Chandra Ekajaya Tak Minder Bisnis Laundry

Chandra Ekajaya adalah seorang pengusaha yang paling semangat dalam memperjuangkan bisnis laundry di wilayah Palangka Raya. Ia bersama dengan rekan-rekan yang melakukan bisnis laundry menggelar konferensi tingkat daerah pertama. Kegiatan ini awalnya berawal dari kopi darat atau temu kopi. Mereka sering bertukar pikiran mengenai kendala dalam pengelolaan bisnis laundry. Dari rutinitas pertemuan inilah akhirnya mereka memutuskan untuk membentuk sebuah komunitas pengusaha laundry di wilayah kabupaten tersebut. Selain sharing tentang bagaimana menghadapi kendala dan saling memberikan dukungan, komunitas ini juga mengadakan lokakarya. Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa barang-barang yang dipercayakan untuk dicuci dan dibersihkan kepada pengusaha laundry benar-benar bersih dan menggunakan bahan pembersih dan pewangi yang aman. Dalam workshop ini mereka benar-benar mengerti cara kerja dari pebisnis laundry. Tetapi mengenai formula pembersih dan manajemen operasional bagaimana bisnis laundry berjalan tidak dibagikan kepada masyarakat. Sebab hal itu merupakan rahasia tiap perusahaan.

Chandra Ekajaya Tak Minder Bisnis Laundry

Pengetahuan yang baru selalu muncul saat kopdar yang dilaksanakan oleh komunitas ini. Chandra Ekajaya memberikan penjelasan terkait komunitas ini selaku pendiri dan ketua. Alasan paling dasar mengapa komunitas ini dibentuk adalah untuk menjalin dan menjaga tali silaturahmi antarpengusaha laundry. Selain itu untuk menentukan kebijakan bersama mengenai harga dan bagaimana mewujudkan persaingan yang sehat sehingga menghasilkan hal yang positif bagi para pelaku usaha. Pengusaha Chandra Ekajaya selalu mengatakan bahwa bekerja dengan membentuk suatu komunitas atau asosiasi akan lebih mudah untuk meningkatkan omzet dan pendapatan. Karena dengan adanya komunitas ini maka para pengusaha dan pebisnis yang linier dengan bisnis laundry pasti akan memberikan dukungan ataupun bantuan bagi pebisnis yang membutuhkan. Bila melihat cara kerjanya, sebenarnya pengusaha kelahiran Malang, Jawa Timur ini menggunakan metode dan strategi yang diterapkan oleh etnis Tionghoa di Indonesia. Mereka kuat dalam berjejaring dan saling membantu serta mendukung usaha apapun yang dilakukan oleh golongannya. Inilah semangat yang perlu dan patut ditiru. Jadi justru bukan merasa tersaingi, hanya saja lebih diatur mengenai pembagian keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *