Yohanes Chandra Ekajaya Malu Bertanya, Gagal di Penjualan

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko sukses di penjualan

“Bu, ini baju-baju keluaran paling gres. Baru aja didatangkan dari Shanghai,” begitu kata seorang pramuniaga sebuah gerai busana kepada calon pelanggan.

“Ah, modelnya kok saya kurang suka,” jawab sang ibu.

“Bagaimana kalau gaun warna merah menyala yang ini? Sepertinya pas banget di kulit ibu yang putih,” pramuniaga menimpali.

“Duh, yang ini terlalu mini. Saya mau yang rada konvensional dengan rok selutut,” sang ibu memperjelas.

“Kalo begitu yang baru datang dari Taiwan ini pasti pas buat ibu,” si pramuniaga pantang menyerah menawarkan dagangannya.

“Warnanya saya nggak suka, terlalu ngejreng,” si ibu pun berlalu meninggalkan pramuniaga yang penasaran.

Betapa sering percakapan senada seperti itu terjadi di pasar, mal, pertokoan, maupun di berbagai tempat bisnis. Percakapan tulalit alias tidak nyambung antara penjual yang tak berpengalaman dan pembeli yang kebingungan.

“Saat duduk di bangku sekolah, kita diajarkan untuk menjawab pertanyaan. Jawaban yang benar semua akan mendapat nilai 100 dan kita akan pulang dengan bangga menunjukkan hasil ulangan kepada orang tua kita.” Kata Yohanes Chandra Ekajaya yang merupakan seorang pelaku bisnis ini. Kita tak pernah diajari cara bertanya. Oleh karena itulah saat kita dewasa, bahkan kita cenderung untuk menjawab sebelum ditanya.

Keterampilan bertanya itu sangat penting. Seperti kata peribahasa, malu bertanya sesat di jalan. Dalam bisnis, keterampilan bertanya itu tak hanya penting, tapi merupakan keterampilan utama untuk menghasilkan profit. Mengapa? Karena keterampilan bertanya yang baik akan menguak harapan calon pelanggan, sehingga dengan mudah kita bisa memberikan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan.

pengusaha yohanes chandra ekajaya sukses dipenjualan

Gali Kebutuhan

Apa saja tujuan dan manfaat ketrampilan bertanya dalam dunia bisnis? Bertanya untuk menggali kebutuhan. Apapun yang Anda jual, jangan berasumsi. Jangan berasumsi tentang selera, keperluan, keinginan, dan harapan pelanggan.

Bertanyalah untuk memastikan apa yang benar-benar ada di kepala pelanggan. Warna, model, bentuk, ukuran, kapasitas, dan sebagainya.

Bertanya untuk membangun interaksi dengan cepat. Anda tidak memiliki waktu seharian untuk memikat calon pelanggan. Hanya beberapa menit, bahkan detik untuk menarik perhatian awal. Pertanyaan yang tepat akan membuat calon pembeli meluangkan waktu sesaat untuk menjawab, dan Anda memiliki kesempatan untuk menganalisa.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya mengungkapkan bahwa bertanya ialah untuk mencari titik kesamaan. Hanya manusia aneh yang selalu membuat perbedaan dan membangun permusuhan. Secara naluriah, manusia cenderung mencari kawanan yang sama. Temukan kesamaan, dan masuklah melalui celah persamaan tersebut, niscaya Anda akan mendapatkan poin kredit dari calon pembeli.

“Jadi alih-alih menawarkan sesuatu, cobalah untuk bertanya dan mengungkap banyak hal untuk memberikan petunjuk penting bagi Anda dalam melakukan penjualan. Ingat, bahwa orang pandai menjawab pertanyaan, tapi orang bijak mengajukan pertanyaan.” Kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *