Chandra Ekajaya Pengusaha Obat Penggugur Kandungan Tradisional

Pengusaha Chandra Ekajaya

Tentu zaman ini memang sangat membingungkan, pasalnya jika seorang perempuan hamil namun ingin menggugurkan kandungan memang sedang marak di Indonesia. Oleh sebab itu, kini kami pun akan mengulas mengenai obat tradisional yang konon ampuh untuk menggugurkan sang janin. Jamu tersebut memang sangat banyak dicari karena harganya yang sangat ekonomis. Selain itu pula, akses untuk mendapatkan barang tersebut terbukti sangatlah mudah karena banyak dipublikasikan di berbagai tempat seperti jalanan, tembok kota, hingga internet, menyediakan obat tersebut ditambah dengan kontak yang dapat dihubungi. Salah satu orang yang menekuni bidang bisnis tersebut adalah sosok pria bernama Chandra Ekajaya. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini memang dikenal sebagai seorang peracik obat aborsi yang sering dipakai untuk menggugurkan kandungan dalam usia kehamilan kapanpun.

Chandra Ekajaya yang mendapatkan ilmu dari kakeknya yang merupakan dukun pijat ini menurunkan ilmu untuk meracik obat yang aman dikonsumsi dan berefek untuk menggugurkan kandungan. Adapun jamu tersebut dikenal dengan nama Papanaya. Dengan ekstrak pepaya, semua jamu buatannya memang diproyeksikan sebagai salah satu obat alternatif untuk menggugurkan kandungan. Meski terdapat larang Wanita Hamil Dilarang Mengkonsumsi”, namun justru peringatan tersebut disalah gunakan sekaligus dipercaya mampu menghilangkan janin yang ada di perut si ibu hamil.

Pengusaha Chandra Ekajaya

Kebanyakan para konsumennya pun datang dari berbagai kota yang tentu berasal dari hubungan seks di luar nikah. Bahkan seorang pelajar sekolah menengah atas pun pernah membeli jamu tersebut kepadanya. Menurutnya jamu tersebut memang aman dikonsumsi karena berasal dari ekstraksi buah-buahan dan bahan-bahan organik. Papanaya pun kini dipercaya sebagai obat untuk menggugurkan kandungan. Berbagai mitra bisnisnya pun banyak melihat potensi pasar yang cukup besar. Menurutnya remaja zaman sekarang pun banyak terpengaruh dengan hal-hal negatif, dimana Chandra Ekajaya sebenarnya menyayangkan bisnis tersebut.

Efek dari meminum Papanaya pun memang terbukti ampuh, karena sang konsumen yang telah meminum segelas Papanaya akan mengalami sakit perut yang tak karuan, setelah itu janin pun akan hilang dengan seketika. Keberhasilan dan keamanan memang telah melingkupi produk tersebut. Nah, bagi Anda yang ingin melakukan perbuatan tersebut, silahkan hubungi nomor tersebut ujar Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya Impor Bahan Baku

Chandra Ekajaya Impor Bahan Baku

Sebagai seorang pengusaha kertas, Chandra Ekajaya mengimpor keping kayu untuk digunakan sebagai bahan mentah industri kertas. Nilai impor ini, dalam setahunnya mencapai 1,5 triliun rupiah per tahunnya. Ini merupakan konsekuensi dari kebijakan yang paling baru dari pemerintah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui menterinya, Siti Nurbaya telah menerapkan kebijakan baru mengenai pembangunan hutan tanaman industri di lahan gambut. Sebab kebanyakan pohon yang nantinya diolah menjadi keping kayu berada di hutan lahan gambut. Pengusaha yang hidup di tanah air Indonesia, pasti akan menuruti kebijakan dari pemerintah Indonesia. Sehingga pasti akan taat dan patuh kepada kebijakan dan regulasi yang berlaku. Meskipun bila dilihat dari sisi yang lain pengusaha harus mengimpor bahan mentah dari luar negeri yang nilainya mencapai 1,5 triliun per tahunnya. Impor ini bertujuan supaya mesin yang digunakan terus beroperasi. Sebab bila sampai tidak beroperasi dalam jangka yang lama, maka biaya perbaikan mesin lebih mahal.

Chandra Ekajaya Impor Bahan Baku 2

Dua bulan yang lalu, tepatnya pada bulan Februari 2017, Siti Nurbaya selaku menteri LHK mengeluarkan regulasi tentang pelaksanaan pemulihan ekosistem gambut. Pengusaha Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa dalam peraturan tersebut terdapat poin yang berisi tentang konservasi dan konsesi hutan tanaman industri. Kebanyakan hutan tanaman industri ini dimasukkan dalam kawasan hutan dengan fungsi ekosistem gambut. Maka dari itu para pengusaha industri harus mengubah atau merevisi rencana kerja usaha. Sebab konsesi yang masuk ke dalam fungsi ekosistem gambut hanya boleh dipanen sekali, setelah itu tidak boleh ditanami kembali karena diadakan pemulihan. Kini banyak pengusaha yang mengimpor bahan mentah keping kayu dari Malaysia dan Thailand. Kertas masih tetap harus diproduksi, karena pendidikan di Indonesia masih memerlukan kertas sebagai media untuk menyalurkan ilmu pengetahuan dalam bentuk buku. Oleh sebab itu kertas-kertas masih diperlukan. Makanya pengusaha industri kertas lebih memilih untuk mengimpor bahan baku supaya industri tetap berjalan. Selain karena alasan pendidikan, industri kertas juga menyerap banyak tenaga kerja. Maka Chandra Ekajaya berkata bahwa sangat rawan jika industri ini diberhentikan secara sepihak.

Chandra Ekajaya Pengusaha Sembako

Chandra Ekajaya Pengusaha Sembako

Chandra Ekajaya tidak menjadi seorang pengusaha karena faktor keturunan. Ia menjadi pengusaha karena usaha dan kerja kerasnya dalam mengarungi kehidupan yang penuh karang nan terjal ini. Pada mulanya bekerja di sebuah warung sembako yang kecil. Dari sinilah ia bisa belajar tentang takaran dan harga dari semua barang sembako. Seperti minyak goreng, gula, beras, garam, dan sebagainya. Sayangnya, manajemen dari pemilik warung sembako tersebut kurang baik, sehingga akhirnya warung tersebut bangkrut dan tutup. Karena warung sembako tersebut gulung tikar, akhirnya Chandra Ekajaya harus mencari pekerjaan yang lain. Akhirnya ia bekerja di sebuah perusahaan kertas. Walaupun tidak mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut, karena kerja keras dan ketekunannya, ia dijadikan sebagai manajer di kantor cabang sebuah kabupaten. Dari sini ia belajar tentang dunia manajemen. Setelah sepuluh tahun bekerja di perusahaan tersebut, pengusaha ini memutuskan untuk mengundurkan diri dan mendirikan usaha sendiri. Ia kemudian mendirikan sebuah usaha sembako.

Chandra Ekajaya Pengusaha Sembako 2

Pada mulanya ia mendirikan sebuah rumah yang nantinya akan digunakan juga sebagai warung sembako. Karena daerah tersebut masih sepi, maka dagangannya masih belum terlalu laku. Akhirnya ia mempunyai ide yang sangat brilian. Pengusaha Chandra Ekajaya kemudian membangun 20 rumah di sekitar rumahnya. Lalu rumah-rumah tersebut dikontrakkan dengan harga yang terjangkau. Sasarannya adalah kelas menengah ke bawah yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang. Sehingga nantinya mereka akan membeli sembako di warung miliknya. Cara marketing ini diperolehnya dari perusahaan kertas yang pernah menjadi tempat kerjanya. Prinsip dasarnya adalah membuat pasar supaya barang-barang dagangan atau produksi yang siap jual bisa didistribusikan. Itulah yang menjadi kunci suksesnya. Itulah alasan kenapa banyak warung sembako yang bangkrut dan gulung tikar. Sebab mereka tidak memikirkan tentang pasar. Seharusnya yang mereka pikirkan pertama kali adalah mengenai pasar. Jadi nantinya jelas arah ke mana barang-barang tersebut didistribusikan. Pengusaha Chandra Ekajaya selalu bekerja menggunakan matriks yang jelas dan rencana kerja yang tepat. Sehingga kini usahanya bisa berjalan dengan maksimal dan optimal.

Kisah Inspiratif Chandra Ekajaya Dirikan Q Pizza

Chandra Ekajaya kenalkan Q Pizza

Perempuan yang berjuluk The Iron Lady, Margaret Thatcher pernah memberikan sebuah kata mutiara bahwa kesuksesan adalah campuran dari memiliki bakat untuk bidang yang Anda lakukan dan harus didasari dari upaya bekerja keras dan memiliki tujuan. Dari kutipan tersebut dapat dikatakan sesuai dengan pepatah no pain no gain, bahwa mereka yang tak melakukan kerja keras maka tak dapatlah ia sebuah kesuksesan. Kerja keras dan memiliki tujuan adalah dua hal yang diumpamakan seperti mata uang yang memiliki sisi yang berbeda namun berada dalam sebuah ruang yang sama. Kedua hal tersebut juga menjadi representasi entrepreneur satu ini, yaitu  Chandra Ekajaya. Seorang pengusaha yang dikenal sukses menekuni bisnis kuliner western yaitu pizza.

Dengan brand kulinernya yaitu Q Pizza, ia berhasil menorehkan sebuah kesuksesan yang luar biasa. Dalam hal ini keberhasilan yang ia capai pun tak lepas dari semua pengalaman bisnisnya yang harus berakhir di tengah jalan. Dengan usaha mencoba-coba, disiplin, dan kerja keras membuat pebisnis  muda satu ini pun meraih sukses lewat bisnis berlogo seloyang pizza dengan bendera merah putih. Kini bisnisnya telah merajai dunia kuliner Indonesia dengan kekhasan cita rasa dan nuansa yang sangat Indonesia.

Baca artikel lainnya: Chandra Ekajaya Sambut Raja Salman

Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini lahir dari keluarga dengan taraf ekonomi yang berkecukupan. Ibunya yang seorang buruh cuci dan ayahnya yang merupakan buruh perkebunan apel membuat Chandra kecil sudah mengenal dunia kerja untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Setiap pukul empat pagi ia harus sudah siap di pasar untuk membantu menata beraneka ragam sayur mayur, dan hasil pertanian untuk dijual di pasar tradisional tersebut. Kemudian tumbuh menjadi remaja, ia pun harus berpisah dengan kedua orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah atasnya yang dibiayai dari usaha kerasnya bekerja sebagai buruh perkebunan apel milik pamannya.

Ia dikenal memiliki sifat disiplin dan rajin dalam melakukan pekerjaannya. Setiap pekerjaan yang ia garap selalu rapi dan tuntas, sehingga pamannya pun mempercayakan kepadanya untuk memegang bisnis apel pamannya dengan berlaku sebagai seorang mandor kebun. Disana ia melakukan berbagai hal yang dilakukan oleh para mandor kebanyakan, yaitu untuk memantau kinerja ratusan buruh kebun yang ada di lahan apel milik pamannya tersebut. Kini usaha perkebunan apel milik pamannya pun telah dikenal luas oleh pasar, dimana produk apel milik pamannya tersebut selalu menghasilkan buah yang memuaskan. Dagingnya yang lembut serta manisnya yang sangat istimewa membuat apel milik pamannya menjadi primadona di pasar apel Indonesia.

