Kisah Inspiratif Chandra Ekajaya Dirikan Q Pizza

Perempuan yang berjuluk The Iron Lady, Margaret Thatcher pernah memberikan sebuah kata mutiara bahwa kesuksesan adalah campuran dari memiliki bakat untuk bidang yang Anda lakukan dan harus didasari dari upaya bekerja keras dan memiliki tujuan. Dari kutipan tersebut dapat dikatakan sesuai dengan pepatah no pain no gain, bahwa mereka yang tak melakukan kerja keras maka tak dapatlah ia sebuah kesuksesan. Kerja keras dan memiliki tujuan adalah dua hal yang diumpamakan seperti mata uang yang memiliki sisi yang berbeda namun berada dalam sebuah ruang yang sama. Kedua hal tersebut juga menjadi representasi entrepreneur satu ini, yaitu  Chandra Ekajaya. Seorang pengusaha yang dikenal sukses menekuni bisnis kuliner western yaitu pizza.

Dengan brand kulinernya yaitu Q Pizza, ia berhasil menorehkan sebuah kesuksesan yang luar biasa. Dalam hal ini keberhasilan yang ia capai pun tak lepas dari semua pengalaman bisnisnya yang harus berakhir di tengah jalan. Dengan usaha mencoba-coba, disiplin, dan kerja keras membuat pebisnis  muda satu ini pun meraih sukses lewat bisnis berlogo seloyang pizza dengan bendera merah putih. Kini bisnisnya telah merajai dunia kuliner Indonesia dengan kekhasan cita rasa dan nuansa yang sangat Indonesia.

Baca artikel lainnya: Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman

Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini lahir dari keluarga dengan taraf ekonomi yang berkecukupan. Ibunya yang seorang buruh cuci dan ayahnya yang merupakan buruh perkebunan apel membuat Chandra kecil sudah mengenal dunia kerja untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Setiap pukul empat pagi ia harus sudah siap di pasar untuk membantu menata beraneka ragam sayur mayur, dan hasil pertanian untuk dijual di pasar tradisional tersebut. Kemudian tumbuh menjadi remaja, ia pun harus berpisah dengan kedua orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah atasnya yang dibiayai dari usaha kerasnya bekerja sebagai buruh perkebunan apel milik pamannya.

Ia dikenal memiliki sifat disiplin dan rajin dalam melakukan pekerjaannya. Setiap pekerjaan yang ia garap selalu rapi dan tuntas, sehingga pamannya pun mempercayakan kepadanya untuk memegang bisnis apel pamannya dengan berlaku sebagai seorang mandor kebun. Disana ia melakukan berbagai hal yang dilakukan oleh para mandor kebanyakan, yaitu untuk memantau kinerja ratusan buruh kebun yang ada di lahan apel milik pamannya tersebut. Kini usaha perkebunan apel milik pamannya pun telah dikenal luas oleh pasar, dimana produk apel milik pamannya tersebut selalu menghasilkan buah yang memuaskan. Dagingnya yang lembut serta manisnya yang sangat istimewa membuat apel milik pamannya menjadi primadona di pasar apel Indonesia.

Terhitung sukses menjalankan bisnis perkebunan apel milik pamannya, Chandra pun tak terasa telah merampungkan sekolahnya di bangku SMA. Pada saat itu, ia pun pamit untuk meninggalkan kebun apel pamannya untuk melanjutkan studinya di bangku kuliah sekaligus memberikan tambahan pada pengalaman bisnisnya. Pengalaman-pengalaman tersebut pun menuai hasil positif, dimana ketika ia memutuskan merantau di Semarang, Jawa Tengah dengan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta, ia membuat sebuah bisnis yang sangat menarik di bidang kuliner. Bisnis tersebut berupa reseller makanan ringan dan jajanan pasar untuk didistribusikan ke toko, kantin, dan beberapa tempat perbelanjaan lainnya.

Dari sanalah pengalaman bisnisnya pun terus tumbuh dan membuahkan hasil, dimana lewat jajanan pasar miliknya ia berhasil meraup untung yang luar biasa. Separuh dari pendapatan pun diperuntukkannya untuk membuka lahan bisnis dan memenuhi kebutuhan hidup, serta sisanya pun sebagian dikirimkan kepada orangtuanya sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi yang ditanggung oleh ayahnya.

Tak terasa menjalankan bisnis tersebut selama hampir tiga tahun, ia pun mendapatkan surat peringatan untuk membayar uang tanggungang kuliah. Karena keterbatasan biaya yang tengah dialaminya, dengan berat hati ia pun melepaskan kesempatan kuliahnya tersebut dan lebih memilih untuk fokus dalam dunia bisnis. Sembari menggarap distribusi makanan tradisional atau jajanan pasar ke beberapa tempat, ia pun berniat membuka sebuah usaha mandiri di bidang yang sama yaitu kuliner.

Pada saat itu ia tengah lewat ke pusat kota dan melihat ada sebuah restoran yang ramai, dan ternyata adalah restoran pizza. Dari sanalah ide bisnis tersebut muncul dan akhirnya dikerjakan olehnya menjadi sebuah brand produk yang kini sangat populer di Indonesia. Dari tangan kreatifnya ia pun berhasil meracik sebuah produk kuliner berupa sajian khas Italia, yaitu Pizza. Ya, tentu kalian pernah mendengar pizza bukan? Atau barangkali mencoba begitu nikmatnya makanan yang berbentuk bulat dan ditaburi dengan aneka toping tersebut. Hanya saja harganya yang mahal pun menjadi kendala konsumen untuk dapat menyatap makanan bercita rasa tinggi itu. Dari peristiwa itulah ia pun mencoba meracik resep berkualitas untuk membuat seloyang pizza dengan sensasi dan cita rasa khas Indonesia.

Lewat Q Pizza, ia pun membuat seloyang pizza dengan penuh cinta dan menggunakan bahan-bahan baku pilihan. Selain itu, rasa rempah yang terasa sangat Indonesia pun juga dijadikannya sebagai bahan untuk membuat makanan primadona tersebut. Selama hampir 9 tahun ia membangun brand produknya tersebut hingga akhirnya mampu diminati oleh para konsumen hari ini. Para konsumen tersebut memilih Q Pizza karena sensasi yang ditawarkannya pun begitu sangat menarik. Dalam hal ini, kemenarikan pizza buatannya pun terletak pada bumbu kunci yang tak dimiliki oleh produsen kuliner satu ini.

Baca artikel lainnya: Pengusaha Chandra Ekajaya Oke Oce

Dengan taburan rempah-rempah yang menghangatkan tubuh, ia pun meraciknya dengan sangat teliti, dimana trial dan error pun tak luput dari eksperimen yang dibuatnya. Dalam hal ini, mereka pun membuat sebuah keputusan yang luar biasa dengan membuat Q Pizza sebagai sebuah brand produk yang kaya akan kualitas rasa yang sangat terpercaya. Untuk satu loyang pizza miliknya pun dibanderol dengan harga yang sangat ekonomis, yaitu antara Rp 45 ribu hingga Rp 120 ribu. Beraneka macam varian rasa seoerti, sosis, daging sapi, tuna, dan sayuran menjadi nilai tambah bagi produk Q Pizza. Produk ini pun juga berhasil memancarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan berbagai cabang yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Kini, lewat keuntungan yang diperoleh dari Q Pizza, ia pun mengaku mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Saat ini Q Pizza juga telah menjelma sebuah bisnis kuliner yang tumbuh secara pesat. Keras kerasnya itu pun membuahkan hasil dengan semakin menjamurnya cabang dari produk tersebut hingga 25 cabang yang berada di seluruh Indonesia. Dari semua cabang, setiap bulannya ia pun berhasil menembus keuntungan hingga milyaran rupiah. Dengan keuntungan tersebut, ia pun tak tinggal diam dengan menerima secara otomatis keuntungan bisnisnya. Dari hasil riset yang ditunjukkan, ia pun terus mengembangkan produk-produknya agar lebih inovatif sekaligus mengajak mereka untuk mampu bermitra bersama Q Pizza. Ya, itulah kisah bisnis yang paling inovatif buatan wirausahawan muda Chandra Ekajaya. Kapan kamu? Simak arikel lainnya mengenai berbagai tips sukses dengan bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *