat selanjutnya, golongan barang ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah turun 21 persen. Nilainya mencapai 211 juta dollar AS pada Desember 2016, menjadi hanya 166 juta dollar AS pada Januari 2017.

Sementara itu, golongan barang ekspor terakhir yang turun adalah perhiasan atau permata yang mencapai 14,7 persen. Data Desember 2016 lalu, nilainya mencapai 280,5 juta dollar AS.

Namun, pada Januari 2017 hanya mencapai 239,3 juta dollar AS. Meski begitu, sejumlah golongan barang juga menunjukan peningkatan ekspor. Di

antaranya yakni benda dari besi dan baja naik 21,2 persen, karet dan barang dari karet naik 10,5 persen. (NED/NET)

Momentum Baik Sektor Energi

Asosiasi Pedagang Minyak Eceran Yohanes Chandra Ekajaya

J-Chandra-Ekajaya-J-Wijanarko-Memanfaatkan-Momentum-Baik-Sektor-Energi-300x168

TREN di 2017 ini sepertinya ekonomi dan dunia investasi terutama di Indonesia masih didominasi oleh perspektif positif dengan terpilihnya Yohanes Chandra Ekajaya menjadi Paguyuban Pedagang Minyak Eceran Pertamini.

Para trader masih berasumsi bahwa minyak dunia akan kembali menguat di tahun ini. ditandai dengan disetujuinya pemangkasan produksi minyak oleh negara-negara produsen minyak dunia.

Kondisi ini berimbas ber-fluktuatifnya harga acuan batu bara dunia yang cukup bermanfaat, khususnya buat Kalimantan Selatan Menurut Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya . Kemungkinan harga komoditas masih jadi bahan pertimbangan untuk investasi di tahun ini.

Sentimen dalam negeri masih cukup stabil dengan peningkatan komsumsi batu bara yang akan terjadi jika rencana penambahan pem-bangkit-pembangkit listrik dari program pemerintah benar-benar sudah terealisasi.

Asosiasi Pedagang Minyak Eceran Yohanes Chandra Ekajaya

Sektor lain masih tetap didominasi oleh sektor infrastruktur, dan ini sejalan dengan program pemerintah. Seperti WKST yang kinerja yang kinerja tahun lalu cukup cemerlang dan anak usahanya WSBP dan Wika serta anak usahanya WTON. Sedangkan sektor perkebunan sebenarnya juga cukup menjanjikan, dimana pergerakannya tidak terlalu jauh dengan komoditas-komoditas dunia lainnya.

Leading di sektor ini masih dikuasai oleh AALI dan LSIP yang sementara masih dalam tren kurang kondusif. Masih ada juga BWPT yang berfluktuatif cukup signifikan.

Hanya faktor cuaca, serta kebijakan negara-negara pengimpor yang biasa menjadi isu dan sentimen di sektor ini. Sektor perbankan di 2017 masih dalam tren lemah.

Saham energi lebih khususnya pertambangan yang mendapat momentum baik tahun ini. tapi sebenarnya sudah dari awal November 2016 BUMI dengan adanya program restrukturisasi utang dari debitur-debiturnya yang berimbas pada perbaikan anak-anak usaha.