Terhitung sukses menjalankan bisnis perkebunan apel milik pamannya, Chandra pun tak terasa telah merampungkan sekolahnya di bangku SMA. Pada saat itu, ia pun pamit untuk meninggalkan kebun apel pamannya untuk melanjutkan studinya di bangku kuliah sekaligus memberikan tambahan pada pengalaman bisnisnya. Pengalaman-pengalaman tersebut pun menuai hasil positif, dimana ketika ia memutuskan merantau di Semarang, Jawa Tengah dengan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta, ia membuat sebuah bisnis yang sangat menarik di bidang kuliner. Bisnis tersebut berupa reseller makanan ringan dan jajanan pasar untuk didistribusikan ke toko, kantin, dan beberapa tempat perbelanjaan lainnya.

Dari sanalah pengalaman bisnisnya pun terus tumbuh dan membuahkan hasil, dimana lewat jajanan pasar miliknya ia berhasil meraup untung yang luar biasa. Separuh dari pendapatan pun diperuntukkannya untuk membuka lahan bisnis dan memenuhi kebutuhan hidup, serta sisanya pun sebagian dikirimkan kepada orangtuanya sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi yang ditanggung oleh ayahnya.

Tak terasa menjalankan bisnis tersebut selama hampir tiga tahun, ia pun mendapatkan surat peringatan untuk membayar uang tanggungang kuliah. Karena keterbatasan biaya yang tengah dialaminya, dengan berat hati ia pun melepaskan kesempatan kuliahnya tersebut dan lebih memilih untuk fokus dalam dunia bisnis. Sembari menggarap distribusi makanan tradisional atau jajanan pasar ke beberapa tempat, ia pun berniat membuka sebuah usaha mandiri di bidang yang sama yaitu kuliner.

Pada saat itu ia tengah lewat ke pusat kota dan melihat ada sebuah restoran yang ramai, dan ternyata adalah restoran pizza. Dari sanalah ide bisnis tersebut muncul dan akhirnya dikerjakan olehnya menjadi sebuah brand produk yang kini sangat populer di Indonesia. Dari tangan kreatifnya ia pun berhasil meracik sebuah produk kuliner berupa sajian khas Italia, yaitu Pizza. Ya, tentu kalian pernah mendengar pizza bukan? Atau barangkali mencoba begitu nikmatnya makanan yang berbentuk bulat dan ditaburi dengan aneka toping tersebut. Hanya saja harganya yang mahal pun menjadi kendala konsumen untuk dapat menyatap makanan bercita rasa tinggi itu. Dari peristiwa itulah ia pun mencoba meracik resep berkualitas untuk membuat seloyang pizza dengan sensasi dan cita rasa khas Indonesia.

Lewat Q Pizza, ia pun membuat seloyang pizza dengan penuh cinta dan menggunakan bahan-bahan baku pilihan. Selain itu, rasa rempah yang terasa sangat Indonesia pun juga dijadikannya sebagai bahan untuk membuat makanan primadona tersebut. Selama hampir 9 tahun ia membangun brand produknya tersebut hingga akhirnya mampu diminati oleh para konsumen hari ini. Para konsumen tersebut memilih Q Pizza karena sensasi yang ditawarkannya pun begitu sangat menarik. Dalam hal ini, kemenarikan pizza buatannya pun terletak pada bumbu kunci yang tak dimiliki oleh produsen kuliner satu ini.

Baca artikel lainnya: Pengusaha Chandra Ekajaya Oke Oce

Dengan taburan rempah-rempah yang menghangatkan tubuh, ia pun meraciknya dengan sangat teliti, dimana trial dan error pun tak luput dari eksperimen yang dibuatnya. Dalam hal ini, mereka pun membuat sebuah keputusan yang luar biasa dengan membuat Q Pizza sebagai sebuah brand produk yang kaya akan kualitas rasa yang sangat terpercaya. Untuk satu loyang pizza miliknya pun dibanderol dengan harga yang sangat ekonomis, yaitu antara Rp 45 ribu hingga Rp 120 ribu. Beraneka macam varian rasa seoerti, sosis, daging sapi, tuna, dan sayuran menjadi nilai tambah bagi produk Q Pizza. Produk ini pun juga berhasil memancarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan berbagai cabang yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Kini, lewat keuntungan yang diperoleh dari Q Pizza, ia pun mengaku mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Saat ini Q Pizza juga telah menjelma sebuah bisnis kuliner yang tumbuh secara pesat. Keras kerasnya itu pun membuahkan hasil dengan semakin menjamurnya cabang dari produk tersebut hingga 25 cabang yang berada di seluruh Indonesia. Dari semua cabang, setiap bulannya ia pun berhasil menembus keuntungan hingga milyaran rupiah. Dengan keuntungan tersebut, ia pun tak tinggal diam dengan menerima secara otomatis keuntungan bisnisnya. Dari hasil riset yang ditunjukkan, ia pun terus mengembangkan produk-produknya agar lebih inovatif sekaligus mengajak mereka untuk mampu bermitra bersama Q Pizza. Ya, itulah kisah bisnis yang paling inovatif buatan wirausahawan muda Chandra Ekajaya. Kapan kamu? Simak arikel lainnya mengenai berbagai tips sukses dengan bisnis.

Pengusaha Bisnis Waralaba

Waralaba

Pebisnis pemula saat ini kebanyakan menjatuhkan pilihannya kepada bisnis waralaba. Hal ini wajar sebab jenis bisnis ini sedang menjadi salah satu magnet investasi. Bagi Chandra Ekajaya yang belum mengerti dunia bisnis, waralaba atau frenchise adalah jawaban tepat. Karena dengan menjajal bisnis ini maka siapa saja mampu menjadi seorang pengusaha walaupun tidak mempunyai cukup pengetahuan dalam dunia bisnis.

Chandra Ekajaya Bisnis Waralaba
Dok. Istimewa

Dunia bisnis adalah dunia yang tegas. Ia memang menawarkan keuntungan yang banyak, tetapi ia pun juga menawarkan kerugian yang tak sedikit. Bagaimana pun juga bisnis itu seperti kehidupan, ia adalah pertaruhan dimana seorang manusia harus menentukan pilihan-pilihannya ke depan.

Memiliki hati baja adalah sebuah syarat utama untuk menjadi seorang pengusaha. Sebab bila nyalinya kecil, maka sudah bisa dipastikan sejak awal ia akan bangkrut dan usahanya akan kandas. Bisnis akan selalu berjalan bersisihan dengan deru peradaban. Ia harus terus menerus menyesuaikan dirinya dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Oleh karena itu bisnis waralaba memberikan kemudahan supaya pengusaha awam dapat membentuk mental dan nyalinya untuk menjajal bisnis yang lebih besar. Dalam model ini pun pemilik waralabaa yang berperan sebagai pemberi tidak mengenal diskriminasi dalam memilih calon mitra atau rekanan usahanya. Sebab pedoman utamanya adalah keuntungan bersama, supaya nantinya bisnis waralaba tersebut dapat berkembang dengan sangat pesat.

Bisnis waralaba sebenarnya muncul dari ide-ide kreatif generasi muda. Mereka melakukan inovasi dalam memasarkan serta mendistribusikan produk barang atau jasa, sehingga keuntungan yang mereka dapatkan lebih masif. Selain itu karena ingin produknya dikenal lebih luas, maka membuka cabang dengan sistem yang sekarang dikenal dengan waralaba merupakan sebuah keuntungan.

Gerobak Waralaba Chandra Ekajaya
Dok. Istimewa

Dengan sistem seperti ini maka pemilik brand akan semakin untung karena merek dagang miliknya semakin dikenal oleh masyarakat. Kemudian pengusaha awam pun mendapatkan keuntungan dalam bentuk finansial. Untuk jenis-jenisnya sendiri, waralaba itu sangat variatif. Misalnya saja jenis pendidikan seperti Primagama, kuliner seperti KFC, mini outlet seperti Kebab Turki, dan sebagainya.

Tetapi memang ada efek yang tidak mengenakkan bagi pengusaha yang tidak dapat berdamai dengan zaman. Misalnya saja pebisnis di sektor internet cafe atau warnet, bisnis mereka memang berkembang dengan sangat cepat di tahun 2010an. Sayangnya beberapa tahun setelahnya ia ditelan oleh perkembangan teknologi dengan munculnya gadget atau smart phone yang canggih.

Hal tersebut bukanlah kesalahan pengusaha yang lebih kuat atau pun pengusaha yang lemah. Ini hanyalah masalah sudut pandang dimana mereka memandang ke depan atau hanya pada masa kini. Deru peradaban memang kejam, dan ia tidak akan pernah pilih kasih. Waralaba kini adalah salah satu jenis usaha yang mampu bersinergi dengan perkembangan zaman.

 

 

Donat Kentang Indri Yang Terbang Hingga Ke Luar Negeri

Donat kentang

Hobi membuat kue Indri Zahratunnisa memanglah tidak sia-sia, kini ia sukses mengembangkan bisnis pembuatan kue donat dengan nama Donat Kentang Manis. Omzetnya dalam sebulan mencapai ratusan juta. Usaha ini, ia awali dari bisnis skala kecil-kecilan di Malang, Jawa Timur. Indri pertama kali merintis bisnis tahun 2001. Sebagai jajanan kampung, saat itu donatnya dijual dengan harga Rp 750 per biji. Sebenarnya Selepas lulus kuliah Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang, Indri sempat bekerja sebagai staff ahli di sebuah PT yang sesuai dengan jurusannya. Namun, kecintaannya pada dunia masak-memasak mendorong Indri untuk membuka usaha sendiri.

Di tahun 2001 itu, Indri Zahratunnisa mulai membuka bisnis aneka masakan, termasuk kue. Modal awalnya hanya Rp 100.000. Setelah beberapa bulan berjalan, Indri terpikir untuk memfokuskan usahanya pada satu jenis makanan. Ia pun memilih donat dengan pertimbangan kue ini termasuk jajanan yang disukai semua kalangan. Ia merintis usaha pembuatan donat kentang dengan modal dan peralatan seadanya. Untuk mengaduk adonan donat, semisal, seharusnya memakai mixer ukuran besar. Namun, Indri memakai mixer biasa. “Peralatan saya sangat minim. Di bawah standar pabrik kue. Tapi itu tidak menyurutkan semangat saya,” ujarnya.

Dibantu seorang pegawai, ia membuat ratusan donat saban hari dan menjajakan ke sekolah-sekolah. Agar produknya makin dikenal, Indri juga rajin mengikuti berbagai pameran wirausaha makanan. Setiap ada pameran di sekitar Jawa Timur, ia pasti ikut serta. Bukan cuma itu saja, Indri Zahratunnisa juga memasarkan donat buatannya yang diberi merek Donat Kentang Manis lewat akun sosial medianya.

“Saya pilih donat karena banyak yang suka,” katanya. Ia memulai dengan peralatan rumah tangga seadanya dan menitipkan donatnya ke sekolah-sekolah. Berkat kegigihannya membesarkan usaha, kini donat Indri sudah dikenal di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, donatnya sudah kesohor hingga ke luar negeri. Tentu bukan lagi jajanan kampung, donat buatan Indri kini masuk kategori premium. Rasanya tak kalah dengan donat kelas mal dengan harga lebih terjangkau. “Saya jual Rp 4.000 per buah,” katanya.

Pelanggan donatnya terbesar di berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan. “Selama ini, saya banyak kirim ke pelanggan di daerah-daerah,” ujarnya. Sejak tahun 2008, beberapa negara, seperti Hong Kong, Malaysia, dan Singapura juga telah menjadi langganan tetap donat buatan Indri ini. Selain itu, ia juga memasarkan produk donat itu ke London dan Belanda.

Khusus di Singapura, ada seorang pengusaha kuliner setempat yang mengembangkan donat dengan resep donat racikan Indri. Kesuksesan Indri Zahratunnisa mengembangkan bisnis donat tidaklah dalam sekejap mata. Ia ulet mengenalkan produknya lewat berbagai cara. Titik baliknya saat ada investor Singapura yang membeli resep donat buatannya. Pada tahun 2008, ada investor Singapura tertarik untuk membeli resep donat milik Indri. Bahkan, ia sampai diundang ke Singapura.

Donat kentang

Sang investor Singapura itu kemudian membuka gerai donat di Sentosa Island Singapura dengan nama Naked Donut. Kini Naked Donut telah memiliki empat gerai yang berasal dari resep dasar Indri. Tiap bulan Naked masih membayar royalti pada Indri. Hasil dari penjualan resep plus pembayaran royalti itu cukup lumayan. Indri memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha yang membuka gerai donat di Malang. Pada 2009, Indri mulai membuka gerai donat bernama Blueberry Donuts and Coffee di Malang.

“Sementara di negara-negara lain saya hanya menjual donat lewat orang-orang Indonesia yang tinggal di negara itu, seperti pelajar dan TKI,” jelasnya, Kendati tak mau menyebut angka, Indri mengaku nilai penjualan resep donatnya cukup mahal. Terbukti, dari hasil menjual resep itu, ia mampu membuka gerai khusus donat di Malang. Gerai donat ini dinamakanBlueberry Donuts and Coffee.”Saya dirikan tahun 2009,” tuturnya. Selain resep, pengusaha asal Negeri Singa itu juga membeli tepung donat dari Indri. Selama ini, ia memang memasarkan tepung donat ke kalangan umum tidak hanya ke pengusaha Singapura itu. Harga jual tepung donat mulai Rp 50.000-Rp 200.000 per 1,5 kilogram (kg).

Selama 11 tahun mengendalikan usaha, telah banyak kemajuan yang dicapai. Bahkan, Dona Kentang Manis telah menjelma sebuah grup usaha yang membidangi beberapa cabang usaha. Selain donat, Indri juga merambah usaha pembuatan aneka kue kering, kue tart, brownies, dan roti manis. Usaha ini dikelolanya di bawah bendera Donat Kentang Manis Cookies. Pendapatan dari kue kering ini melonjak tajam saat Lebaran dan akhir tahun. “Lebaran tahun ini, omzet saya dari penjualan kue kering saja mencapai Rp 500 juta,” ujar Indri.

Ia juga merambah bisnis restoran dengan mendirikan rumah makan Nilam Asri di Malang. Tahun ini, Indri juga telah menambah tiga bisnis baru ke dalam grupnya. Di antaranya bisnis toko oleh-oleh khas Malang. Dua lainnya tidak terkait dengan bisnis makanan, yakni jasa hosting desain web dan marketing, serta bisnis fashion and jewelry. Indri sadar akan pentingnya peran marketing agar usahanya makin berkembang. Indri pun mulai membenahi sistem pemasaran dan operasional usahanya. “Melihat di Singapura, donat saya bisa dipasarkan dengan baik, saya mulai fokus membenahi manajemen,” ujar dia.

Tak percuma, permintaan pun mulai berdatangan. Bahkan juga dari pembeli luar negeri. Toh, sukses mengembangkan bisnis donat belum membuat Indri puas. Indri Zahratunnisa kini sukses menjadi produsen donat ternama di Malang, Jawa Timur. Dipasarkan dengan brand Donat Kentang Manis, produk donatnya dikenal luas hingga ke luar negeri. Omzetnya ratusan juta dalam sebulan. Bisnis yang digeluti Indri Zahratunnisa kini makin berkembang. Selain makanan, ia juga merambah bisnis lain, seperti perhiasan, fesyen, dan jasa pembuatan desain web. Ia ingin semua lini usahanya tersebut bisa berkembang.

Selain makanan, tahun ini juga merambah bisnis perhiasan, fesyen, dan jasa pembuatan desain web. Ia tertarik terjun ke bisnis desain web karena selama ini banyak bersentuhan dengan dunia maya. “Saya mengembangkan usaha donat melalui internet,” ujarnya. Kebetulan, suaminya yang berlatar belakang konsultan marketing mendukung rencananya ini. Bisnis perhiasan dan fesyen yang baru digeluti Indri juga dilatarbelakangi minatnya yang tinggi di bidang itu. Menurutnya, dalam mengembangkan usaha jangan pernah menutup kemungkinan terhadap bidang apa pun yang diminati. Ia mengaku, seluruh bidang usaha yang digelutinya berasal dari minat dan ketertarikannya di bidang itu. “Semula yang saya pikir tidak bisa, ternyata bisa. Dan, saya memulai semuanya dari skala kecil,” ujar Indri.

Lantaran masih baru, tentu masih diperlukan kerja keras untuk membesarkan seluruh usahanya ini. Selain bisnis yang masih baru, Indri juga masih terus ingin mengembangkan bisnis donatnya. Masih ada beberapa inovasi lain yang ingin dilakukannya. Dalam waktu dekat, misalnya, ia ingin memasarkan donat dalam bentuk makanan beku (frozen food). Ia terinspirasi membuat donat frozen karena banyak konsumen di luar kota yang berminat mengonsumsi donatnya, namun terkendala waktu pengiriman yang lama. Padahal, donatnya hanya mampu bertahan maksimal sehari.

Ia berharap, masalah itu bisa diatasi dengan adanya donat frozen. Indri mengaku sudah melakukan penelitian untuk donat frozen ini. Nantinya, donat ini bisa bertahan selama satu tahun jika disimpan pada suhu rendah. “Donatnya pun tinggal digoreng lalu bisa langsung disajikan,” ujar Indri. Ia berharap, tahun depan rencana ini sudah mampu terealisasi.

Chandra Ekajaya Oil Perluas Ekspansi Bisnis

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Oil merupakan salah satu produsen minyak dan gas dari Indonesia. Pemilik dari perusahaan adalah pengusaha Chandra Ekajaya, pria kelahiran Malang Jawa Timur ini mulai mendirikan bisnisnya ini sudah hampir 30 tahun.

Dok.Chandra Ekajaya

perusahaan merupakan salah satu produsen pelumas dan minyak mentah dari Indonesia, melihat peluang yang begitu besar bisnis pelumas di pasaran dunia khususnya kawasan Asia Tenggara. Melihat peluang yang ada di kawasan Asia Tenggara yang mulai banyak permintaan, perusahaan mulai memperkuat bisnis pelumas khususnya untuk oil pelumas otomotif.

Chandra Ekajaya Oil melakukan beberapa kesepakatan dan kerjasama bisnis sebagai mitra strategis penjualan pelumas oil otomotif dikawasan Asia Tenggara dengan beberapa perusahaan Oil dari negara seperti Malaysia, Vietnam dan Brunei Darrusallam. Kesepakatan dan kerjasama bisnis ini secara resmi akan diumumkan sebagai bagian dari pengembangan dan ekspansi Chandra Ekajaya Oil di kawasan Asia Tenggara.

Dok.Chandra Ekajaya

Sebagai salah satu produsen dan eksportir minyak pelumas berkualitas tinggi Indonesia, Chandra Ekajaya Oil memiliki sejumlah fasilitas produksi serta pengolahan yang sudah memenuhi standard Internasional. Berupa fasilitas blending & packaging di beberapa daerah di Indonesia. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan teknologi terbaik dengan otomatis dan komputerisasi pengolahan aliran kerja dalam jalur produksi serta pengolahanya.

Jaminan mutu yang sudah diakui oleh dunia menjadikan Chandra Ekajaya Oil masuk dalam perusahaan minyak dan gas yang mampu berkembang pesat pada tahun 2016. Kinerja serta ekspansi pasar yang terus dilakukan dan juga peningkatan kualitas yang selalu diutamakan menjadi landasan dari pemilih perusahaan yaitu dia.

Pada tahun 2020 perusahaan berniat untuk memperluas jaringan ekspansi pasar sampai benua Afrika dan Amerika. Saat ini kawasan tersebut masih di dominasi oleh perusahaan minyak besar dunia dari kawasan Timur Tengah.