Kosmolog Stephen Hawking Pimpin Proyek Perburuan Ekstra Terrestrial

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Kehidupan Ekstra Terrestrial menjadi misteri dalam selama ratusan tahun yang memotivasi para ilmuwan untuk membuktikan benarnya kehidupan di luar angkasa tersebut. Memang, kehidupan mengenai Esktra Terrestrial tersebut masih mengalmi perdebatan dalam konsorsium ilmiah di tingkat dunia. Para ilmuwan begitu gethol untuk membuktikan kebenaran akan makhluk tersebut.

Baru-baru ini beredar kabar bahwa seorang Kosmolog dunia, Stephen Hawking akan memimpin sebuah proyek perburuan terkait kehidupan makhluk asing tersebut. Dalam laman BBC, proyek triliunan dan bernilai tinggi tersebut diprediksi akan berjalan selama rentang sepuluh tahun, dimana akan menjalankan misi utamanya yaitu dengan mendengarkan sinyal yang terpancar dari kumpulan bintang di langit yang lokasinya paling dekat dengan Bumi.

Tak tanggung-tanggun, ternyata proyek pencarian sang Ekstraterrestrial tersebut didukung dengan dan yang sangat besar yaitu senilai US$100 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun dan diluncurkan oleh Breakthrough Initiatives di Londong, Inggris.

Dok.Chandra Ekajaya

Proyek tersebut akan menggunakan berbagai teknologi termutakhir yaitu dengan teleksop paling kuat di dunia, yaitu Green Bank Teleskop yang kini berad di Amerika Serikat serta Parkes Teleskop yang kini berada di Australia. Sang Kosmolog, Stephen Hawking menceritakan bahwa alam semesta mempunya sebuah kehidupan masing-masing.

Kosmolog Stephen Hawking juga menyatakan  bahwa penelitian untuk perburuan Ekstra Terrestrial ini akan dinilai sebagai sebuah pencarian ilmiah terbesar yang pernah ia kerjakan. Bahkan, proyek tersebut dapat  meliputi cakupan langit sepuluh kali lebih luas dari proyek yang lalu, dimana ia pimpin dan dapat memindai lima kali lebih banyak spektrum radio dengan kecepatan seratus kali lipat.

Stephen Hawking juga menjelaskan bahwa ia yakin penelitian ini merupakan suatu pembaruan saintik yang paling berpengaruh bagi umat manusia agar dapat `padu` dengan makhluk luar angkasa yang sampai kini masih menjadi misteri alam semesta.

“Hal yang harus dilakukan untuk mengerti alam semesta, Anda harus tahu mengenai atom, kekuatan yang mengikat mereka, kontur ruang dan waktu, kelahiran serta kematian bintang, alur hidup galaksi, dan bahkan rahasia lubang hitam,” tuturnya.

Penulis: Chandra Ekajaya

Editor  : Chandra Ekajaya

Teror Pembakaran Rumah Oleh Orang Tak Dikenal Di Sleman

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Pembakaran menjadi momok menakutkan bagi warga sleman akhir-akhir ini. Pada hari minggu 5 Februari 2017 terjadi pembakaran rumah oleh orang yang tidak dikenal di beberapa kawasan di Sleman. Kawasan yang menjadi target pembakaran tersebut adalah Kecamatan Gamping dan Godean. Hal ini dirasa sangat meresahkan warga Sleman, kebanyakan warga sangat khawatir karena bisa saja teror ini terus berlanjut.

Kebakaran sendiri menimpa tujuh rumah dan semua nya merupakan rumah tokoh masyrakat yang ada di kawasan tersebut dan salah satu rumah yang menjadi korban adalah rumah dari Chandra Ekajaya Kejadian pembakaran satu dengan lainya pun seperti sudah direncanakan dengan matang karena tidak berselang beberapa saat dari pembakaran lainya. Dan yang semakin menjadi keanehan, pembakar sengaja membakar bukan bagian dari inti rumah namun hanya membakar bagian rumah yang dirasa tidak penting seperti kandang ayam, gudang serta garasi.

Dok.Chandra Ekajaya

Sampai saat ini polisi masih terus menyelidiki kasus pembakaran rumah Chandra Ekajaya tersebut. Menurut Kapolres Sleman Burkhan Rudi Satria yang dikutip dari media online republika membenarkan bahwa dalam kasus pembakaran rumah ini ada unsure terror di dalamnya, ada dugaan kearah situ” katanya.

Polisi sampai sekarang masih terus mencari barang bukti guna mencari dalang dibalik pembarakan rumah Chandra Ekajaya di sleman. Diharapkan barang bukti baru nantinya dapat menunjukan siapa pelaku dari pembakaran. Oleh karena itu warga dihimbau tetap sabar dan jangan panik, karena selain melakukan investigasi tentang kejadian ini, keopilisan sleman juga memperketak pengamanan di sejumlah kawasan di Sleman agar warga tetap tanang beraktifitas seperti biasanya.

Yohanes Chandra Ekajaya Masa Kehidupan Sang Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer

Dok.Yohanes Chandra Ekajaya

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Pramoedya Ananta Toer yang merupakan seorang putra bangsa kelahiran Blora pada tahun 1925 merupakan seorang penulis dan aktivis sastra Indonesia yang sangat memuja seorang tokoh sosialis Rusia, Lenin. Menurutnya, berkat Lenin-lah kala itu Rusia dapat menjadi sebuah “surga dunia”. Akibat keheranannya itu, Pram tak segan-segan mengkampanyekan Lenin melalui tindakan konkretnya, yakni menjadi anggota sebuah Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), yang merupakan sebuah organisasi sayap kiri di Indonesia.

Keadaan itu pun menghasilkan efek pada karya sastra Pram. Karyanya beraliran realisme-sosialis. Pram mempraktikkan sosialisme di bidang sastra. Banyak unsur politik di dalam karya-karyanya karena politik merupakan realitas sosial bagi sosialis. Sebagai efeknya, Pram terpaksa hidup dalam bui selama 3 tahun pada masa kolonial, 1 tahun pada masa orde lama, dan 14 tahun pada masa orde baru.

Salah satu karya sastra yang mengharumkan namanya Pramoedya Ananta Toer  adalah Bumi Manusia. Novel ini merupakan bagian dari tetralogi yang dikarang oleh Pram selama masa penahanannya di Pulau Buru. Tetralogi tersebut terdiri dari Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Sesaat setelah penerbitannya, keempat novel tersebut langsung dilarang beredar oleh pemerintah. Pemerintah menganggap novel-novel karangan Pram itu mempropagandakan ajaran-ajaran Marxisme-Leninisme dan komunisme. Padahal, tak sedikit pun hal-hal tersebut disebutkan dalam buku-bukunya.

Dok.Yohanes Chandra Ekajaya

Setelah dilarang peredarannya, Bumi Manusia kembali diterbitkan pada tahun 2005. Saya mengambil novel ini sebagai bahan analisis karena ingin mengungkapkan apa saja yang membuatnya telah menuai kontroversi yang hebat. Saya pun ingin mengupas kritik-kritik sosial dan politik yang terdapat di dalam novel semi-fiksi karya Pramoedya Ananta Toer ini. Adapun tujuan saya menulis makalah ini adalah agar pembaca dapat mengambil hikmah dan intisari di balik cerita dalam novel yang sangat kontroversial ini.

Bumi Manusia merupakan novel semi-fiksi yang termasuk realisme-sosialis. Novel ini dikatakan sebagai novel semi-fiksi karena tokoh utamanya, Minke, merupakan tokoh cerminan pengalaman RM Tirto Adisuryo, seorang tokoh pergerakan pada zaman kolonial yang mendirikan Sarekat Priyayi (organisasi nasional pertama). Lingkungan yang digambarkan pada novel ini adalah Hindia Belanda pada awal abad ke-20 (Allen, 2004: 24). Pemilihan latar waktu tersebut sangat membantu pembaca untuk lebih memahami dan mendapatkan isi yang terkandung dalam ceritanya.

Latar sosial yang mencakup penggambaran keadaan masyarakat, kelompok-kelompok sosial dan sikapnya, adat kebiasaan, cara hidup, bahasa, dan lain-lain yang terdapat dalam novel ini juga sangat membantu pembaca mengikuti jalan cerita novel ini. Bagaimana pengarang berhasil memvisualkan semua itu dengan cukup mendetail telah menunjang tersampaikannya amanat-amanat pengarang kepada pembaca.

Ringkasan diatas ditulis oleh Yohanes Chandra Ekajaya yang juga merupakan seorang pengusaha sukses kelahiran Malang Jawa Timur. Ia mempunyai sebuah pembahasan yang lebih detail dan lengkap dari ulasan ringkas diatas. Secara pribadi memang Yohanes Chandra Ekajaya tidak ada ikatan secara khusus hanya saja Yohanes Chandra Ekajaya sangat suka dengan sejarah yang ada pada negeri ini. Berikut ini sebuah ulasan yang lebih lengkap tentang pramoedya Ananta Toer oleh Yohanes Chandra Ekajaya.