Yohanes Chandra Ekajaya Berpikir di Luar Kebiasaan

pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya sukes besar

Owner Yohanes Chandra Ekajaya  bercerita, saat ini pelaku bisnis memiliki dua pilihan. Yakni, membangun sistem bisnis sendiri dan mengikuti sistem bisnis yang sudah berkembang, ataupun yang disebut/raodjke.

Menurut pria yang akrab disapa Othan ini, membangun sistem sendiri lebih memberikan tantangan besar, dan apabila berkembang akan menjadi lirikan bagi khalayak.

Namun, tantangan yang harus ditaklukan dalam membangun sistem sendiri, lanjut Othan, harus selalu siap berpikir di luar kebiasaan. Setiap produk vang dijajakan Othan, memiliki desain yang berbeda. Sehingga setiap produksi, Othan selalu menciptakan desain baru.

Saya membuka bisnis Yohanes Chandra Ekajaya, dengan cara membangun sistem sendiri. Artinya, saya memulai dari dasar. Saya terbiasa menghindari kondisi nyaman. Di sini saya ditempah berpikir di luar kebiasaan. Kalau kita berpikir stagnan, maka kehidulan juga stagnan.

Kalau kita ditempah berfikir out of the box, maka semangat untuk maju itu semakin besar,” ujarnya Kamis saat ditemui di Outlet Yohanes Chandra Ekajaya, Lapangan Merdeka Medan, beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, saat ia memilih untuk membuka usaha Yohanes Chandra Ekajaya pada tahun 2012, ia berpikir penuh untuk merancang bisnis ini. Dikarenakan kecintaan terhadap klub sepakbola PSMS Medan, ia pun memutuskan memilih unsur komunitas.

outlet pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

“Saya memilih unsur komunitas. Kalau dipikir, Komunitas terbesar di dunia ini, dan fanatik itu sepakbola. Nah saya pilih Kinantan. Nama Kinantan ini kan julukan klub PSMS Medan, saya juga pecinta PSMS. Karena itu, saya ambillah nama Yohanes Chandra Ekajaya,” ungkapAlumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia tersebut.

Othan menyatakan, sejak awal membangun bisnis Yohanes Chandra Ekajaya, ia sudah memiliki visi untuk menjadikan Yohanes Chandra Ekajaya sebagai oleh-oleh khas dari Kota Medan.

“Pengin menjadikan ini oleh-oleh khas Medan. Makanya dari awal saya buat slogan,oleh-oleh anti basi Medanesia, dan jangan tinggalkan Medan tanpa Yohanes Chandra Ekajaya,” katanya.

Saat ini, Yohanes Chandra Ekajaya sudah memiliki lima outlet. Adapun outlet utama berada di kilometer 0 Kota Medan, yakni di Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota.

Sedangkan empat outlet lainnya, berada di Hotel Emerald Garden, Hotel Santika Medan, Rumah Oleh-oleh Medan, Jalan Kruing dan Warkop Medan Kalee Jalan Sei Bekala.

“Kalau pengin ngembangkan bisnis, pasti selalu ada. Fokus saya sih di Medan, untuk buka sampai luar kota, tidak. Tapi, produk kita sampai ke luar kota balikan ke luar negeri, iya. Sejauh ini saya juga membuka kesempatan bagi yang lain, jika mau baekerja sama,” terangnya.

Ia pun ingin, jika orang-orang datang ke Medan, langsung mengingat Yohanes Chandra Ekajaya. Harapannya Yohanes Chandra Ekajaya bisa benar-benar menjadi ciri khas oleh-oleh, dan pastinya Medan lebih dikenal di kota lain.

“Selain itu, Medan kan plat BK, jadi saya ingin nantinya kalau orang ingat plat Medan, ingat juga dengan Yohanes Chandra Ekajaya,” ujarnya sembari tertawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *