Pengusaha Muda Chandra Ekajaya Jutawan Katering Mahasiswa

Setinggi tingginya jabatan tetaplah kalian seorang karyawan, Sekecil kecilnya pengusaha kalian adalah Bos nya. Kata kata itu sering kita dengar dari pengusaha yang sudah tutup usia “Bob Sadino”.

Ada yang terlahir kaya dan membuka bisnis, ada juga seorang pengusaha yang memulainya dari nol. Memulai sebuah bisnis yang sangat memutar otak, mencari apa yang akan di buka, mendapat modal dari mana, dimana tempat yang pas untuk membuka bisnisnya, pemasaran produknya, memikirkan bagaimana nantinya kalau bangkrut atau usahanya tidak jalan, memikirkan hal itu seorang pengusaha pastinya memerlukan waktu yang lama dan sangat menguras waktu.

Seorang pengusaha tidak bisa tidur, selalu bengong, setiap hari hanya memikirkan ide dan modal,  mengingat ingin menunjang kehidupan yang lebih baik lagi dan memikirkan untuk hari tua yang indah dan bisa jadi cerita. Pengusaha yang baik harus memikirkan semua itu dengan matang agar tidak salah langkah.  Tetap harus memikirkan aksi nya, seorang pengusaha jangan takut mencoba, dengan kegagalan kegagalan yang dialami akan membuat seorang pengusaha pemula akan menguatkan karakternya.

Berikut ini menceritakan seorang pengusaha yang sangat menginspiratif karena memang dia memulai usaha dari nol hingga menjadi seorang jutawan dia adalah Chandra ekajaya yang sukses dengan bisnis kuliner yaitu catering mahasiswa. Dia menceritakan mengapa pasarnya yang di target seorang mahasiswa, karena sorang mahasiswa istilahnya raja yang baru naik tahta, hujan sidikit malas untuk keluar kamar untuk beli makan, capek baru pulang dari kampus malas untuk mencari makan, ini adalah kesempatan buat kami untuk membuat sebuah bisnis memanfaatkan para mahasiswa yang malas.

Pengusaha yang memulai usahanya pada tahun 2013 dengan dua orang teman satu kampus dan satu kontrakan. Berawal dari malam hari saat mereka bertiga berkumpul, waktu hujan, hanya dengan bercerita dan memainkan gitar Febri berbicara kalau dirinya lapar dengan nada mengharap dia bilang kalau saja ada tukang catering murah dan bisa diantar enak ini.  Augit  dengan biasa saja menanggapi iya enak cateringnya yang tidak enak, canda dan tawa menghiasi malam hujan kala itu. Para calon calon pengusaha ini belum menyadari apa yang telah diucapkan itu adalah sebuah jalan menuju kesuksesan.

Chandra Ekajaya mulai memikirkan pekataan teman temannya semalaman, tidur tidak nyenyak hanya berkedip kedip tidak merasakan kantuk saat terpikir sebuah ide untuk membuka catering untuk mahasiswa tersebut. Ke esokan hari dia membangunkan para sahabanya tersebut, dengan dua gelas kopi aceh gayo tanpa gula  dia memulai pembicaraan “Kalau kita buka usaha catering untuk mahasiswa kira kira laku apa tidak ya? Lumayan lho kalau dihitung hitung labanya, aku yang masak deh” Febri dan Augit terdiam dan memikirkan ide tersebut. Dengan nada tegas kedua orang temannya menjawab kalau tidak kita coba mana mungkin bisa tahu bro!.

Oke kita buat konsepnya tegas calon pengusaha sukses tersebut. Pertama kita harus desain selebarannya dulu nih biar besok bisa kita sebar kata Febri, selesai mengerjakan desain lalu Augit segera mencetak dan menggandakannya. Ya disini bisnis catering untuk mahasiswa dimulai. Mereka memikirkan apa saja yang di butuhkan, tempat untuk menyebar brosur tersebut, dan lain sebagainya. Mereka butuh kompor gas beserta tabung, peralatan memasak, dan tempat yang baik untuk makanan catering nya. Tempat untuk pemasaran pertama yaitu kampus kampus terdekat, mengunggah di sosial media masing masing.

Kita pemasaran seminggu dulu, dalam seminggu kita berhasil mengumpulkan berapa calon konsumen kata ketua calon pengusaha tersebut. Setiap harinya ketiga sahabat itu pergi ke kampus kampus dengan membagi dikampus mana saja. Febri siap dengan mencatat dan membalas saat calon konsumen bertanya atau yang mau daftar. Satu hari berlalu, dua hari berlalu, tiga hari berlalu, dalam tiga hari ini sudah berapa orang yang mendaftar? 8 orang tapi lumayan ada yang memesan sehari 3 kali makan. Kalau di hitung per satu hari makan sudah ada 10 orang. Oke lumayan kita hubungi lagi untuk meminta uang mukanya.

Dari 8 orang atau jika dihitung sekali makan ada 10 orang, per-porsi makan kita hargai Rp. 8000 uang yang didapat jadi Rp. 240000, kita belikan dulu sterofoam 100 biji, plastik ½ kilo 1 bungkus, dan plastik wadah besar 1 bungkus sisanya buat pesan menu diwarung. Sebelum mereka masak menu sendiri mereka memang beli dulu di warung langganan mereka yang terkenal murah. Setelah seminggu terkumpul semua pelanggan pertamanya berjumlah 18 orang dan semua sudah memberikan uang muka. Semua uang terkumpul kurang lebih Rp. 500000 untuk 3 hari makan 18 orang. Setelah 3 hari berlalu dan semua pelanggannya  membayar lunas uang terkumpul semua uang masih Rp. 600000.

Setiap hari tiga sahabat ini membungkus makanan, mengantarkan dan masih terus memasarkan produknya. Minggu ke dua pengusaha ini ketambahan pelanggan semua pelanggannya menjadi 30 orang. Tidak lupa juga pengusaha ini menanyakan ke pelanggan apa yang kurang apa yang pelu  ditambah. Ternyata banyak juga mahasiswa yang antusias dengan bisnis catering yang pengusaha ini jalankan setiap minggu nya terus bertambah. Lewat kecerdasan berfikir pengusaha ini cuma membungkus dan hanya mengantarkan tidak susah susah memasak keuntungan sebulan pertamanya mencapai Rp. 3500000.

Melihat semua ini pengusaha yang sudah tidak meminta uang kiriman dari orang tua, semua tercukupi, uang bensin, makan, rokok, jajan, kontrakan bisa terpenuhi, mereka juga mengantarkan kehidupan yang lebih baik ke warung yang mereka belanja. Bulan bulan selanjutnya mereka berinisiatif untuk merekrut karyawan sebagai tukang antar makanan, bulan ketiga mereka mempunyai dua tukang antar yang di janjikan gaji Rp.600000 per bulan. Semakin banyak pelanggan cateringnya, ternyata pasarnya tidak hanya ke mahasiswa tetapi juga para karyawan kantor dan para guru-guru yang melihat dari sosial media.

Keberhasilannya tampak didepan mata, karena warung yang sering mereka belanja juga menambah karyawan. Chandra ekajaya mulai tampak lega dengan semua usahanya bersama dengan kedua sahabatnya. Mereka bertiga sudah menjadi pengusaha catering yang kebanjiran pesanan. Yang awalnya cuma buat sampingan ternyata bisa mencukupi kebutuhannya sehari hari malah malah bisa menabung. Di tahun pertama pengusaha ini membeli dua motor untuk karyawan pengantar makanan. Yang sebelumnya menggunakan motor pribadi sekarang menggunakan motor milik ketiga pengusaha tersebut. Tidak lupa untuk menaikkan gaji mereka menjadi Rp. 800000 perbulan.

Melewati pergantian tahun juga mahasiswa baru berdatangan bisnis catering terus merangsak naik. Ketiga pengusaha ini terus memasarkan produknya dan apa yang terjadi terlihat seperti rejeki nomplok untuk ketiga pengusaha ini. 400 box makanan setiap hari dia antarkan. Mereka juga merekrut empat karyawan lagi omset perbulannya mencapai Rp. 20 juta perbulan. Kesuksesan dalam berbisnis berimbas dengan kesuksesannya di bidang akademik. Ketiga pengusaha ini melanjutkan kuliahnya untuk mengganti karena selama tiga semester mereka tinggalkan untuk membangun bisnis kulinernya. Dengan dua semester mereka jalani dan semua lulus dengan gelar sarjana masing masing.

Sangat membanggakan karena pengusaha ini telah membeli rumah dengan uang keuntungan dari catering seharga Rp. 400 juta dan saat acara wisuda ketiga orang tuanya tidak susah susah mencari hotel. Tidak sampai disini semua kerja keras pengusaha ini telah rasakan menjadi jutawan, menjadi seorang Bos dan mempunyai banyak karyawan. Tahun ketiga pengusaha ini bisa membeli mobil mewah seharga Rp. 300 juta. Karena kedua orang temannya menikah dan sudah bekerja Pengusaha Chandra ekajaya menjalankan usahanya sendiri dan tetap membayar royalty kepada dua sahabatnya, awalnya menolak karena kedua sahabatnya sudah tidak mengurusi usaha kateringnya tersebut tapi pengusaha muda tersebut tetap memberi royalty karena tidak melupakan dulunya mereka bertiga yang membangun.

Tahun  tahun terberatnya karena sudah ditinggalkan kedua sahabatnya pengusaha ini kualahan menjalankan usahanya. Saran dari sang sahabat untuk mencari seorang marketing online, admin dan sekretaris yang mencatat semua pemasukan dan pengeluaran catering. Tidak berpikir panjang pengusaha muda tersebut merekrut orang orang terdekatnya untuk ketiga posisi tersebut. Sifat sifat manusia berbeda beda karena sang karyawan berposisi marketing tidak bisa maksimal pengusaha muda tersebut memberhentikannya. Sebab nantinya berhubungan dengan pendapatan. Dengan segala cara pengusaha muda ini mencari karyawan yang bisa diandalkan.

Tidak jauh jauh ternyata kekasihnya sendiri yang menempati posisi kosong dalam jajaran catering. Dengan demikian catering sudah tidak pincang lagi. Kesuksesan tidak bisa dicapai dengan instan, semua dilakukan dengan penuh kerja keras dan  pengorbanan. Pengusaha muda ini meninggalkan akademiknya untuk menjalankan bisnisnya. Bekerja keras mengantarkan produknya sendiri dengan motor tidak mengenal panas ataupun hari sedang hujan. Kehidupan yang berkecukupan sekarang ini adalah buah dari kerja keras yang pernah dia jalani. Sangat membanggakan bisa membayar ibadah haji kedua orang tua, membeli rumah, mobil.

Pengusaha muda ini kemudian melebarkan sayapnya untuk membuka sebuah Café di Yogyakarta, untuk tetap eksis di dunia bisnis. Namun minimnya pengalaman café jarang sekali yang datang. Sehari pemasukan hanya Rp. 200000 sangat sangat rendah. Pengusaha tersebut mencari seorang yang bisa memegang manajemen café nya dan siap menggaji besar jika bisa meramainakan cafenya tersebut dengan minimal pendapatan 1 juta perhari. Dengan keteguhan hati dan menunggu karena sudah berusaha utuk memasarkan produk café nya tersebut dengan promo promo yang sangat menarik tetapi sama saja belum mendongkrak café nya.

Pengusaha muda tersebut tetap membuka café nya agar pelanggan yang sudah ada tidak pindah ke yang lain atau meninggalkannya. Suatu ketika teman lamanya datang dan bilang kepada pengusaha tersebut usaha café nya telah diganggu orang jahil yang melbatkan makhluk halus, pengusaha tersebut langsung mencari cara agar terlepas dari gangguan gangguan yang ada di cafenya tersebut. Dengan datang ke tempat seorang kiai yang atas masukan dari soerang karyawannya yang bernama Pungkas, pengusaha itu langsung menemui kiai tersebut dan menceritakan semua kejadian yang ad di café.

“Saya tidak mendapatkan ini dengan bermimpi atau berpikir tentang hal itu. Aku sampai di sini dengan melakukan hal itu”. “Kalau Anda tidak pergi setelah apa yang Anda inginkan, Anda tidak akan pernah memilikinya. Jika Anda tidak meminta, jawabannya selalu tidak ada. Jika Anda tidak melangkah maju, Anda selalu di tempat yang sama”. “Saya menikmati kebebasan dalam mengendalikan kapal. Saya suka mengendalikan elemen, membuat angin dan ombak, serta air bagi pekerjaan saya”. “Kita harus memiliki tema, tujuan, maksud dalam hidup kita. Jika Anda tidak tahu di mana sasaran, Anda tidak memiliki tujuan. Tujuan saya adalah hidup saya sedemikian rupa ketika aku mati, seseorang bisa mengatakan dia peduli”.

“Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat paling penting yang pernah saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar dalam hidup. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal – hal-hal ini hanya jatuh jauh dalam menghadapi kematian, meninggalkan apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa Anda akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir Anda memiliki sesuatu untuk kalah. Anda sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda”“Saya belajar, bukan eksekutif yang baik. Saya seorang pengusaha, dan saya kreatif. Saya harus pergi dan melakukan apa yang ingin saya lakukan”

Semua itu kata kata yang selalu Pengusaha ini pegang teguh untuk keberhasilannya. Selamat dan Salam Sukses!

Dia pernah masuk ke dalam panama papers sebagai Pengusaha  https://panamapapers.icij.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *