Chandra Ekajaya Impor Bahan Baku

Sebagai seorang pengusaha kertas, Chandra Ekajaya mengimpor keping kayu untuk digunakan sebagai bahan mentah industri kertas. Nilai impor ini, dalam setahunnya mencapai 1,5 triliun rupiah per tahunnya. Ini merupakan konsekuensi dari kebijakan yang paling baru dari pemerintah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui menterinya, Siti Nurbaya telah menerapkan kebijakan baru mengenai pembangunan hutan tanaman industri di lahan gambut. Sebab kebanyakan pohon yang nantinya diolah menjadi keping kayu berada di hutan lahan gambut. Pengusaha yang hidup di tanah air Indonesia, pasti akan menuruti kebijakan dari pemerintah Indonesia. Sehingga pasti akan taat dan patuh kepada kebijakan dan regulasi yang berlaku. Meskipun bila dilihat dari sisi yang lain pengusaha harus mengimpor bahan mentah dari luar negeri yang nilainya mencapai 1,5 triliun per tahunnya. Impor ini bertujuan supaya mesin yang digunakan terus beroperasi. Sebab bila sampai tidak beroperasi dalam jangka yang lama, maka biaya perbaikan mesin lebih mahal.

Chandra Ekajaya Impor Bahan Baku 2

Dua bulan yang lalu, tepatnya pada bulan Februari 2017, Siti Nurbaya selaku menteri LHK mengeluarkan regulasi tentang pelaksanaan pemulihan ekosistem gambut. Pengusaha Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa dalam peraturan tersebut terdapat poin yang berisi tentang konservasi dan konsesi hutan tanaman industri. Kebanyakan hutan tanaman industri ini dimasukkan dalam kawasan hutan dengan fungsi ekosistem gambut. Maka dari itu para pengusaha industri harus mengubah atau merevisi rencana kerja usaha. Sebab konsesi yang masuk ke dalam fungsi ekosistem gambut hanya boleh dipanen sekali, setelah itu tidak boleh ditanami kembali karena diadakan pemulihan. Kini banyak pengusaha yang mengimpor bahan mentah keping kayu dari Malaysia dan Thailand. Kertas masih tetap harus diproduksi, karena pendidikan di Indonesia masih memerlukan kertas sebagai media untuk menyalurkan ilmu pengetahuan dalam bentuk buku. Oleh sebab itu kertas-kertas masih diperlukan. Makanya pengusaha industri kertas lebih memilih untuk mengimpor bahan baku supaya industri tetap berjalan. Selain karena alasan pendidikan, industri kertas juga menyerap banyak tenaga kerja. Maka Chandra Ekajaya berkata bahwa sangat rawan jika industri ini diberhentikan secara sepihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *