Chandra Ekajaya Sidang PNS

Chandra Ekajaya menceritakan bagaimana komitmen Pemda Kolaka dalam menindak pegawai negeri sipil (PNS) malas belum sepenuhnya dipenuhi. Bahkan kesannya, hanya gertakan saja. Sebab, sejumlah PNS yang diketahui malas berkantor hingga kini belum juga diberi sanksi. Bahkan sidang kode etik yang semestinya dijadwalkan sejak akhir tahun lalu, belum juga terealisasi. Padahal berkas mereka telah diproses Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sejak tahun 2016.

Dok.Chandra Ekajaya

Kepala BKD Kolaka, Mujahidin mengungkapkan, salah satu alasan belum digelarnya sidang kode etik yaitu kesiapan Asisten III Setda Kolaka Zulkarnain untuk mengikuti sidang kode etik. Sebab, jadwal kegiatan nya sangat padat.

Menurut Chandra Ekajaya, Asisten III itu sebagai ketua majelis dewan kode etik. Jadi kehadirannya itu sangat penting. Tapi di satu sisi dia juga mempunyai jadwal kegiatan yang berhubungan dengan pemda yang tidak bisa ditinggalkan.

Dok.Chandra Ekajaya

Asisten III Setda Kolaka, Zulkarnain yang ditemui pada tanggal 14 Februari 2017 mengakui kalau dirinya memiliki banyak agenda. Sehingga belum bisa menggelar sidang tersebut. Meskipun demikian, Mantan Kepala Dispenda Kolaka berjanji akan segera menggelar sidang kode etik jika semua agendanya telah tuntas.

“Jadwal saya memang sangat padat. Apalagi di bulan ini banyak kegiatan penting harus dihadiri dan tidak bisa ditinggalkan. Seperti musrembang, STQ dan HUT Kolaka. Jadi sidang kode etik bulan ini belum bisa, mungkin nanti Bulan Maret,” kutip Chandra Ekajaya.

Untuk diketahui, dua orang PNS Pemda Kolaka yaitu Andi Dewi Yani yang bertugas di BPKAD dan Arya Sartika yang tercatat sebagai staf di Kelurahan Sabilambo dilaporkan oleh atasannya karena tidak pernah berkantor sejak 2015. Berdasarkan aturan PP 53 Tahun 2010, keduanya dapat dikenakan sanksi pemecatan. Namun sayang eksekusinya berjalan dengan sangat lambat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *