Yohanes Chandra Ekajaya Mencicipi Sego Sambal Iwak Pe Khas Surabaya

sambel iwak pe mengoda pengusaha yohanes chandra ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya memiliki hobi yang sangat unik yaitu berburu makanan. Tak tanggung-tanggung setiap kali dia mengunjungi suatu wilayah tertentu pasti memiliki agenda wajib berburu kuliner khas kota tersebut. Kali ini kota yang menjadi persinggahanya adalah kota pahlawan Surabaya. Bukan untuk mencicipi Ayam Penyet khas Surabaya, namun makanan khas lainya yaitu Sego Sambal Iwak Pe.

Kali ini Yohanes Chandra Ekajaya mendapat rekomendasi tempat mencicipi Sego Sambal Iwak Pe dari temanya yang asli Surabaya. Tempatnya adalah di warung Sego Sambal Pe Mak Yeye. Lokasinya sangat mudah untuk dijangkau, berada di pinggir jalan JagirWonokromo Wetan, Surabaya. Walaupun warungnya di pinggir jalan dan sederhana, mamun ketika warung sudah dibuka, seketika warung yang tadinya sepi berubah sangat rame. Buka mulai jam 22.00 – 04.00 WIB ini laris manis oleh para penikmat kuliner, bukan tak hayal memang Sego Sambal Pe Mak Yeye sudah menjadi icon khas kota Surabaya.

Iwak pe sendiri, adalah jenis ikan laut yang biasa disebut ikan pari. Iwak pe, lazim dijadikan menu penyetan (sego sambel). Untuk sambalnya, terbuat dari tomat, cabai, bawang merah, bawang putih, garam, dan terasi. Dengan tambahan sambal buatan dari Mak Yeye yang pedas menambah cita rasa yang pas dari Sego Sambal Iwak Pe Mak Yeye, namun bagi anda yang tidak suka terlalu pedas bisa meminta sesuai dengan keingingan anda.

menu makan siang pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

“Ini makanan sangat enak, coba di Jakarta ada bisa tiap hari saya makan” Ujar Yohanes Chandra Ekajaya. Rasa enak yang tersaji mampu menembus hingga semua kalangan. Langganan nya pun sangat beragam dari kalangan mahasiswa, buruh, pengayuih becak, pegawai kantoran bahkan pejabat pemerintahan menjadi langganannya.

Harga satu porsi  nya pun sangat terjangkau, satu piring nasi plus seiris ikan pari panggang, telur dan tempe dipatok Rp 15 ribu. Sedangkan sepiring nasi tanpa iwak pe (hanya telor dan tempe) Rp 10 ribu. Untuk segelas Es Teh-nya, Rp 3 ribu. Sayangnya, untuk segelas es teh atau air mineral, pelanggan Mak Yeye harus membeli di warung sebelahnya, sebab Mak Yeye tidak melayani minuman.

Yohanes Chandra Ekajaya mengungkapkan dirinya baru pertama mencoba dan awal mencicipi sudah ketagihan. “ Ini bahaya bisa tiap bulan nanti saya kesini” sambil tertawa. Memamng rasanya sangat enak dan bikin nagih lagi untuk mencobanya lagi dan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *