Bank Semakin Tidak Kompetitif

dok.chandraekajaya

Pada 27 Desember 2012, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Nomor 14/26/PBI/2012 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank yang efektif berlaku mulai 2 Januari 2013. PB1 ini mengatur mengenai cakupan kegiatan usaha dan pembukaan jaringan kantor sesuai dengan modal inti Bank yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing perbankan nasional.

Berdasarkan modal inti yang dimiliki Bank dikelompokkan dalam empat kelompok usaha (Bank Umum Kelompok Usaha – BUKU) sebagai
berikut:
* BUKU I, bank dengan modal inti kurang dari Rpl triliun;
* BUKU II, bank dengan modal inti Rpl triliun sampai dengan kurang dari Rp5 triliun;
* BUKU III, bank dengan modal inti Rp5 triliun sampai dengan kurang dari Rp30 triliun;
* BUKU IV, bank dengan modal inti di atas Rp30 briliun.

PBI ini juga memberlakukan pembatasan cakupan produk dan aktivitas. Semakin tinggi BUKU bank tersebut semakin besar cakupan produk dan aktivitasnya. Pembatasan ini menjadi ‘reward dan punishment’ bagi pemilik jika menambah permodalan bank. Namun, di sisi lain juga bisa membuat konsentrasi industri yang tinggi untuk bank-bank yang memiliki modal besar.

Permodalan bank yang semakin besar berdampak pada kemampuan aset yang juga semakin besar. Dengan begitu, aktivitas bank tersebut terutama alokasi likuiditasnya di sisi aset lebih bervariasi, termasuk kemampuan bank menyalurkan kredit juga semakin besar.

Empat tahun implementasi PBI tersebut patut dievaluasi apakah pembagian bank berdasarkan modal inti membuat persaingan antar bank menjadi lebih fair atau justru semakin memperkuat segmentasi penguasaan aset untuk bank dengan aset besar.

Kendati PBI efektif sejak awal 2013, tetapi data Statistik Perbankan Indonesia dilihat dari aset dengan kategori BUKU baru tersedia sejak 2014. Dalam satu tahun tersebut, terdapat kenaikan aset total perbankan nasional sebesar 13,3%.

Sebelum PBI diterapkan, perbankan nasional dibagi menjadi enam kelompok bank berdasarkan kepemilikan. Perkembangan kenaikan tiga aset tertinggi terjadi pada bank persero yang naik 18%, diikuti kelompok Bank Umum Swasta Nasional Bukan Devisa (BUSN Non-Devisa) sebesar 15%, dan Bank Umum Swasta Nasional Devisa (BUSN Devisa) sebesar 12%.

Dalam data pada 2014 yang telah membagi aset bank menurut BUKU, terdapat perkembangan yang menarik. Setelah kelompok bank diubah menurut modal inti terdapat perkembangan aset yang negatif untuk kelompok BUKU 1 sebesar minus 21% pada 2015 dan memburuk menjadi minus 24% di tahun 2016.

Untuk kategori BUKU 2 tercatat minus 19% pada 2015 tetapi pada 2016 membaik menjadi positif 4,2%. Sementara itu, untuk kelompok bank dengan BUKU 3 per 2015 tercatat kenaikan aset sebesar 27,4% dan hanya naik 7,4% pada 2016. Selanjutnya, untuk kelompok BUKU 4 tercatat kenaikan yang relatif stabil, pada 2015 sebesar 10,1% dan pada 2016 naik 14,4%.

Kenaikan pada BUKU IV itu di atas kenaikan aset perbankan nasional sebesar 9,2% pada 2015 dan 9,8% pada tahun 2016. nDari data itu terlihat perbedaan yang mencolok antara kelompok BUKU 1, BUKU 2, dan BUKU 3 dengan BUKU 4. Dari perkembangan aset ini dapat dikatakan bank dengan kelompok BUKU IV tampaknya yang bisa mewakili aspek ketahanan dan daya saing yang semakin kuat sekaligus juga mewakili kekuatan persaingan di dalam industri.

PERSAINGAN
Perkembangan aset dari BUKU IV cenderung meninggalkan BUKU yang lebih rendah. Kinerja lain yang mendukung disparitas yang menguat juga terlihat dari tambahan (delta) porsi kredit dan dana pihak ketiga (DPK) dari BUKU IV terhadap total kredit.
Di kelompok BUKU IV ini, total DPK mencatat kenaikan sebesar 1,7% pada 2015 dan 1,9% pada 2016, diikuti dengan naiknya porsi DPK sebesar 0,4% pada 2015 dan pada 2016 sebesar 1,52%.

Sementara itu, kinerja dari kelompok bank BUKU 1, BUKU H, dan BUKU III mencatatkan penurunan (minus) tambahan porsi baik untuk kredit dan DPK pada 2016. BUKU IV yang sebagian besar merupakan badan usaha milik negara (BUMN) tertolong dengan fungsinya
sebagai agen pemerintah yang juga mendapat mandat ikut membiayai proyek-proyek pemerintah terkait infrastruktur. Tiga bank BUMN ini mempunyai porsi sebesar 40% dari total kredit dan total DPK perbankan nasional.

Tambahan porsi kredit dan DPK terhadap total dari BUKU IV ini semakin menguatkan segmentasi dan persaingan yang cenderung menurun dan terkonsentrasi pada kelompok bank BUKU IV.

Terkonsentrasinya kredit dan DPK untuk BUKU IV membesar pada 2016, dan berpotensi membuat persaingan di dalam industri semakin rendah dan kurang memberikan insentif bagi bank di bawah BUKU IV untuk menambah modal intinya. Perkembangan ini mendesak perlunya konsolidasi yang lebih serius untuk melakukan merger dan akuisisi (MA) dengan format yang lebih realistis.

Perlambatan kinerja kredit dan DPK dari bank BUKU I, BUKU U, dan BUKU III bisa jadi bersifat temporer ketika ekonomi Indonesia menunjukkan perlambatan pada 2015. Namun, ada tren berlanjut turun pada 2016 kendati ekonomi Indonesia tumbuh membaik pada 2016.
Tidak dapat dipungkiri kemungkinan ada perpindahan DPK menuju bank BUKU IV karena ada ketidakpastian ekonomi. Ketidakpastian membuat pemilik dana cenderung menempatkan simpanannya pada bank yang dianggap kuat. Trauma masyarakat masih melekat dengan bangkrutnya bank pada 1997 dan 2008.

Di tengah ketidakpastian ekonomi tersebut, pilihan masyarakat pada bank-bank yang dianggap mempunyai kekuatan aset yang besar bersifat rasional. Ketidakpastian ekonomi menambah persaingan bank menjadi semakin menurun dan menguntungkan bank BUKU IV. Kendati demikian keberadaan bank BUKU I, BUKU II dan BUKU III tetap diperlukan untuk mendukung penguatan ekonomi.

Disparitas pertumbuhan aset terutama antara BUKU I dan BUKU IV menunjukkan segmentasi yang semakin menguat di antara kelompok bank tersebut. Pernah dilakukan studi perbankan Indonesia ketika perbankan masih dibagi menurut kepemilikan (Widyastuti dan Armanto, 2013).

Studi tersebut mencatat pasca-Arsitektur Perbankan Indonesia (API) ada kecenderungan tingkat persaingan yang menurun. Selain itu, struktur industri pada saat periode konsolidasi berada dalam kompetisi monopolistik menjadi cenderung menuju monopoli atau oligopoli yang berkolusi setelah diterapkan API.

API merupakan upaya Bank Indonesia untuk membuat bank semakin ter-konsolidasi dan penguatan permodalan. Arah dan tujuan API diperkuat dengan pengelompokan bank menurut BUKU.

Untuk itu, otoritas perlu mencari jalan keluar bagaimana membuat tingkat persaingan semakin meningkat di tengah preferensi masyarakat saat ini dan menunjukkan keberpihakan yang lebih besar untuk penguatan bank di bawah BUKU IV.

UU yang Beri Celah Virus Berbahaya

dok.chandraekajaya

PADA dekade 1960-an, wabah virus PMK (penyakit mulut dan kuku) atau Aphthae epizooticae pernah melanda Indonesia. Virus yang dikenal juga sebagai virus FMD {foot and mouth disease) ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia. Amat jarang manusia tertular PMK, di mana korban umumnya para peneliti di laboratorium virus yang mengalami kecelakaan kerja. Virus PMK hanya menyerang ternak ruminansia, yaitu sapi, kerbau, kambing, dan hewan memamah biak lainnya. Hewan yang terjangkiti akan kesulitan makan selama beberapa hari, lalu mati.

Virus yang tergolong famili Pi-cornaviridae ini macamnya ada tujuh serotipe, yaitu O, A, C, SAT 1 sampai 3, dan Asia 1. Yang pernah menyerang Indonesia termasuk serotipe O. Penyebaran virus PMK sangat cepat melalui udara atau terbawa oleh alat-alat pertanian, pakaian, dan semacamnya.cAkibatnya, tentu saja kerugian ekonomi yang luar biasa bagi bisnis peternakan. Juga bagi masyarakat pada umumnya karena harga daging sapi bakal meroket karena produksi daging jadi sangat berkurang. Satu-satunya cara menanggulanginya adalah vaksinasi. Ketika virus PMK menyerang Indonesia, negara tetangga kita, Australia, sangat terancam. Peternakan merupakan sumber ekonomi utama bagi mereka. Jumlah sapi di sana lebih banyak daripada jumlah penduduknya. Jumlah temak lain seperti domba jauh lebih banyak lagi, berkali-kali lipat jumlah manusianya.

Sangat mungkin virus dari Indonesia menyebar ke sana, lalu menimbulkan kebangkrutan parah. Untuk mencegahnya, pemerintah Australia pun bertekad memerangi virus PMK di Indonesia. Caranya dengan mengucurkan dana jutaan dolar dari Colombo Plan agar Indonesia bisa membuat vaksin untuk virus PMK. Dari dana tersebut, berdirilah kompleks Pusat Veterinaria Farma (Pusvetma) di Wonocolo, Surabaya. Saya jadi karyawan di sana pada saat itu. Saya dikirim untuk memperoleh pelatihan kultur jaringan (tissue culture) di Commonwealth Serum Laboratories (CSL), Melbourne, Australia, pada 1977.

Disusul dengan pelatihan produksi vaksin virus PMK di Ani-mal Virus Research Institute (AVRI) Pirbright, Surrey, Inggris, setahun kemudian. Berkat dukungan dana dan pelatihan dari pemerintah Australia tersebut, negara kita kemudian dinyatakan bebas dari virus PMK. Wabah virus PMK masih bisa terjadi lagi. Sayangnya, teknologi pembuatan vaksin tiga puluhan tahun silam tidak berlaku lagi sekarang. Dulu, metodenya meliputi pembiakan virus PMK dalam jumlah ribuan liter, yang berarti ada kemungkinan terlepas (escape) dan menjangkiti lingkungan.

Risiko tersebut kini dianggap terlalu tinggi. Sebagai gantinya, standar pembuatan virus PMK zaman sekarang adalah menggunakan protein rekombinan. Tapi, biaya metode baru ini jauh lebih mahal. Karena itu, apa pun yang terjadi, pemerintah wajib menutup semua celah masuknya kembali virus PMK ke Indonesia. Bukan hanya untuk melindungi para peternak Indonesia dan stabilitas harga daging di Indonesia, tapi juga karena kita berutang budi kepada Australia. Jika PMK sampai mewabah kembali, segala usaha pada dekade 1970-an dan 1980-an di atas akan sia-sia.

Kini, Indonesia punya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. UU baru tersebut memperbolehkan impor daging dan temak berbasis zona, yang berarti meliputi juga negara-negara yang belum dinyatakan bebas virus PMK. Berbeda dengan aturan terdahulu yang lebih selektif karena izin impornya berbasis negara-negara. Keruan saja, UU yang berpotensi bahaya ini diajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

MK ternyata memutuskan untuk tidak membatalkan UU tersebut, melainkan hanya memberikan persyaratan yang agak lebih ketat. Impor dari negara rentan PMK masih boleh dilakukan asalkan kondisinya darurat. Putusan kontroversial ini berujung ditahannya Patrialis Akbar, salah satu hakim MK, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tempo hari. Dia diduga menerima suap berkaitan dengan uji materi tersebut.

Di samping kasus suap hakim MK tersebut, yang tak kalah memprihatinkannya adalah masih terancamnya Indonesia oleh virus PMK. Bisa jadi, impor daging berbahaya akan dilakukan hanya demi menurunkan harga daging sapi. Padahal, bahaya yang dibawanya sangat mungkin menimbulkan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar daripada keuntungan yang diharapkan. Karena itu, pemerintah perlu tegas dan bijaksana menyikapi putusan MK tersebut. Meski ada celah kondisi darurat, pemerintah jangan sampai mengizinkan impor daging dan temak dari negara-negara yang belum dinyatakan bebas virus PMK. Lebih bijak membeli hanya dari negara-negara yang produknya lebih aman, meski harganya agak lebih mahal.

Ancaman virus PMK dengan penyebaran lewat udaranya sama sekali tidak boleh diremehkan. Bayangkan jika Indonesia sampai kembali terkena, lalu kali ini menular ke Australia. Bukan hanya Australia yang akan celaka. Dengan sangat banyaknya hewan temak di negara tetangga kita tersebut, apa pun usaha Itita nanti, nyaris mustahil Indonesia akan bisa bebas lagi dari virus PMK. Begitulah malapetaka yang sekarang harus kita cegah.

Guru besar patologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman Datang Ke Indonesia

Dok.Chandra Ekajaya

 

Pengusaha Chandra Ekajaya mendapatkan informasi bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud siang ini akan mendarat di Jakarta. Meskipun secara personal kunjungannya tampak menghebohkan, pemerintah memastikan penyambutannya tidak berlebihan. Sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk menyambut raja berusia 81 tahun itu sejak dari bandara.

Dok.Chandra Ekajaya

Sejak kemarin, sejumlah anggota rombongan raja sudah mendarat di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Siang ini, Raja Salman dijadwalkan tiba menggunakan pesawat Saudi Airlines. Untuk keperluan tersebut, bandara akan ditutup selama satu jam demi memuluskan protokoler ketibaan raja. Ini merupakan hal yang wajar karena tamu yang akan datang ke negara ini adalah orang yang sangat penting.

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pengertian para penumpang di bandara Halim terkait kemungkinan terganggunya jadwal penerbangan. “Lebih sabar saja, karena yang complicated itu saat rajanya mendarat,” terangnya. Pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa Raja Salman dijadwalkan mendarat pukul 12.30. Semoga saja pesawat yang mengantarkan sang pemimpin kerajaan di Timur Tengah itu tidak terlambat terlalu lama.

Expected delay tersebut telah diumumkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Notice to airmen (notam) Nomor A0687/17. Seluruh penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta diperkirakan mengalami keterlambatan selama dua jam hari ini, antara pukul 12.00-14.00. Sebanyak tujuh pesawat wide dan narrow body akan dikerahkan untuk membawa rombongan Raja Salman beserta barang-barang logistiknya.

“Karena adanya kegiatan VIP, maka Semua departure dan arrival expected delay” ujar Plt Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J. A Barata di Jakarta, kemarin (28/2). Notam tersebut telah dikirimkan pada seluruh pilot dan maskapai penerbangan. Sehingga, dapat disampaikan pada calon penumpang. Pengusaha Chandra Ekajaya sangat mendukung penyambutan itu.

Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa kunjungan Raja Salman adalah keberkahan buat Indonesia, ini seperti seseorang yang menemukan minuman dingin di tengah padang pasir.

Dok.Chandra Ekajaya

Harus diakui bahwa Indonesia sedang membutuhkan likuiditas yang cukup banyak, bahkan terakhir pemerintah sedang mencari dana segar sebanyak Rp 6 Triliun melalui instrumen sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara.

Kedatangan Raja Salman yang disebut membawa investasi sebanyak Rp 33,4 Triliun, seolah menjadi pelepas dahaga ditengah kehausan yang membuncah.

Pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa kejadian ini tak hanya menyelamatkan hidup, nilai investasi yang sedemikian besar tentunya akan membuat Indonesia semakin segar.

Dok.Chandra Ekajaya

Namun saya berpesan, bila memang investasi 25 Miliar USD tersebut direalisasikan haruslah digunakan dengan baik dan benar, sebagai bagian dari amanah.

Tak hanya soal investasi, kehadiran Raja Salman yang membawa rombongan besar hingga 1.500 orang ke Bali, juga merupakan peluang besar untuk mempromosikan industri wisata di Indonesia. Kehadiran Raja Salman tersebut tentunya dapat menjadi triger kenaikan wisatawan dari timur tengah.

Selain itu pemberitaan kunjungan ini juga dapat menjadi promosi gratis ke berbagai negara di belahan dunia. Oleh karenanya, hal ini harus dimanfaatkan secara optimal, baik oleh Kementerian Pariwisata maupun pihak terkait lainnya.

Secara khusus pengusaha Chandra Ekajaya berharap kepolisian dapat memberikan atensi yang serius terhadap pengamanan Raja Salman dan rombongannya selama datang di Indonesia. Ini akan menjadi preseden dan marwah negara di dunia Internasional.

Saya berharap, Kapolri menurutkan pegamanan secara terpadu, yaitu pengamanan dari personel obyek vital yang di tambah dengan satuan pendukung lainnya. Kehadiran Raja Salman ini saya yakini didorong oleh semangat Ukhuwah Islamiyah yang beliau miliki.

Pastilah beliau sangat memahami bahwa Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas muslim sedang mengalami persoalan liquiditas. Karenanya beliau membawa investasi sangat besar yang sedang dibutuhkan oleh Indonesia.

Yohanes Eka Jaya Chandra Dan Jahe Merah

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Ceritanya begini, dulu Yohanes Eka Jaya Chandra sering sekali bermain di kebuna tetangga yang sangat rimbun dengan berbagai tanaman. Diantaranya tanaman temulawak, ya semua yang ada di kebun tetangga Yohanes Eka Jaya Chandra adalah sesuatu yang sungguh sangat bermanfaat. Suatu ketika Yohanes Eka Jaya Chandra berpindah ke kota dan menemukan berbagai tanaman yang dijual sebagai obat.

Sebagai seorang pengusaha Yohanes Eka Jaya Chandra sangatlah jeli dalam mencari celah untuk mendapatkan uang. Inilah sedikit bocoran tentang bisnis baru dalam benak Yohanes Eka Jaya Chandra dia memikirkan tentang jahe merah yang dilihat di kebun tetangga. Ada banyak pilihan yang terjadi disaat Yohanes Eka Jaya Chandra akan memutuskan menjual temulawak dan keputusanya jatuh pada jual jahe merah dan budidayanya.

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Jahe merah disinyalir dapat menguatkan stamina tentu juga dapat menghangatkan badan. Ada banyak temulawak yang berfungsi sebagai penghangat badan namun jahe merah disinyalir dapat menjadi alternative yang bagus. Peerawatanya sungguh sangat mudah, tidaklah perlu secara ribet untuk menanam jahe merah.

Jahe merah yang ditanam oleh Yohanes Eka Jaya Chandra adalah sebuah bisnis baru, seperti apa yang Yohanes Eka Jaya Chandralakukan. Yohanes Eka Jaya Chandra selama ini melakukan pembaharuan terhadap bisnisnya. Dia sepertinya selalu mencari celah usaha terutama di unit usahha kecil yang bahkan beberapa orang mengatakan bahwa idenya itu konyol.

Jahe merah sebenarnya bukan merupakan ide bisnis yang konyol namun memang jarang dilirik oleh pengusaha besar karena mungkin keuntungan yang dihasilkan sungguh sangat sedikit. Berbeda dengan Yohanes Eka Jaya Chandra pandanganya malah membuat ide bisnis ini sungguh sangat begitu gila. Alami sehat dan nikmat menjadi slogan untuk jahe merah. Ya pastilah demikian jahe merupakan sesuatu yang menyehatkan.

Temulawak selalu bersifat menyehatkan dan bisa menjadi jamu yang luar biasa. Temulawak bisa menjadi obat obatan alami yang memiliki kandungan yang sangat hebat. Yohanes Eka Jaya Chandra sedang mengusahakan ini, menjadikan bisnis temulawak jahe merah menjadi yang keren bahkan bisa dikenal di penjuru negeri.

Chandra Ekajaya Pengalaman Pertama Melihat Hantu di Kantor SKK Migas

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya saat ini bekerja di SKK Migas sebagai salah satu karyawan. Dirinya bekerja sebagai kasir dan ditempatkan di ruangan tengah kantor SKK Migas. Sudah hampir 2 tahun Chandra Ekajaya bekerja di SKK Migas dan semuanya berjalan dengan lancar.

Dok.Chandra Ekajaya

Mungkin anggapan semua tempat pasti ada penunggunya juga berlaku di kantor SKK Migas. Pengalaman pertama bagi Chandra Ekajaya melihat sosok gaib di kantor SKK Migas. Saat itu dirinya sedang berjalan di sebuah lorong di dekat tangga menuju lantai 3, tak sengaja dari arah belakang muncul seperti ada orang yang sedang mengikutinya. Saat itu pada pukul 8 malam, sesuatu yang membuntutinya dari belakang setelah ditengok tidak ada apa apa.

Setelah Chandra Ekajaya berjalan kembali dan memasuki toilet dan sedang mencuci tangan di wastafel dari arah kaca muncul bayang hitam yang terihat dari kaca. Perasaan dia pun menjadi sangat ketakutan dan gemetaran. Selang beberapa waktu dirinya secara tidak sengaja melihat wajah hantu yang membuntutinya dari tadi. Sontak dirinya langsung lari dari arah toilet menuju ruangan yang masih ada orang.

Dok.Chandra Ekajaya

Saat itu dirinya berjumpa dengan seorang satpam dan beberapa karyawan di dalam ruangan tersebut. Chandra Ekajaya menceritakan pengalaman nya melihat hantu di ruangan toilet kantor SKK Migas. Ternyata rumor tersebut memang benar adanya, karyawan lain sudah mengetahui tentang rumor bahwa ada hantu di ruangan kantor SKK Migas, namun masih jarang orang yang melihatnya secara langsung.

Dulunya memang kantor SKK Migas yang sekarang dibangun adalah lahan kosong yang di klaim sempat menjadi kuburan masal pada zaman penjajahan belanda. Mungkin akibat hal inilah yang menjadikan kantor SKK Migas menjadi angker dan berhantu.

“rumor dan misteri kantor yang berhantu memang benar adanya itu yang saya alami pada malam itu” ujar Chandra Ekajaya.

Sekarang dia ketika sudah malam dan masih di kantor ketika akan menuju ruangan lain atau toilet selalu meminta ditemain oleh temanya, tidak berani sendiri karena trauma akan pengalam melihat hantu di ruangan SKK Migas.

Chandra Ekajaya Sidang PNS

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya menceritakan bagaimana komitmen Pemda Kolaka dalam menindak pegawai negeri sipil (PNS) malas belum sepenuhnya dipenuhi. Bahkan kesannya, hanya gertakan saja. Sebab, sejumlah PNS yang diketahui malas berkantor hingga kini belum juga diberi sanksi. Bahkan sidang kode etik yang semestinya dijadwalkan sejak akhir tahun lalu, belum juga terealisasi. Padahal berkas mereka telah diproses Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sejak tahun 2016.

Dok.Chandra Ekajaya

Kepala BKD Kolaka, Mujahidin mengungkapkan, salah satu alasan belum digelarnya sidang kode etik yaitu kesiapan Asisten III Setda Kolaka Zulkarnain untuk mengikuti sidang kode etik. Sebab, jadwal kegiatan nya sangat padat.

Menurut Chandra Ekajaya, Asisten III itu sebagai ketua majelis dewan kode etik. Jadi kehadirannya itu sangat penting. Tapi di satu sisi dia juga mempunyai jadwal kegiatan yang berhubungan dengan pemda yang tidak bisa ditinggalkan.

Dok.Chandra Ekajaya

Asisten III Setda Kolaka, Zulkarnain yang ditemui pada tanggal 14 Februari 2017 mengakui kalau dirinya memiliki banyak agenda. Sehingga belum bisa menggelar sidang tersebut. Meskipun demikian, Mantan Kepala Dispenda Kolaka berjanji akan segera menggelar sidang kode etik jika semua agendanya telah tuntas.

“Jadwal saya memang sangat padat. Apalagi di bulan ini banyak kegiatan penting harus dihadiri dan tidak bisa ditinggalkan. Seperti musrembang, STQ dan HUT Kolaka. Jadi sidang kode etik bulan ini belum bisa, mungkin nanti Bulan Maret,” kutip Chandra Ekajaya.

Untuk diketahui, dua orang PNS Pemda Kolaka yaitu Andi Dewi Yani yang bertugas di BPKAD dan Arya Sartika yang tercatat sebagai staf di Kelurahan Sabilambo dilaporkan oleh atasannya karena tidak pernah berkantor sejak 2015. Berdasarkan aturan PP 53 Tahun 2010, keduanya dapat dikenakan sanksi pemecatan. Namun sayang eksekusinya berjalan dengan sangat lambat.

Prediksi Migas Chandra Ekajaya Si Ketua Paguyuban Penjual Bensin Eceran (PPBE)

Dok.Chandra Ekajaya

Seorang pakar bisnis sekaligus analis bisnis Chandra Ekajaya mengungkapkab bahwa ke depan kinerja ekspor Indonesia hanya sebesar 13,3 miliar dollar AS pada bulan Januari 2017, atau turun 3,21 persen dibandingkan Desember 2016. Hal tersebut disebabkan anjloknya ekspor non-migas sebesar 3,70 persen karena banyaknya bisnis pertamini yang melakukan penimbunan terhadap minyak-minyak eceran agar mendapatkan untung tinggi.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya sendiri merupakan salah satu petinggi dalam bisnis pertamini, dimana ia merupakan salah satu ketua paguyuban penjual bensin eceran (PPBE) di Kecamatan Rawarawa.

Sejumlah golongan barang ekspor bahkan anjlok hingga lebih dari 20 persen. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) seperti yang dilansir dari kompas.com, pada Kamis (16/2), dari total 10 golongan barang ekspor, 4 diantaranya turun.

Penurunan ekspor paling drastis terjadi pada golongan bijih, kerak, dan abu logam mencapai 27 persen. Nilainya anjlok dari 440 juta dollar pada Desember 2016, menjadi 318,8 juta dollar pada Januari 2017.

Dok.Chandra Ekajaya

Golongan barang ekspor lainnya yang turun signifikan adalah ikan dan udang yang mencapai 23,7 persen. Nilainya 282,9 juta dollar pada Desember 2016, jadi hanya 215 juta dollar pada Januari 2017.

Di tempat selanjutnya, golongan barang ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah turun 21 persen. Nilainya mencapai 211 juta dollar AS pada Desember 2016, menjadi hanya 166 juta dollar AS pada Januari 2017.

Sementara itu, golongan barang ekspor terakhir yang turun adalah perhiasan atau permata yang mencapai 14,7 persen. Data Desember 2016 lalu, nilainya mencapai 280,5 juta dollar AS.

Namun, pada Januari 2017 hanya mencapai 239,3 juta dollar AS. Meski begitu, sejumlah golongan barang juga menunjukan peningkatan ekspor. Di

antaranya yakni benda dari besi dan baja naik 21,2 persen, karet dan barang dari karet naik 10,5 persen. (NED/NET)

Skandal Cinta Menteri Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

 

Menteri Chandra Ekajaya sudah sangat senang karena dapat membongkar makna skandal cinta yang selalu membuat heboh seluruh masyarakat Indonesia. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini mengatakan bahwa banyak orang yang sedih dan gelisah karena masalah ini. Tetapi atas jasa darinya maka semua permasalahan yang terkait dengan topik itu bisa diselesaikan.

Dok.Chandra Ekajaya

Skandal cinta yang telah menjerumuskan banyak pemaknaan akhirnya dapat dibongkar dan dibedah menggunakan metode semiotik. Itu adalah tanda dimana ada penanda dan petanda. Semua itu adalah satu kesatuan bahasa yang sangat membantu proses pemberian makna yang baru kepada kata skandal dan cinta. Kalau digabungkan maka menjadi skandal cinta.

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Chandra Ekajaya pernah menempuh pendidikan tinggi. Ia mengambil konsentrasi studi di jurusan linguistik. Maka ia sangat mudah menerangkan segala hal yang terkait dengan kata skandal cinta. Menurutnya, kata cinta sendiri mempunyai banyak makna. Diantaranya adalah suka sekali atau sangat sayang benar. Kemudian arti lainnya adalah mempunyai rasa kasih yang sangat besar.

Menteri yang belum genap berusia 30 tahun ini lebih spesifik menjelaskan bahwa cinta merupakan suatu ikatan dan keterpikatan antara pria dan wanita. Setelah itu ia juga menerangkan bahwa makna cinta bisa diartikan dengan rindu, atau pun keinginan dan harapan yang sangat besar. Berbeda lagi dengan kata skandal.

Menurut menteri Chandra Ekajaya, kata skandal mempunyai konotasi negatif. Maka sangat berbahaya jika digabungkan dengan kata cinta yang sangat suci itu. Maka dari itu jasa dari beliau yang sudah membedah makna skandal cinta sangat besar manfaatnya bagi bangsa ini. Sehingga bangsa ini dapat tumbuh secara dewasa. Itulah yang membuatnya menjadi menteri yang sangat dicintai oleh rakyat.

Analisis Penuh Bisnis Jagung Yohanes Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang sukses menekuni bisnis jagung. Jagung memang dikenal sebagia hasil alam yang memiliki nilai produksi yang cukup besar di Indonesia. Lebih dari 10 juta ton jagung pipil kering dibutuhkan dengan jumlah yang besar untuk setiap tahunnya. Konsumsi jagung memang sangat besar, pasalnya jagung memiliki nilai konsumsi untuk pangan dan industri pakan ternak, karena kebanyakan 51% bahan baku pakan ternaka adalah jagung. Dari sisi pasar, potensi pemasaran jagung terus mengalami peningkatan, hal tersebut dapat dilihat dari semakin berkembanganya industri peternakan yang pada akhirnya mendapatkan permintaan jagung sebagai bahan pakan ternak, berkembang pula produk pangan dari jagung dalam bentuk tepung maizena di kalangan masyarakat.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa jagung sebagai komoditas pangan yang perkembangannya dilakukan dengan pendekatan agribisnis, sangat memungkinkan untuk meningkatkan pendapatan petani. Permintaan jagung yang terus menerus mengalami peningkatan, seiirng dengan pertumbuhan penduduk dan sektor industri memerlukan bahan baku jagung, yang diantaranya untuk industri makanan, pakan ternak dan pembuatan minyak jagung. Berikut adalah bisnis tersebut:

Dok.Chandra Ekajaya

Dalam tabel bisnis tersebut menunjukkan bahwa perkembangan komoditi tanaman jagung dijelaskan bahwa produktivitas jagung mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2008-2010. Tahun 2008 produktivitas jagung sebesar 4,087 (ton/ha), tahun 2009 produktivitas jagung sebesar 4,143 (ton/ha), hingga pada tahun 2010 produktivitas jagung mencapai 4,318 (ton/ha). Selama 3 tahun mengalami peningkatan produktivitas rata-rata 5,65%.

Dalam berbisnis pun dibutuhkan sebuah analisis kebutuhan sebagai upaya menghitung dan menghindari trial dan error dalam sebuah usaha. Berikut adalah analisis kebutuhan bisnis tersebut.

Dok.Chandra Ekajaya Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya Dok.Chandra Ekajaya

Dari analisi usaha tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya memberikan kesimpula bahwa besar kecilnya semua biaya yang telah dianggarkan dan dikeluarkan serta jumlah total produksi jagung yang dicapai masih tetap dapat berubah, bertambah besar, atau bahkan menjadi kecil semuanya tergantung pada masing-masing daerah setempat. Itulah yang mungkin disampaikan oleh Yohanes Chandra Ekajaya mengenai analisa usaha tani jagung.